
Setelah menyelesaikan sesi mandi mereka setelah Darrel menggempur Gea dalam satu ronde singkat yang manis Sebab mengingat milik Gea yang masih terasa nyeri dan sakit karena belum terbiasa dengan sesi percintaan mereka, pada akhirnya kedua orang tersebut langsung keluar dari kamar mandi dan memilih berganti pakaian.
mereka berdua bergerak cepat mencari pakaian mereka dan mulai berganti baju, Darrel yang telah selesai mengganti pakaian nya lebih dulu menetap ke arah Gea yang cukup kesulitan bergerak karena menahan sakit dari inti bawahnya, laki-laki itu jelas bukan tipe orang yang mau ambil pusing ataupun bahkan peduli pada orang lain, namun saat melihat putrinya seperti itu seketika dia bergerak dengan cepat mendekati Gea.
"Masih sakit?"
tanya Darrel perlahan sembari meraih baju kaos milik Gea.
perempuan itu seketika terkejut saat dia melihat daddy nya tiba-tiba sudah ada di hadapannya dan meraih kaos miliknya yang akan dia gunakan, dengan wajah yang sedikit malu dia menganggukkan kepalanya secara perlahan.
melihat ekspresi Gea yang begitu menggemaskan bagi Darrel, laki-laki tersebut secara refleks langsung mengangkat tubuh putri nya dan menggendong nya menuju kearah kasur.
"Hah... Daddy."
Gea seketika tercekat,dia jelas terkejut dengan gerakan Darrel yang mengangkat tubuh nya.
"Kemarilah hmmm"
laki-laki itu bicara kemudian bersiap untuk memakaikan pakaian ke arah Gea, perempuan itu jelas malu dia menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku bisa melakukannya sendiri dad"
Ucap Gea pelan.
"Oh come baby, kamu kesulitan saat mengangkat tanganmu dan menggerakkan kedua belah pahamu"
ucapnya kemudian, dia langsung mencoba memasangkan pakaian dari kepala perempuan tersebut, Gea seketika memejamkan bola matanya saat laki-laki itu mulai memasangkan baju kaosnya, dia mengangkat kedua tangannya dan memasukkan tangannya tersebut ke dalam baju kaos itu.
Darrel terlihat cukup puas dengan hasilnya kemudian dia tampa ragu-ragu, mencari sesuatu di laci nakas, meraihnya dan mendekati Gea, memerintahkan Perempuan tersebut membuka kakinya.
"Dad?"
Gea sedikit panik.
"Kita harus mengobati nya"
Itu perintah, mutlak, tidak boleh di tolak, Gea pada akhirnya menurut, Membiarkan Jemari daddy nya menyentuh miliknya dan mengobati di bawah sana secara perlahan.
Meskipun rasa nyeri terasa, tidak dipungkiri rasa nikmat akan sentuhan menghantam Dirinya, dia malu, mencoba menetralisir detak jantung nya.
Setelah Darrel selesai, laki-laki tersebut meraih celana pendek milik Gea, lantas secara perlahan laki-laki itu memakaikan celana pendek tersebut melalui kaki kanan Gea terlebih dahulu kemudian ke kaki kirinya.
laki-laki tersebut benar-benar sangat berhati-hati menggunakan celana pendek itu karena dia takut membuat dia meringis kesakitan akan sisa per.cintaan mereka sejak semalam.
dia bukan tipe orang yang begitu hati-hati menjaga seorang perempuan, bahkan Darrell jelas bukan tipe laki-laki yang suka memberikan perhatian kepada perempuan atau lawannya, bahkan selama bersama Alisa dia terlihat begitu masa bodoh dan cuek, laki-laki itu sama sekali tidak pernah mempedulikan orang-orang di sekitarnya karena baginya hal tersebut jelas tidak penting.
tapi tidak tahu kenapa dengan Gea rasanya begitu berbeda, dia seringkali merasa dirinya menjadi gila bahkan otak pikirannya selalu berkata untuk memenuhi dan memperhatikan dia dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya, karena itu sejak 2 tahun silam apapun keinginan dia dia selalu mentransfernya tanpa menunda-nunda, baginya kebahagiaan Gea adalah kebahagiaan dirinya.
