
Bayangkan bagaimana perasaan Linda saat mendengar ucapan Gerald, perempuan tersebut jelas menggeram diam-diam, berusaha menahan perasaan nya dan kemarahan nya.
Dia memejamkan sejenak bola matanya lantas membuang kasar nafasnya.
Dulu mengendalikan Gerald jelas begitu mudah, belasan tahun bersama laki-laki itu setidaknya bisa membuat dia berfoya-foya dengan uang yang diberikan Gerald bahkan. dia benar-benar menjadi nyonya La Oberoy dengan gelimang harta.
Meskipun tidak berhasil mendapatkan cinta dari seorang Gerald La Oberoy dan perasaan nya bertepuk sebelah tangan hingga membuat dia khilaf berselingkuh dengan laki-laki lain yang mencintai dan menghargai dirinya tapi yah itu tadi dia bahagia dengan gelimangan materi dari laki-laki tersebut.
karena itu begitu Gerald menceraikan dirinya karena berselingkuh membuat Linda gelagapan, dia mencari trik dan intrik agar tidak kehilangan fasilitas yang telah membuat kenyamanan tersendiri untuk dirinya.
Satu-satunya cara untuk terus mendapatkan semua yang biasa dia nikmati, Linda pada akhirnya mendesak Gerald atas nafkah setelah bercerai juga terus mendesak Gerald agar meletakkan nama Bastian pada surat wasiat yang melingkupi saham perusahaan, properti dan harta yang dimiliki Gerald.
Bahkan saat para perempuan mendekati Gerald termasuk Julia, dia terus mencari cara guna menjauhi dan menekan mereka.
Tapi dia tidak menyangka, kehadiran Venus menjadi bencana untuk dirinya. Sejak awal Bastian membawa Venus dia sudah begitu membenci Venus, wajah itu mengingatkan dia pada masa lalu mereka.
Bastian terus memuji Venus dengan seluruh kepintaran dan kecantikan nya, persis seperti Gerald yang memuji Eliza.
Yah Eliza.
Kekasih Gerald dimasa lalu.
Wajah itu mengingatkan nya pada Eliza,jika bukan karena aspek keberuntungan dan jebakan yang di buat nya untuk Gerald, mungkin yang berdiri menjadi nyonya La Oberoy adalah Eliza bukan dirinya.
Tapi dia jelas memiliki sejuta akal untuk memisahkan mereka di masa lalu.
Karena itu begitu Venus hadir di antara mereka jelas membuat dirinya khawatir bukan main apalagi pandangan bola mata Gerald Ketika Bastian memperkenalkan Venus tidak pernah bisa lepas dari sosok gadis tersebut.
Seolah-olah Gerald ingin bertanya siapa nama ibu nya, tapi terus di urungkan oleh laki-laki itu.
Dan ketika dia yang bertanya siapa nama ibu Venus, gadis itu menjawab nama nya Betharia dan itu membuat dia cukup lega karena dia fikir Venus bukan putri Eliza, tapi siapa sangka gadis itu memberikan nama belakang nenek nya pada mereka.
Dan meskipun begitu Linda terus berusaha mencari tahu soal Venus hingga akhirnya satu kenyataan mengejutkan dirinya.
Venus benar-benar putri cantik nya Elizabeth dan Andrew Auschwitz.
"Apa?"
__ADS_1
Kala itu Linda berusaha menahan tubuhnya yang hampir pingsan saat dia sadar siapa sosok Venus yang sebenarnya.
"Putri Elizabeth?"
Bagaikan mimpi buruk yang menerjang kembali kehidupan mereka secara tiba-tiba, membuat dia ingat bagaimana dia Menjebak Gerald di masa lalu dan Memisahkan Eliza dari mereka.
Semua kenangan menakutkan masa lalu membuat dia takut Gerald kembali mengeruk informasi soal kehidupan Eliza melalui putri nya dan mengeruk informasi Bastian yang terus di curigai nya.
Pada akhirnya membuat Linda memutus cara untuk membuat Bastian meninggal kan Venus secepatnya.
"Kau menyukai Bastian bukan?"
Sebaris pertanyaan itu melesat dari bibir nya untuk Maria Oh Hara.
"Yes, untie"
"Maka cari cara untuk memisahkan Bastian dari Venus dan buat gadis itu secepat nya keluar dari kampus xxxxxxx , bahkan kalau bisa buat hidup nya hancur tidak bersisa"
Perintah nya cepat kala itu.
Lanjut nya dengan bola mata yang menyala-nyala.
Tapi apa yang terjadi kini?! bagaimana bisa Bastian menggila merasa kecewa, Gerald yang mendapat Venus dan kedua orang itu akan menikah dalam waktu dekat.
Dan kini?!.
Dia apa harus pasrah dan gigit jari.
No, dia tidak akan Sudi kehilangan semuanya.
"Mari membuat surat perjanjian, kau boleh menikahi Venus tapi dengan syarat pindahkan secepat surat wasiat mu untuk Bastian"
Ucap Linda lagi kemudian.
Gerald menatap bola mata Linda untuk beberapa waktu, kemudian laki-laki tersebut berkata.
"Berikan aku waktu hingga besok, aku akan mengurus semua nya"
__ADS_1
Mendengar jawaban laki-laki tersebut jelas membuat Linda mengembangkan senyuman.
Dia harus berhasil melakukan semua itu secepat nya.
Tapi tanpa pernah dia sadari, ketika dia keluar dari ruangan kerja mantan suami nya tersebut seseorang masuk selang beberapa menit.
"Kau membawa nya?"
Tanya Gerald ketika seseorang masuk kedalam sana.
"Yes Sir"
Laki-laki itu bicara sambil mengangguk kan kepalanya, memberikan sebuah map mendominasi berwarna putih dengan tulisan dengan sebuah tulisan didepan nya.
DNA Testing, legal paternity test.
Dia melakukan nya sejak bulan kemarin diam-diam dibelakang semua orang termasuk Linda dan Bastian, untuk menyakinkan diri nya sendiri soal keraguan status dirinya dan Bastian.
Gerald membuka map tersebut secara perlahan, mencoba menahan detak jantung nya atas hasil yang ada didalam sana.
Cukup lama.
Detik pertama,
Detik kedua,
Detik ke tiga,
hingga pada detik ke lima Gerald langsung meremas erat kertas yang ada di tangan nya tersebut.
Dia mengeram dengan sejuta kemarahan, gigi nya saling mengadu dan dia memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.
Berani-beraninya kau Linda...!.
Batin nya geram.
__ADS_1