Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Bab 62


__ADS_3

Kembali ke mansion Alisa.


Perempuan tersebut terlihat gemetaran, mencoba mencari sesuatu didalam laci nakasnya, merogoh isi nya dengan perasaan bingung dan panik, memastikan dia menemukan apa yang dia cari di sana.


Cukup lama dia mencari hingga akhirnya dia menemukan sebuah botol putih berukuran tidak terlalu besar yang mampu digenggamnya dengan telapak tangannya, perempuan itu buru-buru langsung menariknya kemudian langsung membuka dan mengeluarkan isinya dengan cepat sembari tangannya terus gemetaran menggenggam benda tersebut.


Beberapa butir pil keluar dari sana, kemudian secepat kilat perempuan itu langsung memakannya tanpa berpikir dua tiga kali.


Setelah menelan obat tersebut sejenak bisa dilihat Alisa membiarkan tubuhnya bersandar di dinding kamarnya, dia meminjamkan bola matanya sejenak sembari mencoba menarik nafasnya untuk beberapa waktu.


Perempuan itu terlihat diam tak bergeming, dia mencoba untuk menetralisir detak jantungnya juga mencoba untuk mengingat apa yang diucapkan oleh Bram kepada dirinya.


Sejenak perempuan itu menyentuh perutnya cukup lama dia tak berbohong lantas beberapa waktu kemudian tangisnya pecah tanpa bisa dia tahan lagi.


******


Kembali ke masa lalu


Mansion utama keluarga Oxtone


Makan malam bersama terlihat cukup menampilkan suasana keheningan di antara mereka, mommy Darrel tampak meletakkan beberapa makanan kehadapan suami nya.


Sedangkan Darrel sendiri terlihat enggan melahap makanan nya, laki-laki tersebut terlihat memilih menghabiskan minuman nya secara perlahan.


"Daddy dengar kamu tidak pulang selama 1 bulan lebih?"


Laki-laki tua Oxtone bertanya pada Alisa, menatap menantu nya sembari mengerut kan keningnya.


"Aku kembali ke rumah daddy ku, dad"


Jawab Alisa cepat.


"Daddy dengar ada sedikit persoalan dengan kesehatan janin mu? Apakah semua baik-baik saja?"


Tuan Oxtone terus bertanya dengan serius.


Alisa terlihat mengeratkan genggaman tangan nya.


"Semua baik-baik saja, hanya sedikit persoalan di trisemester pertama dan itu kata dokter hanya hal biasa"


Alyssa dengan cepat bicara berkilau dia mencoba berkata semua baik-baik saja.


"Kou tahu itu adalah aset berharga keluarga Oxtone, bayi kalian adalah satu-satunya harapan untuk menjadi pewaris berikutnya. Tidak peduli dia laki-laki atau perempuan baik-baiklah menjaganya"


Ucap laki-laki tua itu lagi.


Alisa terlihat diam, dia tidak menjawab sama sekali.


"Harapan seorang perempuan adalah anak-anak mereka, tanpa anak-anak perempuan terlihat tidak berguna, daddy tidak ingin kalian kehilangan kesempatan merawat anak-anak hingga dewasa"


"Sayang jangan terlalu menekan Alisa, biarkan semua berjalan normal seperti biasanya"


Istri tuan Oxtone bicara cepat.


"Yeah aku tidak menekan nya"

__ADS_1


"Ngomong-ngomong kekuarga Harianda lagi-lagi kehilangan kesempatan menimang cucu mereka"


Tiba-tiba bibi muda bicara cepat.


"Kenapa?"


Mommy Darrel bertanya cepat.


Menantu mereka mengalami keguguran dan memiliki persoalan dengan kantung rahim nya"


"Itu menyedihkan"


"Mereka mencari menantu pengganti saat ini, mereka bilang Perempuan yang tidak bisa memiliki anak tidak pantas untuk terus duduk dan menerima hak waris dalam keluarga mereka"


Ucap bibi muda sembari menyuap sisa makanannya.


"Itu wajar, orang-orang sekelas kita membutuhkan penerus bukan cinta"


Saat tuan Oxtone berkata begitu, Alisa seketika menatap laki-laki tua itu untuk beberapa waktu, dia mengeratkan tangan hya sembari mencoba untuk memikirkan soal sesuatu.


Ini tidak baik-baik saja.


******


Mansion utama keluarga Alisa


Kamar utama Alisa.


Perempuan tersebut terlihat mondar-mandir sejak tadi dengan perasaan gusar, kata-kata ayah mertuanya benar-benar membuat dia terganggu tadi, tidak memiliki keturunan artinya tidak punya kesempatan untuk bertahan dalam keluarga Oxtone dan dia dalam seumur hidupnya tidak mungkin memiliki kesempatan untuk mendapatkan keturunan atau bahkan hamil dan laki-laki manapun.