baginya jika dia melihat Gea terluka atau menangis dia jelas akan merasa berputus asa, bahkan ini pertama kalinya dia memakaikan pakaian seorang gadis dan juga memakaikan celana untuk dipakai oleh Gea.
terkadang Darrel pikir apakah dia mulai gila saat ini? karena rasanya menatap dan menghadapi Gea seolah-olah dia menatap dan menghadapi satu orang yang sangat ditakuti dan juga disegani di dalam rumahnya
Gea yang melihat perlakuan daddy nya seketika mengulum senyumannya dengan malu-malu, dia tidak berani membantah ucapan laki-laki tersebut karena Gea sadar membantah akan membuat daddy nya terkadang kehilangan akal warasnya.
sejujurnya dia begitu senang mendapatkan perhatian manis Dari Daddy nya tersebut, mengingat bagaimana acuh dan cueknya laki-laki itu kepada semua orang bahkan termasuk kepada mommy nya.
setelah selesai menggunakan pakaiannya Gea langsung berusaha untuk beringsut dari sana, dia berniat untuk turun dari kasur mendominasi berwarna putih yang digunakan mereka malam tadi untuk bergulat pada malam panas mereka di mana sisa noda warna merah yang mengering masih berada di atas spray mereka tersebut.
__ADS_1
dia mencoba untuk menarik spray tersebut karena malu dengan keadaan dan dia takut Darrel melihatnya, melihat gerakan putrinya seketika membuat laki-laki tersebut mengulum senyumannya, dia mencoba menghentikan tangan Gea sembari laki-laki tersebut berkata.
"biarkan para pelayan yang melakukannya hhmmm"
ucap laki-laki tersebut sembari mengambil sprei yang ada di tangan dia kemudian dia meletakkannya kembali ke atas kasur.
"Mari mendapatkan sarapan pagi sekarang juga"
ucap laki-laki tersebut cepat sembari mengelus lembut wajah Gea.
"Eh??"
perempuan itu jelas terkejut hingga akhirnya tidak bisa sama sekali membaca ucapan daddy nya, dia pada akhirnya menundukkan kepalanya kemudian membiarkan sang dadinya membawa dirinya pergi dari kamar tersebut.
namun sayangnya belum jauh mereka melangkah dari kamar mereka tiba-tiba handphone Gea berdering dengan kencang
seketika dia langsung menoleh ke sisi kanannya di mana dia ingat jika dia meletakkan handphonenya di sana, Darrel ikut melirik ke arah asal suara yang berdering sejak tadi, bisa dia lihat Gea bergerak menuju ke sisi kanan mereka.
perempuan itu langsung melihat nama yang tertera di layar handphonenya, seketika dia menggigit bibirnya saat dia sadar siapa yang menghubungi dirinya.
"Siapa?"
Darrel seketika langsung bertanya.
mendengar pertanyaannya seketika membuat Gea langsung menjawab pelan.
"ini mommy"
jawabnya dengan cepat.
mendengar jawaban putrinya seketika membuat Darrel menaikkan ujung alisnya, laki-laki tersebut langsung berdecih dan sedikit kesal saat tahu siapa yang menghubungi Gea.
Darrel bicara cepat kemudian dia mendekati Gea lantas mencium puncak kepalanya, laki-laki tersebut berbisik pelan.
"jangan khawatir soal apapun dan jika dia bertanya dimana daddy, katakan pada nya daddy tengah memiliki sedikit pertemuan dengan klien di lantai bawah"
setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung berbalik dan meninggalkan Gea yang menatapnya dengan tatapan lurus ke depan.
Darrel fikir persetan dengan istrinya, perempuan itu terus saja mengganggu ketenangannya.
"halo mom"
pada akhirnya Gea langsung mengangkat panggilan yang diciptakan oleh mommynya, dan percayalah dia terlihat sedikit cemas saat dia sadar Mommy nya menghubungi dirinya.
