Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 39


__ADS_3

Mansion utama Darrel Oxtone


Beberapa jam sebelum Darrel dan Gea tiba


Kamar Alisa.


Di dalam kamar mandi mendominasi berwarna putih tersebut dengan perasaan gelisah Alisa mencoba menatap alat benda pipih ditangan nya dengan perasaan khawatir.


Beberapa hari ini selama Darrel pergi dia merasa tubuhnya tidak baik-baik saja, selera makan menurun perut mual di pagi hari, prasangka kacau yang menghantam menjadi satu bahkan dia pikir dia baru saja tidak mendapatkan tamu bulanannya pada bulan ini.


Jadwal rutinnya bulan ini tiba-tiba tidak terjadi, dia telah menghitung tanggal dengan baik dan benar dan Alisa pikir dia benar-benar tidak mendapatkan tamu bulanannya.


Seketika perempuan itu merasa panik dan khawatir meskipun sebenarnya kemarin dia masih berharap semua akan baik-baik saja namun rupanya apa yang tidak perlu dia khawatirkan berubah menjadi begitu mengkhawatirkan mengingat bagaimana dia tidak mendapatkan juga tamu bulanannya kali ini.


Perempuan itu baru saja meneteskan air kencingnya di dalam alat tes kehamilan berwarna putih yang ada di tangannya tersebut, sembari mencoba menghela panjang dan berat nafasnya, Alisa terus mencoba menatap benda di tangannya untuk beberapa waktu hingga berubah garis nya.


Sesekali perempuan itu menggigit jarinya dia tidak berharap muncul garis dua di dalam alat tes kehamilan tersebut, namun dia masih belum berani untuk berharap banyak.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya bola mata perempuan itu terbelalak kaget ketika dia mendapati sebuah kenyataan dua garis merah tiba-tiba muncul dari alat tes kehamilan tersebut.


Oh god, ****.


Alisa mengumpat panik, secepat kilat dia bergerak pergi dari kamar mandi tersebut menuju ke arah kamar, perempuan itu meraup wajahnya beberapa kali sembari mengacak rambutnya dengan panik.


Pada akhirnya dia menyambar kunci mobilnya, tidak menghiraukan lagi Darrel akan pulang dalam beberapa jam ke depan, Alisa pikir dia Harus bergerak menemui Bram saat ini juga.


Sial.


Perempuan itu langsung bergerak cepat menuju ke area bagasi, mencari mobilnya di sana dan berniat untuk pergi keluar secepatnya, namun pelayan kepercayaan Darrel buru-buru langsung bertanya.


Ucap Wanita itu cepat kearah Alisa.


"Aku harus pergi sejenak karena ada urusan penting, katakan pada Darrel aku akan pulang dengan cepat seandainya dia tiba lebih dulu, tapi aku akan mengusahakan diri untuk kembali sebelum mereka tiba di Mansion"


Alisa buru-buru menjawab pertanyaan wanita itu dia kemudian berlarian menuju ke arah mobilnya, membuka pintu mobil dengan cepat dan masuk ke dalam sana tanpa berpikir dua tiga kali.

__ADS_1


Sang pelayan jelas mengerutkan keningnya, menatap heran dan bingung ke arah sang nyonya, padahal dia pikir Alisa tahu betul jika suami dan putrinya akan kembali dari Swiss hari ini juga, bagaimana bisa perempuan itu pergi begitu saja dan mengabaikan dua orang penting di dalam hidupmu.


Dia pikir tidak heran rumah tangga kedua orang tersebut tidak pernah harmonis dan selalu diterpa gosip tidak sedap soap perceraian meskipun perceraian tersebut sama sekali tidak pernah terjadi, namun semua pekerja tahu hubungan keduanya jelas sangat tidak harmonis dan tidak baik-baik saja.


Pelayan tersebut pada akhirnya membalikkan tubuhnya dan membiarkan Alisa pergi dari mansion tersebut sesuai kemauannya.


Di sisi Alisa sendiri perempuan itu buru-buru mengendarai mobilnya ke arah sisi Utara, dia pikir dia harus kembali ke kediaman Bram secepatnya dan bicara tentang keadaan ini yang jelas akan semakin mengacaukan rencana mereka.


Laki-laki sialan itu benar-benar ingin cari persoalan.


Umpat Alisa kesal.


Selangkah lagi pergerakan mereka akan mendapatkan hasil, hanya menunggu Gea berusia 17 tahun, mereka akan bercerai namun dengan skandal yang telah mereka susun untuk Darrel, namun lihatlah hari ini apa yang terjadi?!.


Jika Darrel tahu dia hamil maka habislah dia sudah, Alisa tidak akan pernah mendapatkan haknya dari laki-laki tersebut, dia tidak akan pernah mendapatkan harta gono gini dan pembagian saham perusahaan serta beberapa properti lainnya.


Ini akan sangat merugikan dirinya dan lamban laut akan menghancurkan rencana yang telah di susun bertahun-tahun lamanya.

__ADS_1


Bola mata perempuan tersebut terus menatap ke arah jalanan, pikirannya jelas tidak fokus saat ini sembari menyopir, Alisa pikir tidak boleh ada yang gagal dengan rencana nya kali ini.


__ADS_2