Dia harus memiliki akal dan mencari rencana untuk bisa tetap bertahan di keluarga Oxtone dan terus bertahan di sisi Darrel hingga akhir dia tidak akan mau kehilangan seperempat kebahagiaan dari sana yang tidak mungkin dia dapatkan dari tempat lain.


Karena itu dia harus memikirkan cara apa yang harus dilakukan saat ini, otak pikirannya seketika menjadi runtuh dan dangkal karena dia juga tidak memiliki cara untuk membuat dirinya memiliki anak dan hamil.


Meskipun dia berselingkuh di belakang Darrel dan bercinta hingga ribuan kali bersama laki-laki lain, realita nya itu tidak akan mengubah apapun bahwa dia tidak akan pernah memiliki anak dalam seumur hidupnya.


Alisa menarik nafas yang besar mencoba meminjam-mijat kepalanya untuk beberapa waktu sembari berpikir apa yang harus dia lakukan.


Hingga akhirnya tanpa dia sadari lebih pelayan di rumahnya masuk membawa nampan berisi makanan dan minuman.


"Kemana semua orang dirumah?"


Dia bertanya cepat kearah wanita itu.


"Mereka pergi menuju ke Beynac-et-Cazenac, Dordogne"


Beynac-et-Cazenac merupakan salah satu kota kecil di Prancis, mereka merupakan tempat yang begitu indah, bertengger di atas jalan yang berliku-liku di Sungai Dordogne, Beynac-et-Cazenac memiliki sejarah kekerasan. Dalam Perang Seratus Tahun, kastil romawi bertengger di atas pemukiman krem ​​emas ini berhadapan dengan Castelnaud, yang setia kepada Plantagenets Inggris.


Sungai, tebing, desa di bawah, dan kastil di atas tebing (salah satu yang paling terpelihara di wilayah ini) semuanya bersatu untuk membuat Beynac-et-Cazenac menjadi sangat indah. Naik lorong berliku curam untuk mengunjungi château, di mana mural dan permadani bersejarah masih menghiasi dinding.


"Apa yang mereka lakukan disana?"


Alisa mengerutkan keningnya.


"Saya kurang tahu nona"

__ADS_1


******


Beynac-et-Cazenac


Dordogne


Prancis


Bola mata Alisa menatap tajam kearah depan nya, dimana dia melihat seorang perempuan yang jelas tidak asing di ujung sana, tengah berjalan membawa bungkusan kantung kertas di kedua tangan nya.


Senyum merekah tampil dari balik wajah cantik tersebut, dimana bisa dia lihat perut perempuan itu mulai membesar dengan sempurna.


Tebak apa yang Alisa pikirkan saat ini?!.


Ini adalah pemecahan permasalahan nya, perempuan itu akan menjadi kuncinya untuk tetap bertahan di keluarga Oxtone dan di samping Darrel.


Bayi perempuan itu akan menjadi satu-satunya penghubung dirinya dan menjadi sosok satu-satunya juga agar dia diperlakukan seperti seorang ratu didalam keluarga tersebut.


Silsila.


Seulas seringai licik mengembang dibalik wajah picik Alisa.


Yah perempuan itu adalah Silsila, gadis muda yang pernah menjadi gadis pilihan Darrel untuk dijadikan istri nya, gadis yang pernah dia jebak agar tidak bersama Darrel dan hancur bersama Vier, paman suaminya tersebut.


Gadis yang melewati malam panas atas jebakan nya dengan obat afrodisiak.


Dia jelas tidak menyangkal, malam panas itu membuat gadis itu hamil anak dari penerus Maxima.


Kau benar-benar Dewi penyelamat ku, Silsila.


Batin Alisa dengan perasaan berbunga-bunga.


"Susun rencana nya, aku ingin dia berada di genggaman ku hingga bayi nya lahir bahkan hingga akhir hayat nya"


Ucap Alisa pada laki-laki yang ada di sisi kanan nya"


"Baik nona"


Dia masih melihat senyuman merona dari wajah Silsila yang tengah bicara dengan beberapa penduduk kampung disana.


Alisa akan memastikan senyuman cantik tersebut akan menghilang semua nya ketika dia merampas seluruh kebahagiaan nya.


****


Kembali ke masa kini


Mansion Alisa


Kamar utama Alisa.


Perempuan tersebut masih dengan tubuh gemetaran mencoba untuk menyentuh perutnya, dia bingung dengan apa yang terjadi belakangan dengan pemikiran nya.


Ada apa?!.


Apa aku sudah mulai berhalusinasi?!.

__ADS_1


__ADS_2