Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 53


__ADS_3

Dia berniat untuk turun dari mobilnya namun saat melihat Bram terburu-buru naik ke dalam mobil laki-laki tersebut sendiri, seketika Alisa menghentikan gerakannya, dia pikir laki-laki itu akan pergi ke mana.


Karena itu Alisa mencoba untuk menghubungi Bram, dia meraih handphonenya lantas menekan nomor laki-laki tersebut dengan cepat, perempuan itu sengaja datang ke sana untuk menghabiskan waktu bersama laki-laki itu namun rupanya Bram malah ingin pergi entah ke mana.


Cukup lama dia menunggu jawaban dari seberang sana namun realitanya Bram sama sekali tidak menganggap panggilannya, dia jelas melihat jika Bram menggenggam handphonenya di tangan kanannya tadi, lalu dia pikir bagaimana bisa laki-laki tersebut tidak mengangkat panggilannya?!.


Hal tersebut jelas dan sontak membuat Alisa saat kesal dan marah, tiba-tiba satu kecurigaan besar menghantam dirinya, dia pikir jelas saja dia mencurigai laki-laki itu, sejak dulu Bram sangat pandai bermain kata bahkan sangat pandai merayu perempuan manapun yang dia suka.


Bukan rahasia umum lagi jika laki-laki itu seorang playboy dan player sejati, selama bersama laki-laki itu beberapa kali dulu dia memergoki Bram berselingkuh, namun hampir 5 tahun ini laki-laki tersebut terlihat sangat berubah, dia tidak pernah lagi melihat Bram menggandeng perempuan manapun atau menyimpan nomor perempuan manapun.


Karena itu selama 5 tahun ini dia cukup merasa lega, apalagi hal ini terjadi selama dia kembali kepada Darrel, dia pikir mungkin Bram menaruh kecemburuan untuk dirinya karena Alisa telah tinggal kembali bersama Darrel demi misi mereka.


Tapi dia jelas tidak bisa memantau Bram selama 24 jam, namun dia tahu Bram tidak mungkin bertingkah seperti dulu sebab Bram selalu berkata mereka akan menikah setelah Lisa meninggalkan Darrel dan mereka mendapatkan seluruh harta kekayaan Darrel yang akan dipindahkannya kepada Gea.


Tapi hari ini tiba-tiba dia merasa Bram terlihat sangat mencurigakan, sebenarnya beberapa waktu ini dia mulai curiga karena laki-laki itu sedikit bertingkah aneh, bahkan beberapa kali Bram membasahi rambutnya saat mandi dan dia datang tiba-tiba tanpa menghubungi Bram lebih dulu.


Alyssa sengaja tidak menghubungi Bram lebih dulu setiap kali dia ingin datang belakangan ini karena dia mencoba untuk membuat kejutan untuk laki-laki tersebut.


Meskipun dia tidak pernah mendapati bra menyembunyikan perempuan lain di apartemennya tapi terkadang insting seorang perempuan suka berjalan sendiri begitu saja.


Melihat laki-laki tersebut sama sekali tidak mengangkat panggilannya, pada akhirnya Alisa mencoba untuk mengikuti langkah Bram.


Keberuntungannya hari ini adalah dia bertukar mobil milik Darrel di dalam garansi laki-laki tersebut kemarin, jadi dia yakin Bram tidak akan tahu jika dia mengikuti laki-laki tersebut yang dia bahkan belum tahu ke mana arah tujuannya karena Bram sama sekali belum membicarakan kepadanya soal kepergiannya, sebab biasanya laki-laki itu akan berpamitan dan berkata ke mana saja dia akan pergi setiap harinya.

__ADS_1


Bola mata Anisa cukup fokus menatap ke arah depan, dia mencoba memasang jarak dengan mobil laki-laki itu agar tidak ketahuan meskipun dia menggunakan mobil lain yang tidak diketahui oleh Bram.


