Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Masa kecil yang tidak semanis orang-orang bayangkan


__ADS_3

Bastian melesat masuk ke dalam mobil nya dengan perasaan yang hancur berkeping-keping, dia mencoba menahan air matanya untuk beberapa waktu, laki-laki tersebut dengan cepat melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke arah manapun yang sebenarnya dia tidak tahu.


Jutaan kekecewaan menghantam dirinya saat ini, bahkan ketika dia ingin mengadu dia tidak memiliki tempat untuk berbagi.


Laki-laki tersebut berkali-kali mencoba untuk menahan nafas nya agar tidak mengeluarkan tangisan nya, bagi nya terlalu cengeng Ketika seorang laki-laki menangis hanya Karena hal sepele.


18 tahun dia hidup, dia tahu menangis adalah hal yang paling dibenci oleh Mommy nya.


"Hentikan tangisan mu, kau adalah seorang laki-laki, jangan keluarkan air mata tidak berguna mu, semakin cengeng dirimu kau akan sulit untuk bertahan didalam permainan hidup yang Tuhan ciptakan"


Mommy nya selalu berteriak dengan kasar tiap kali Bastian ingin menangis dimasa kanak-kanak nya saat dia terjatuh atau terluka.


Dia ingat bagaimana terakhir kali nya dia menangis karena terjatuh dari sepeda, alih-alih membantu Mommy nya malah membentaknya, menampar wajahnya dengan kasar dan berkata.


"Menangis lagi.... mommy ingin lihat bagaimana air mata mu jatuh hari ini, semakin banyak air mata mu jatuh, tamparan mommy akan semakin keras melesat ke pipi mu"


Jangan kan menangis, terisak pun bahkan Bastian tidak berani.


Realita nya kedua lutut nya terluka, dia tidak berharap banyak, hanya ingin Mommy nya meraih tangan nya sambil berkata.

__ADS_1


"Sayang apakah sakit?"


Dia berharap mommy nya berkata seperti itu, menyentuh dan melihat lututnya yang berdarah sembari memeluk nya dan berkata semua pasti baik-baik saja.


Dia iri tiap kali teman-teman nya mendapatkan perhatian yang begitu tulus dan penuh cinta dari mommy mereka.


Nyata nya dia tidak pernah mendapat kan nya.


Masa kecil nya tidak sebahagia yang orang-orang bayangkan.


Sejak awal dia seperti hama didalam kehidupan Linda, ingatan terbesar nya saat di TK hingga duduk di Bangku SD kelas 3 perempuan itu selalu mengabaikan nya, Linda berkata jika dia tidak suka melihat wajah nya.


Urusan sekolah jelas menjadi urusan wanita paruh baya di rumah mereka.


Daddy nya terlalu sibuk dengan pekerjaan nya, meskipun tidak dipungkiri sesekali Gerald datang ke sekolah untuk mengantar dan menjemput nya, tapi rasanya mereka memiliki lapisan batu penghalang yang begitu besar berdua.


Apalagi dia mulai paham, hubungan Linda dan Gerald tidak baik-baik saja, dalam pernikahan orang tua nya bisa dia lihat Gerald tidak pernah benar-benar mencintai Linda.


Karena itu dia begitu membenci Gerald.

__ADS_1


Alam bawah sadar nya seolah-olah berkata.


Andai saja Gerald mencintai Linda dan memperlakukan Linda seperti Daddy teman-teman nya dengan penuh cinta, dia yakin Linda tidak akan membenci nya.


Karena itu Bastian selalu menanamkan kebencian pada laki-laki tersebut kebencian yang begitu mendalam, berusaha untuk memberontak setiap kali Gerald mencoba mendekati nya hingga dia dewasa.


Baginya Gerald seperti monster yang menyakiti Mommy nya, menikahi Linda hanya karena keterpaksaan dikala dia hadir tanpa pernah diinginkan oleh mereka berdua.


Tapi hari ini seolah-olah dia sadar kenapa Gerald membenci Linda dan tidak mengharapkan kehadiran nya, mungkin benar kecurigaan dia selama ini kenapa mereka tidak diberikan wajah yang sama, tapi karena dia tidak memiliki bukti untuk menyakinkan diri kenapa mereka tidak memiliki kemiripan membuat Bastian lebih memilih tutup mulut selama bertahun-tahun.


Dia takut seandainya apa yang dia takutkan benar-benar terjadi, karena itu Alih-alih marah saat Gerald menyerahkan hasil tes DNA mereka, Bastian hanya bisa menelan pil pahit dan mencoba untuk meminta penjelasan pasti dengan Linda.


Sejenak Bastian mencoba menarik pelan nafasnya, dia mencoba menekan-nekan dadanya untuk beberapa waktu, berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya tapi sekuat apapun dia mencoba nya pada akhirnya dia menangis juga didalam mobil tersebut.


Terisak sambil terus berusaha untuk memukul-mukul dadanya.


Bas.. it's ok, semua pasti baik-baik saja.


Batin nya sambil terus terisak.

__ADS_1


__ADS_2