**********
Di sisi lain.
demi apapun Alisa cukup khawatir karena dia pikir sejak kemarin dia sama sekali belum bicara dengan putrinya yang dibawa Darrel pergi berlibur.
meskipun sebenarnya selalu dia tekankan agar Darrel menjaga Putri mereka dengan baik tapi tetap saja Alisa khawatir karena ingat betapa cuek dan juga masa bodohnya laki-laki tersebut.
karena dia takut jika saja Darrel mengabaikan Gea, sebab laki-laki itu terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya.
karena itu untuk mengetahui keadaan putrinya dia terus mencoba menghubungi Putri nya sejak pagi ini hingga akhirnya sesuatu yang diharapkan dia terjadi.
"Halo mom?"
__ADS_1
Oh bayangkan betapa bahagianya perempuan itu saat bayi besarnya memanggil dirinya, dia langsung buru-buru melambaikan tangannya pada panggilan video miliknya tersebut.
"Sayang apa kamu baik-baik saja?"
Alisa bertanya langsung dengan cepat ketika dia telah melihat wajah putrinya di balik video panggilannya tersebut.
"Yes mom"
gadis kecilnya menjawab sembari mengembangkan senyuman terbaiknya, hal tersebut jelas membuat Alisa bahagia.
"katakan padaku di mana daddy mu?"
dan perempuan itu seketika curiga jangan-jangan Darrell mengabaikan putrinya.
"Daddy tengah melakukan pertemuan dengan salah satu kliennya"
gadis di seberang sana menjawab dengan cepat, menyampaikan apa yang diucapkan oleh Darrel untuk disampaikan kepada mommy.
"Oh sialan, aku sudah menduganya dia akan mengabaikan putri ku"
Keluh Alisa dengan cepat.
"coba lihat bagaimana laki-laki itu mengabaikan putrinya sendiri? sejak dulu hingga sekarang laki-laki itu selalu membuat kesal seseorang.
"No mom, daddy sama sekali tidak sedingin itu, dia memanjakanku dengan banyak hal bahkan memintaku menghabiskan makanan yang nyaris tidak bisa ku habiskan, bahkan dia memperlakukanku dengan sangat baik dia begitu hangat dan lembut"
Gea langsung menjawab ucapan mommy nya dengan penuh kebahagiaan, dia menyampaikan apa yang dilakukan Darrel kepada dirinya sejak kemarin, Gea pikir laki-laki tersebut sama sekali tidak terlihat buruk seperti yang mommy nya pikirkan.
dan percayalah mendengarkan ucapan putrinya seketika membuat Alisa menghalangi pasti lega, dia pikir itu sangat luar biasa ketika Darrel bisa berlaku selembut kepada seorang perempuan.
"Itu bagus sayang"
ucap Alisa kemudian.
"jika daddy mu telah selesai dengan urusannya pulanglah dengan segera"
itu adalah perintah yang diberikan oleh Alisa kepada Gea.
mendengar ucapan mommy nya seketika Gea langsung menganggukkan kepalanya.
"He em aku akan bicara pada daddy nanti"
pada akhirnya terjadi sedikit banyak obrolan di antara mereka berdua hingga Alisa mau tidak mau mencoba untuk mengakhiri panggilannya.
Dia masih sangat merindukan putrinya, namun apalah daya dia tidak bisa menghubungi perempuan itu terlalu lama karena dia harus pergi ke beberapa tempat saat ini juga.
"okay baby, katakan pada daddy mu tapi jika mommy menghubungi"
dan setelah itu Alisa langsung mematikan panggilannya dengan cepat.
setelah dia mematikan panggilannya perempuan itu menoleh ke sisi kanannya di mana laki-laki yang semalaman bersama dirinya terlihat mengembangkan senyumannya ke arah Alisa.
kemudian dalam hitungan detik perempuan itu langsung bergerak mendekati laki-laki tersebut lantas Alisa langsung memeluk laki-laki itu dengan penuh kerinduan.
"Ini waktu kita untuk bersama dan bersenang-senang sebelum Darrel kembali bersama Gea,"
Ucap perempuan tersebut kemudian dia membiarkan laki-laki itu menggandeng dirinya dengan cepat.
__ADS_1
"Okay baby Mari kita menghabiskan waktu untuk bersenang-senang hari ini"
Dan seperti biasa pada akhirnya sepasang manusia tanpa Ikatan tersebut bergerak cepat meninggalkan kamar di mana Alisa dan laki-laki itu menginap sejak semalam.