Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Laki-laki yang payah


__ADS_3

Kembali ke masa kini


Apartemen Bastian


Kristy dengan kepayahan membawa tubuh Bastian hingga masuk ke dalam apartemen laki-laki tersebut, dia cukup tersengal-sengal membawa laki-laki itu.


Meskipun tidak dipungkiri dia memiliki tubuh yang kuat dan kokoh tapi yang namanya perempuan tetap akan kalah menggendong tubuh laki-laki.


jangan ditanya bagaimana sulit nya dia untuk masuk ke apartemen tersebut dulu, Namun sering berjalan di waktu karena sering mengantar Bastian pada akhirnya para penghuni apartemen dan juga satpam yang berjaga di bawah sudah benar-benar sangat hafal dengan dirinya.


bahkan bisa dikatakan orang-orang mungkin mulai bosan melihat wajahnya.


apalagi melihat kelakuan Bastian yang mabuk karena dilema kehidupan yang tidak berkesudahan.


"Aishhhh apakah kau tidak bisa tidak menyusahkan orang? tiap kali mabuk kau benar-benar membuat ku kepayahan"


Kristy mulai mengoceh sembari melepaskan sepatu Bastian, dia terus menggerutu karena laki-laki tersebut benar-benar bodoh karena selalu melampiaskan persoalan selalu ke minuman.


"Kau tahu? bahkan Gerald tidak pernah menyentuh minuman, kenapa kau tidak belajar dari laki-laki tua itu"


"Bukankah cara melampiaskan kekesalan dan kemarahan banyak? misal nya bermain lempar bola, ice skating, bahkan bisa pergi ke tempat-tempat ekstrim yang bisa memacu adrenalin, atau kalau tidak coba-coba bunuh diri sesekali dengan minum racun rumput... oh apa yang aku bicarakan barusan?"


Plakkkk

__ADS_1


Gadis itu memukul bibir nya dengan telapak tangan nya.


"Awhhhh sakit"


Ringis nya sembari memunyung kan bibirnya.


"Aku ini kenapa tidak bisa mengontrol mulut ku sendiri"


Gadis itu bicara sambil memejamkan bola matanya sejenak, sejenak dia mencium telapak tangan nya sendiri untuk beberapa waktu.


"Hoeekkkk apa kau tidak pernah mencuci kaus kaki dan sepatu mu bas? kau ini...oh benar-benar keterlaluan, ini bau sekali"


Kristy langsung membuang kaos kaki dan sepatu Bastian ke sembarang tempat.


"Kau ini benar-benar malang sekali, apa orang kaya hidup nya sesulit ini? ckckckkc untunglah aku tidak lahir dari keluarga kaya raya, jika tidak mungkin aku bisa gila seperti kalian orang-orang kaya"


Oceh Kristy kemudian.


"kau, Maria Oh Hara dan beberapa teman-teman mu hidup dengan Begitu malang"


Setelah berkata begitu kristy langsung menjongkok kan tubuhnya, dia buru-buru mencoba melepaskan pakaian Bastian, mencoba untuk mengganti pakaian laki-laki tersebut dengan yang baru.


Aroma minuman dan sisa Muntahan laki-laki tersebut ada di mana-mana, itu benar-benar membuat jijik diri nya.

__ADS_1


"Oh my god, aku benar-benar tidak memahami kehidupan orang-orang kaya, katakan kepadaku apa orang-orang seperti kalian selalu punya banyak permasalahan?"


Dia bicara kemudian mencoba mencari pakaian laki-laki tersebut yang tergeletak sembarangan di atas kursi.


Apartemen itu benar-benar berantakan dan tidak terurus.


"Oh come bas, seharusnya kau bersyukur jadi orang kaya, punya banyak uang, kehidupan yang menyenangkan dan lain sebagainya"


Kristy terus mengomel sendiri Sejak tadi, dia mulai mengganti pakaian Bastian dengan gerakan cepat, berharap tugas nya selesai dan di bisa pergi secepat nya dari sana.


"Tapi apa kau tahu? kehidupan orang-orang seperti kami begitu menyenangkan Bas, kau tahu? meskipun kami sering kekurangan uang, tapi kami bahagia dengan banyak cara, setidaknya kami punya keluarga harmonis yang bahagia"


di tengah keluhan dan ocehannya tiba-tiba tanpa disadari seorang perempuan bergerak berjalan mendekati dirinya.


mana dia tahu jika perempuan itu sejak tadi ada di dekat mereka, duduk di sudut kursi, menatap gerakannya dan ocehan nya yang tanpa henti.


"Apakah sudah selesai mengganti pakaian nya?"


suara perempuan tersebut mengejutkan dirinya, seketika Kristy melonjak kaget dan menoleh kearah belakang nya.


"Tante?"


Kristy bicara sambil menelan salivanya.

__ADS_1


__ADS_2