
Gerald terus melajukan mobilnya melesat ke arah selatan dengan kekuatan penuh, dia mencoba melacak keberadaan Bastian dengan cepat, tidak peduli bagaimana keadaan jalanan dia terus melajukan mobilnya bahkan dia benar-benar harus mengabaikan rapat hari ini.
Laki-laki itu terlihat panik, dia fikir jangan sampai Bastian berbuat macam-macam pada Venus mengingat terkadang betapa keras kepalanya Bastian, bahkan anak itu sering melakukan hal-hal di luaran batas pemikiran nya sejak kecil.
mungkin karena Linda terlalu memanjakan Bastian hingga terkadang dia merasa Bastian cukup melunjak dan besar kepala.
Gerald fikir demi apapun jika putra nya berani macam-macam pada Venus maka dia pasti ikut melakukan hal yang melampaui batasan nya.
Dia bukan type laki-laki yang pemarah atau kasar, dia lebih suka mengalah menggunakan otak nya dari pada bertindak menggunakan otot nya.
Tapi untuk Venus dia harus memikirkan ulang kembali apa yang harus dia lakukan.
Laki-laki tersebut terus melajukan mobilnya di antara jutaan perasaan nya yang berkecamuk menjadi satu.
Entah seberapa lama dan seberapa jauh dia melesat mengejar waktu hingga akhirnya dia berhasil mencapai satu titik dimana Yolanda berusaha mengirimkan Pusat lokasi Venus Persis seperti apa yang dia tebak sebelumnya.
Bastian pasti membawa Venus menuju ke sebuah bangunan lama milik nya yang terbengkalai.
dan bola matanya benar-benar membulat saat disadar ada mobil Bastian yang terparkir di samping bangunan tersebut.
jelas saja laki-laki tersebut menggeram.
__ADS_1
apa yang kau lakukan Bastian? apakah kau bergerak melampaui batasanmu?.
Teriak Gerald kesal di dalam hati nya.
Gerald langsung buru-buru menghentikan mobilnya begitu dia tiba di sana, laki-laki tersebut langsung mematikan mesin mobilnya kemudian buru-buru dia turun dari dalam mobil tersebut tanpa berpikir dua tiga kali.
dia langsung bergerak masuk ke dalam bangunan itu, dengan gerakan yang begitu tergesa-gesa dia langsung menuju ke arah pintu masuk mencoba mendorongnya tapi tidak berhasil.
pada akhirnya Gerald fikir dia harus mendobrak pintu tersebut.
Bayangkan bagaimana laki-laki tersebar secara reflek mendobrak pintu masuk bangunan tersebut.
Brakkkkkk
Brakkkkkk
Beberapa kali terjadi hingga akhirnya dia berhasil mendobrak pintu tersebut dan membuat pintu itu terbuka dengan cepat.
tanpa berpikir dua tiga kali pada akhirnya Gerald berhasil menerobos paksa pintu Utama bangunan tersebut, dia kini berusaha mencari siapapun di dalam sana.
awalnya juga mengesalkan karena bangunan besar tersebut memiliki beberapa ruangan termasuk banyak kamar di dalamnya.
__ADS_1
hingga membuat Gerald cukup kesulitan mencari Bastian dan Venus, dia tentu saja yakin jika Bastian ada di dalam sana.
pada akhirnya Gerald sampai pada satu pintu, di mana pintu tersebut tertutup dengan sempurna, sejuta kecurigaan menghantam dirinya ketika melihat pintu tersebut.
pada akhirnya tanpa berfikir panjang laki-laki tersebut langsung mendobrak pintu tersebut dengan sekuat tenaga nya.
Brakkkkkk
Brakkkkkk
Dua kali dobrakan dan dalam hitungan detik pintu tersebut langsung terbuka dengan paksa.
Dan bayangkan apa yang dilihat Gerald di dalam sana?!.
Putra nya bersiap untuk menyentuh sang calon istri nya yang tidak berdaya.
Bastian yang baru saja meletakkan Venus di atas kasur seketika terkejut saat menyadari siapa yang mendobrak pintu.
"Dad ...?"
Alih-alih peduli dengan ucapan Bastian, tanpa aba-aba Gerald langsung menghantam putra nya tersebut dengan bogem mentah.
__ADS_1
Buggggg
"Baji..Ngan.."