
Klub malam xxxxxxx
Pusat kota
setelah mematikan handphone nya dan terputus dari panggilan bersama Gea, Alisa dan laki-laki tersebut bergerak untuk bersenang-senang menuju ke klub malam xxxxxxx.
Bram adalah laki-laki yang mengisi hari-hari Alisa selama ini sejak dulu, dia adalah cinta pertama Alisa, tapi ada alasan mutlak dimasa lalu mereka berpisah.
Keadaan membuat Alisa memilih Darrel dan membuang Bram, dia memilih menikah dengan laki-laki tersebut dan mengabaikan cinta pertama nya.
Ada alasan khusus yang membuat Alisa memilih untuk mengabaikan Bram dan mau menikah dengan Darrel kala itu, salah satu nya dia mungkin mengharapkan mendapatkan cinta dari laki-laki yang memang membuat dia jatuh cinta sejak lama.
Tapi Realita nya Darrel tidak pernah mencintai dirinya, mereka persis seperti orang asing yang terlihat hidup satu rumah tapi tidak saling mengenal, Darrel terlalu sibuk dengan dunianya dan tidak sekalipun melirik kearah nya.
Meskipun Darrel tidak pernah berkata dia tidak mencintai Alisa, tapi Alisa tahu Darrel tidak pernah menyukai pernikahan mereka dan tidak mencintai nya. Karena dia tahu seseorang yang mencintai orang lain sedingin apapun laki-laki tersebut pasti tetap akan memberikan sedikit perhatian dan juga tatapan yang berkata dia mencintai pasangan nya.
Tapi Darrel sama sekali tidak pernah menatap nya hangat atau bahkan memberikan nya perhatian kecil penuh cinta.
Laki-laki tersebut begitu abai dan acuh, bahkan sering kali Alisa berusaha membuat ulah, tidak pernah sekalipun Darrel berusaha mengingatkan dirinya.
Belum lagi laki-laki tersebut tidak pernah benar-benar menikmati sesi percintaan mereka, Darrel tidak pernah meminta lebih dulu untuk melakukan hubungan suami istri, selalu dan selalu Alisa bagaikan seorang pelacur yang memancing Darrel lebih dulu.
Ditengah suara musik yang memecah keheningan dan menyeruak masuk ke berbagai macam sela gendang telinga, Alisa meliuk-liuk kan tubuhnya di atas lantai diskotik dimana mereka berasal, Bram memeluk erat tubuh nya dari belakang, sesekali laki-laki tersebut menciumi ujung telinga dan menyesap lehernya, bahkan tangan laki-laki tersebut ber Girilaya di dada hingga ke bawah sana, membiarkan tangan nya masuk kedalam ****** ***** nya dan dengan nakal masuk kedalam intinya.
"Brammm"
__ADS_1
Alisa memejamkan bola matanya, menikmati permainan nakal jari Bram dibawah sana, di Antara mabuk nya karena cukup banyak mengkonsumsi minuman dan sedikit pil yang membuat dia melayang-layang di udara.
"Aku menginginkan nya"
Bram berbisik nakal di balik telinga nya, dia melepaskan gerakan tangan dan jarinya, membalikkan tubuh Alisa dan memilih untuk membawa Alisa pergi dari sana.
Laki-laki tersebut sejak awal telah menyiapkan tempat tinggal malam ini di Salah satu kamar yang telah dia sewa.
begitu membawa masuk tubuh Alisa kedalam kamar dengan lampu remang-remang, Bram dengan tidak sabaran mendorong tubuh Alisa kearah dinding.
Tangan Bram mulai menggila membawa Alisa, bahkan laki-laki tersebut semakin merapatkan tubuh mereka, dia menyambar bibir candu Alisa dengan hasrat menggebu dan rakus.
Ciuman itu bahkan berubah menjadi sesapan yang panjang, bahkan lidah laki-laki tersebut kini mencoba menyeruak masuk kedalam rongga mulutnya.
Alisa jelas terbuai, mengikuti permainan laki-laki tersebut sembari membiarkan kedua tangan nya mengalung ke leher Bram, membiarkan laki-laki tersebut melakukan apapun pada tubuhnya dimana dia tidak mendapatkan nya dari Darrel.
"Bram"
Alisa bicara pelan sembari mende.sah saat ciuman mereka terlepas.
Kabut gairah menghantam mereka berdua saat ini.
"Lakukan dan puaskan aku"
Bisik Alisa Sembari menatap Bram dengan penuh hasrat membara, Bram dengan senang hati menerimanya, dia dengan gerakan cepat kembali menautkan bibir mereka, Begitu menggebu, dalam dan panas membara.
__ADS_1
Dan entah berapa lama waktu berlalu hingga Bram mampu membuat dia melanglang buana hingga ke langit ke tujuh hingga pada akhirnya Alisa merasakan tubuhnya berguncang hebat, sesuatu dibawah sana jelas semakin membuat nya menggila, semakin dia berteriak, mende.sah dan melenguh indah semakin Laki-laki tersebut bergerak dengan tempo cepat dan sempurna, menciptakan sensasi-sensari lebih menggila dari di saat pertama mereka melakukan nya kemarin.
Beberapa kali Alisa mengencangkan pegangan, membiarkan seluruh tubuhnya berguncang hebat dengan sempurna begitu lama, hingga akhirnya membuat Bram merasakan dibawah sana lagi-lagi akan tumpah.
"Aku akan keluar.."
bisik Alisa pelan.
"Bersama"
bisik laki-laki itu balik kemudian terus memompa dengan gerakan cepat, menggiring Alisa agar mendapatkan pelepasan nya lebih dulu, sesaat setelah merasakan milik Alisa tumpah, Bram lagi-lagi langsung menumpahkan juga miliknya.
"Kau luar biasa sayang"
bisik Bram sambil mengencangkan pelukannya, bersandar di punggung Alisa beberapa waktu lantas mencium bahu belakang Alisa dengan lembut.
"Kenapa kau menumpahkan nya didalam breng..sek? aku bisa hamil Bram"
Oceh Alisa seketika dia menyadari sesuatu jika sejak ronde pertama laki-laki tersebut mengeluarkan nya didalam.
"Aku akan bertanggung jawab"
"jangan gila Bram, kita akan kehilangan semua aset Oxtone dan kesenangan jika Darrel tahu aku hamil anak laki-laki lain"
Mendengar ucapan Alisa seketika Bram terkekeh kecil.
__ADS_1
"Bukankah sudah aku bilang dia bodoh? apa kau lupa kita sudah membohongi nya sejak 17 tahun yang lalu?"