
Apartemen Bram.
Brakkkkkkk.
Alisa secepat kilat membuka pintu apartemen Bram dengan tidak sabaran,bisa Alisa lihat laki-laki tersebut baru saja menyelesaikan sesi mandinya bergerak dari kamar mandi menuju kearah kamar hanya menggunakan handuk nya saja dengan rambut yang basah.
"Sayang?"
Bram cukup terkejut, mengerutkan keningnya melihat kehadiran Alisa.
Alisa yang baru saja ingin bicara soal kehamilan nya tiba-tiba mengernyitkan dahi nya.
"Kenapa kamu mencuci rambut mu?"
Dia bertanya dengan tatapan penuh kecurigaan, menatap rambut Bram yang terlihat begitu basah, laki-laki tersebut mandi di jam yang tidak normal, bukan pagi bukan pulang sore hari dan itu tidak seperti yang belum sering lakukan sebelumnya.
Mendapati pertanyaan perempuan di hadapan nya itu membuat Bram sedikit tercekat, namun di detik berikutnya Bram langsung terkekeh kecil.
"Sayang ada apa dengan pertanyaan mu? Aku cukup lelah dan mengantuk, baru kembali bekerja jadi mandi dan basah rambut aku rasa bukan hal yang aneh"
Ucap Bram kemudian.
Mendengar ucapan Bram jelas saja membuat Alisa tidak percaya.
"Apa aku baru mengenal mu Bram? Aku sudah paham betul siapa kamu, kita bersama hampir memasuki usia 20 tahun tahun, aku belum buta soal kebiasaan kamu, bahkan aku belum tua untuk lupa apa yang menjadi kebiasaan atau yang tidak biasa kamu lakukan"
Alisa bicara dengan nada tinggi, menatap Bram dengan penuh kemarahan, seketika kecurigaan besar menghantam dirinya.
"Kau jangan coba-coba bermain-main dibelakang ku Bram, kau tahu aku type perempuan nekat yang bisa menghancurkan siapapun yang menurut ku menjadi penghalang didalam kehidupan ku"
Alisa bicara Sembari menggenggam erat telapak tangan nya sendiri.
"Come Alisa, aku tidak suka pemikiran bodoh mu, kamu pikir aku berselingkuh? Tidur dengan perempuan lain begitu? Oh come aku pikir kau telah kehilangan akal waras mu saat ini"
__ADS_1
Bram bicara kesal, dia meninggikan suaranya, seolah-olah tuduhan Alisa sangat rendah sekali, laki-laki tersebut kemudian bergerak menuju ke arah Alisa, dia memeluk perempuan itu dengan erat.
"Kau tahu aku mencintai kamu? Berhentilah berpikiran yang tidak-tidak, kau terlihat aneh hari ini"
Ucapnya sembari memeluk perempuan di hadapan itu dengan erat, suatu senyuman smirk meluncur dari balik wajahnya, dia merayu kekasih yaitu dengan sungguh-sungguh.
"Kau tidak terbiasa mandi di jam segini bahkan kau tidak pernah membasahi rambut mu Bram, jadi tentu saja aku bertanya dengan perasaan khawatir dan curiga kepadamu"
Alisa bicara cepat karena laki-laki tersebut sembari bola matanya menatap dalam bola mata Bram.
"Berhentilah membicarakan hal itu sayang, kamu tahu betul aku tidak pernah menghianati kamu selama ini"
Ucap Bram sembari mengelus kepala Alisa secara perlahan, dia mengembangkan senyumannya untuk beberapa waktu.
Alisa terlihat menarik nafasnya secara perlahan, seolah-olah ingat apa yang sebenarnya ingin dia lakukan saat ini dimana dia mendatangi laki-laki tersebut, seketika perempuan itu langsung mencoba untuk mengatur nafasnya dengan baik.
"Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya? kau saat ini benar-benar mencari gara-gara Bram"
Kini Alisa mulai kembali mengoceh dan meninggikan suaranya, perempuan itu melepaskan pelukan Bram Dari dirinya, dia kemudian menunjukkan kata-katanya.
Alisa bicara sembari melotot kesal ke arah Bram.
"Kita akan hancur jika Darrel tahu soal kehamilan ku"
Lanjut lagi dengan perasaan kesal.
Mendengarkan ucapan perempuan tersebut seketika membuat Bram membulatkan bola matanya.
"Apa?"
Dia seketika terkejut setengah mati.
"Oh sialan, aku sudah bilang jangan mengeluarkannya di dalam Bram"
__ADS_1
Alisa kini terlihat memukul-mukul dada Bram dengan kesal.
"Kau benar-benar brengsek"
Umpatnya sekali lagi yang penuh kekesalan.
"Aku akan mati jika Darrel mengetahui hal ini, Bram"
Setelah berkata begitu Alisa menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas kursi sofa, dia duduk di sana dengan perasaan galau.
Bram terlihat menyungging kan senyuman nya.
"Itu membuat ku cukup bahagia, kau tahu sayang? berita kehamilan merupakan berita besar untuk kita"
Bisa-bisanya laki-laki tersebut menjawab dengan santai seperti tanpa dosa, dia berjalan mendekati Aisyah di mana dia masih menggunakan handuknya.
Dia memilih duduk tepat di samping Alisa kemudian merangkul perempuan itu dengan perasaan bahagia.
"Kenapa kau terlalu gelisah dengan keadaan? Kita bisa mengatasinya bahkan kau bisa mengakui jika ini adalah anak Darrel"
Ucap laki-laki tersebut cepat.
"Apa?"
Alisa jelas membulatkan bola matanya mendengar jawaban laki-laki tersebut.
"Kau pikir Darrel bisa di tipu kali ini?"
Perempuan itu bertanya dengan kesal.
"Kau pikir bagaimana caranya laki-laki itu menghamiliku? Sedangkan dia sama sekali tidak pernah meninggalkan benihnya di dalam rahimku sialan"
Oceh Alisa sembari mengumpat kesal.
__ADS_1
"Bayangkan bagaimana caranya aku hamil dengan tiba-tiba sedangkan dia tahu dia tidak pernah menyembur kan pelepasan nya didalam dan selalu membuang nya di luar, bahkan kau tahu? selama hampir setengah tahun dia menyentuhku karena aku memancing nya dan itu hanya beberapa kali"
Tambah perempuan itu lagi sembari mengusap kesalke seluruh wajahnya.