Perempuan itu semakin mengerutkan keningnya karena dia pikir pergi menuju ke arah sisi Selatan di mana itu artinya laki-laki tersebut pergi ke tempat asing yang tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya.


Jangan ditanya bagaimana jantung Alisa saat ini berdetak, tiba-tiba saja sejuta kecurigaan menghantam dirinya, dia ingin menerka-nerka tapi cukup takut untuk melakukannya sebab dia tidak ingin merasakan hati karena keadaan.


Sebelum prasangka buruknya benar-benar terjadi dan dia pikir itu belum tentu benar maka lebih baik dia terus mengikuti langkah laki-laki tersebut melajukan mobilnya dengan kencang ke arah depan.


Mobil tersebut yang ada di hadapannya terus melaju memecah jalanan hingga akhirnya entah berapa lama Alisa mengikutinya mobil itu berbelok pada satu tempat di sisi kiri di berbagai macam bangunan gedung yang menjulang tinggi di setiap sisi kiri dan kanannya.


Kemudian laki-laki itu mulai memerankan mobilnya dan mencoba masuk ke satu wilayah apartemen mewah yang ada di pinggiran kota, seketika Alisa semakin menurunkan tenangnya karena dia tahu apartemen itu apartemen yang cukup mahal tidak pernah dia kunjungi sebelumnya bersama brand untuk menemui siapapun sebelum ini.


Mobil laki-laki tersebut masuk menuju ke area parkiran bawah tanah, Alisa sengaja memperlambat laju mobilnya dan membiarkan mobil laki-laki tersebut berangkat lebih dulu begitu Darrel keluar dari mobilnya paling sah secara perlahan mulai ikut masuk ke dalam area parkiran dan mencari tempat tarik gerakan terbaik yang cukup jauh dari mobil laki-laki itu.


Perempuan tersebut langsung keluar dari mobilnya begitu dia melihat mulai bergerak menuju ke arah pintu elevator di mana seorang security menunjukkan kepalanya pada laki-laki tersebut.


Seakan-akan Bram sudah sering masuk ke sana melihat interaksi yang dilakukan laki-laki itu dengan sang security yang ada di sana.


Begitu Bram Melesat masuk ke dalam pintu elevator, dengan cepat Alisa langsung bergerak menuju ke arah pintu elevator juga namun dia memutuskan untuk tidak naik pada elevator yang sama karena pengajarannya jelas akan sia-sia.


Perempuan itu bergegas mendekati sang security dan mencoba untuk bertanya.


"Maaf nona?"

__ADS_1


Security laki-laki berusia sekitar 35 tahunan tersebut bicara sembari mencoba menghentikan langkah Alisa.


"Aku rasanya aku tidak pernah melihat anda sebelumnya apakah anda orang baru atau pengunjung salah satu keluarga dari para penghuni apartemen ini?"


Laki-laki itu bertanya dengan mantap dan tegas sembari menelisik Alisha dari kaki hingga ke ujung kepalanya, menatap cukup curiga ke arah perempuan tersebut seolah-olah laki-laki itu bertindak dengan sangat waspada jika Alisa mungkin bisa menjadi ancaman baru di dalam apartemen mereka.


"Apa anda tahu dengan laki-laki yang barusan masuk tadi?"


Alisa bertanya serius, bola matanya menatap kearah pintu elevator yang tertutup.


Mendengar pertanyaan Alisa, laki-laki tersebut mengerut kan keningnya.


"Siapa? Laki-laki mana?"


"Yang barusan masuk ke dalam elevator"


"Tidak ada siapapun yang masuk kedalam barusan"


Security tersebut bicara menyakinkan, dia menaikkan ujung Alisnya sembari menatap tajam kearah Alisa.


"Apa?"


Alisa jelas langsung menoleh ke arah sang security tersebut, dia menaikkan ujung alisnya dan mengeluarkan ekskresi cukup terkejut saat mendengar laki-laki itu berkata tidak ada seorangpun yang masuk ke dalam elevator barusan.

__ADS_1


__ADS_2