Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Gangguan Manis


__ADS_3

hingga pada akhirnya Gerald bergerak dengan begitu nakal, menyapu SD seluruh permukaan kulit Milik Venus dari leher hingga ke bagian telinga nya, bahkan laki-laki tersebut dengan lincahnya Bergerak menuju kearah permukaan bibir gadis tersebut.


Semakin lama gerakan nya semakin liar dan panas, membuat Venus awalnya masih ingin terlelap pada akhirnya terbangun begitu saja.


"Daddy.."


Suara de.. sahan Venus membuat Gerald semakin bersemangat untuk melanjutkan permainan nya, menggunakan tangan Kokoh sebelah kirinya untuk mulai menjelajahi kulit dibalik pakaian nya.


Awalnya Venus mencoba menahan tangan laki-laki tersebut agar tidak masuk kedalam perut nya, tapi laki-laki tersebut dengan lincahnya bergerak dan membuat satu sensasi gila yang membuat Venus mau tidak mau memasrahkan diri, membiarkan dan memberikan celah pada Gerald untuk semakin memperdalam aksi nya.


Belum lagi bibir laki-laki tersebut kini mulai bertaut dengan bibir nya, mereka pada akhirnya saling membangun bibir dan saling menyesap, bahkan Gerald secara perlahan mencari cela untuk membiarkan lidah nya masuk kedalam rongga mulut Perempuan tersebut.


ruangan yang tadinya Dingin karena AC kini berubah memanas diiringi keringat yang mulai mengucur deras, bahkan Gerald merasa dibawah sana milik nya mulai mengembang dengan sempurna.


Tapi tiba-tiba saja sebuah gedoran di pintu depan kamar mengejutkan mereka.


"Tuan..tuan...maaf"


Gerald masih berusaha meneruskan aksinya, dia berusaha untuk tidak mempedulikan gedoran di luar sana.


"Dad... itu bibi pelayan"


Venus berusaha bicara mengingatkan.


"Ini tanggung"


Bisik Gerald dibalik telinga nya, dia mencoba memainkan lidah nya disana hingga membuat Venus seketika mengeratkan pelukannya tapi lagi-lagi Terdengar teriakan di luar sana.


"Nona muda...maaf ada..."

__ADS_1


Gerald sedikit menggeram kesal, tapi sepersekian detik kemudian suara seseorang yang lain tiba-tiba mengejutkan dirinya.


"Apa yang kau lakukan didalam bersama putri ku brengsek?"


Oh shi..t.


Gerald seketika menghentikan gerakan nya.


"Besok pernikahan kalian, tahan dulu hingga besok"


Pekik suara Andrew sambil menggedor-gedor pintu tersebut dengan perasaan kesal.


"Aku ingin bicara dengan mu soal Sesuatu yang penting"


Bayangkan bagaimana perasaan Gerald, pekerja paling tanggung dan tidak enak itu ketika hasrat mu berada dipuncak kepala tapi kamu tidak berhasil untuk menuntaskan nya.


"Itu Daddy"


Bisik Venus lantas langsung bangun dari posisi nya, mendorong Gerald dengan cepat dan dia berusaha berdiri dan berlarian menuju kearah pintu depan.


Oh god.


Gerald buru-buru membenahi handuk nya yang sudah lepas tanpa dia sadari, laki-laki tersebut buru-buru turun dari atas kasur dan berlarian menuju kearah walk in closet dengan perasaan Begitu frustasi.


Yah seharusnya dia bisa bertahan hingga pernikahan mereka besok, kenapa dia harus begitu tergesa-gesa dan sulit menahan keinginan nya?!.


"Kenapa lama sekali membuka pintu nya?"


Andrew bertanya kearah Putri nya sambil menggerutkan kening nya.

__ADS_1


"Aku sedikit tertidur Daddy"


Venus menjawab cepat, memeluk Daddy nya dengan perasaan bahagia, dia mencoba mengintip keluar, dia dikirim Yolanda ada bersama laki-laki tersebut.


"Dimana Gerald?"


Tanya Andrew cepat.


"Baru selesai mandi, dia tengah mengganti pakaian nya di ujung sana"


Venus menjawab cepat.


Tidak lama Gerald bergerak keluar dari barisan walk in closet, dia melangkah perlahan mendekati mereka.


"Ada apa?"


laki-laki tersebut bertanya dengan cepat.


"Mari bicara di luar"


Andrew menatap Gerald beberapa waktu, bicara cepat lantas melirik kearah putri nya.


"Ini soal putra mu"


Lanjut Andrew lagi.


"Ya?"


Gerald jelas langsung menatap Andrew dengan tatapan yang begitu serius dan penuh rasa penasaran.

__ADS_1


__ADS_2