Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Bab 65


__ADS_3

Mansion utama Darrel


Kamar utama Gea.


Darrel terlihat mengintip dari kaca jendela kamarnya ketika dia mendengar suara deru mobil masuk ke pekarangan mansion nya, bisa laki-laki itu pilihan itu adalah mobil pamannya Vier.


Dia melirik kearah jam dinding, sudah lewat jam 7 malam.


Laki-laki tersebut benar-benar menepati janjinya untuk membawa putrinya pergi makan bersama serta menemani seseorang yang dia tidak tahu siapa.


Dia melihat Gea keluar dari mobil tersebut sembari melebarkan senyumannya lantas melambaikan tangannya ke arah Vier yang mulai perlahan bergerak menjauh dari sana.


Darrel buru-buru langsung menutup sekat kaca jendelanya kemudian dia bergerak menuju ke arah kasur milik putri nya tersebut.


Cukup lama dia menunggu hingga bisa dia dengar Gea bergerak masuk ke arah kamar gadis tersebut.


Klekkkkk.


Gea yang baru membuka pintu kamarnya seketika langsung membulatkan bola matanya.


"Dad?"


Perempuan itu cukup terkejut saat dia melihat daddy nya berada di dalam kamarnya.


"Daddy sudah pulang dari perusahaan?"


Gea kembali bertanya sembari menutup pintu kamarnya secara perlahan, dia bergerak berjalan mendekati laki-laki tersebut yang kini tengah duduk di pinggir kasur mendominasi berwarna pink miliknya.


Gambar itu dipenuhi dengan berbagai macam gambar hello Kitty di setiap sudut kamar bahkan seluruh aksesoris kamarnya, meskipun Darrel tidak tahu kenapa para gadis dan perempuan menyukai karakter hello Kitty yang jelas dia sangat tersiksa melihat karakter aneh tersebut yang tidak memiliki mulut.


Oh god, bayangkan bagaimana bisa mereka membuat animasi tanpa mulut? Itu benar-benar aneh.


Batin Darrel.


"Bagaimana acara makan mu?"


Darrel bertanya cepat kearah gadis yang ada dihadapan nya tersebut, Darrel terlihat menepuk-nepuk kasur di sampingnya agar Gea mendekati dirinya dan duduk di sana.


Seperti seekor kucing persia perempuan itu menurut, dia langsung duduk tepat di samping daddy nya setelah melemparkan tas sekolah nya.


"Semua berjalan dengan baik Dad"


Gea menjawab dengan cepat kemudian dia duduk tepat di samping Darrel lantas memilih untuk menselonjorkan kakinya.


"Naiklah ke atas kasur, daddy akan bantu memijat nya"


Darrel bicara dengan cepat, dia menarik Gea agar naik ke atas kasur.


"Ya?"


Gea Bertanya sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa daddy tidak lelah? Aku tidak apa-apa, hanya sedikit capek karena disekolah ada pelajaran olah raga"


Perempuan itu mulai bercerita, sedikit mengeluh karena betisnya terasa ingin lepas.


"Mereka membuatmu berlari?"


Kali ini laki-laki tersebut mengerutkan telinga sembari bertanya, dia malah tidak mempedulikan pertanyaan Gea soal apakah dirinya lelah atau tidak.


"Tentu saja dad bukankah pelajaran olahraga akan ada sesi berlarinya? kami berlarian mengitari lapangan sekolah sebelum masuk ke olahraga inti"


Dia jelas menjawab dengan begitu polos, mana tahu jika jawabannya akan menyulut kemarahan Darrel.


"Katakan padaku siapa guru olahraganya? apa aku harus memecat nya karena meminta putriku untuk berlarian hingga betisnya sakit?"


Bisa-bisanya laki-laki itu meninggikan suaranya terlihat begitu marah dan tidak suka saat dia tahu seseorang membuat putrinya harus berlarian mengitari lapangan sekolah.


"Ya?"


Gea jelas terkejut mendengar ucapan Darrel.


"Daddy... Itu wajar terjadi di setiap pelajaran sekolah olahraga, aku rasa semua sekolahan pasti menerapkannya"


Perempuan itu buru-buru menjelaskan kepada daddy-nya.


"Tentu saja itu berlaku untuk anak-anak didik lainnya, daddy tidak suka mereka menerapkan hal tersebut pada dirimu"


Protes Darrel dengan cepat.


"Itu bukan masalah biarkan mereka tahu siapa kamu"


"Aku tidak mau dibilang sebagai putri daddy, no way"


Seketika mimik wajah Gea berubah, dia memunyungkan bibirnya Sembari bola matanya terlihat berkaca-kaca.


"Aku tidak ingin semua orang tahu jika aku adalah Putri seorang Darrel Oxtone, tidak daddy"


Ada rasa sakit di balik ucapannya, dia mana mau dikatakan sebagai Putri Darrel, harapannya jelas lebih, dia ingin orang-orang tahu dan mengenalnya sebagai orang yang spesial untuk laki-laki di sampingnya tersebut, bukan sebagai putrinya melainkan sebagai kekasihnya.


Apakah harapan nya terlalu berlebihan?.


Seketika rasa sedih menghantam dirinya saat dia ingat bagaimana status mereka berdua.


"Aku berharap terlalu banyak"


Gea pada akhirnya berguman pelan sembari dia menundukkan kepalanya.


"Aku Seolah-olah lupa diri"


Ucap nya lagi.


Melihat ekspresi putrinya dan juga ucapannya seketika langsung membuat Darrel sedikit menyesal.

__ADS_1


"Hey...baby"


Dia secara perlahan memegang dagu putrinya.


"Maafkan aku karena hampir lupa soal status kita"


Ucap derrel kemudian lantas meminta Gea menatap bola matanya.


Bisa dilihat bola matanya perempuan tersebut berkaca-kaca.


"No baby, aku tidak akan pernah berkata jika kamu adalah putriku, akan ada masa aku akan berkata jika kamu adalah kekasihku hmmm"


Laki-laki itu bicara secara perlahan menatap balik bola mata putrinya untuk beberapa waktu.


"Kekasih?"


Sejenak Gea membeku.


"Bagaimana bisa?"


Dia jelas Bertanya bingung.


Bagaimana bisa daddy nya mengumumkan pada dunia jika dia kekasihnya, hubungan mereka jelas tidak bisa diganggu gugat, bisa diyakini grandma dan grandpanya akan membunuhnya jika dia dan daddy nya membuka hubungan soal mereka.


Bahkan bayangkan bagaimana nanti Alisa saat Tahu soal mereka berdua?!.


Mommy nya pasti akan menyalahkan dirinya dan membunuh nya, bahkan dia pasti akan dibenci oleh perempuan itu sampai mati.


Bayangkan betapa kejam nya Gea telah menghianati mommy nya sendiri, di mana dia telah merebut laki-laki di sampingnya itu dari tangan mommynya.


Bahkan dia telah berani bercinta dengan daddy nya sendiri, dan Gea sama sekali tidak tahu akan dibawa kemana hubungan mereka saat ini.


Terkadang ada sejuta kekhawatiran di dalam hatinya soal affair yang mereka lakukan di belakang semua orang, dia merasa dirinya seperti seorang pelacur yang telah berani menggoda milik mommy nya.


Tidak pernah berani dia bayangkan bagaimana semua orang akan membencinya ketika tahu bagaimana hubungan dia dan Darrel berjalan sejauh ini dalam beberapa waktu ini.


"Mommy, Grandpa dan grandma pasti akan membunuh ku saat tahu apa yang terjadi pada kita"


Ucap Gea pelan.


"No baby, tidak akan ada yang berani menyentuhmu dan menyalahkanmu, percayalah pada daddy, daddy akan menyelesaikan semuanya dan mengurus nya dengan baik"


"Mommy akan membunuh ku"


"Dia tidak akan bisa melakukan nya"


"But dad..."


Dia masih ingin bicara tapi tiba-tiba Darrel memegang kedua belah pipi, dan didetik berikut nya tiba-tiba laki-laki tersebut menyambar bibirnya namun sebelumnya laki-laki tersebut berkata.


"Kau jadi lebih cerewet sekarang"

__ADS_1


Dan laki-laki itu membekap mulutnya dengan mulut Laki-laki tersebut dengan cepat, memberikan ciuman panas yang cukup dia rindukan saat ini, tubuh Gea seketika berbaring dalam posisi ke atas di kasur.


__ADS_2