
Entah berapa lama ciuman tersebut berlangsung dimana Seolah-olah jutaan kerinduan ingin dilepaskan saat ini juga.
Venus memejamkan bola matanya, membiarkan sang suami bergerak sesuka hati nya, membiarkan suasana malam menambah panas keadaan.
Gerald menyingkirkan apapun yang ada didekat mereka, yang mungkin akan mengacaukan sesi percintaan mereka tapi...
Dugggggg.
Dugggggg.
Dugggggg.
What?!.
Gerald menaikkan ujung alisnya, seketika melepaskan ciumannya dari Venus, sang istri ikut terkejut, menggeser posisinya dengan cepat.
"Dad...?"
Oh shi.t.
Apa dia perlu mengumpat?.
"Ada apa dengan Bastian?"
Venus bertanya cepat.
"Aishhh benar-benar tidak pengertian"
__ADS_1
Gerald bergerak perlahan, membiarkan Venus membenahi pakaiannya, laki-laki tersebut mencium lembut bibir istrinya kemudian bergerak cepat menuju kearah pintu.
"Ada apa Bas?"
Dia mengerutkan keningnya saat sudah membuka pintu, Bastian berdiri sambil membawa koper besar ditangan kanan nya.
"Kau mau kemana?"
Seketika Gerald menatap khawatir kearah laki-laki dihadapan nya tersebut.
"Aku dan mommy Linda akan pergi malam ini"
Bastian bicara sambil mengembang kan senyuman nya.
"Bukankah kalian bilang akhir bulan?"
"Mommy bilang bulan depan terlalu lama, dia ingin membuka lembaran baru di Swiss"
"Tapi..."
Venus jelas bingung juga ingin bicara apa.
"Kamu punya tanggung jawab besar di Conte company"
"Aku belum siap menerimanya"
Bastian menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Hingga aku siap, paman Gibran bisa membantu ku untuk mengelolanya"
"Dia punya perusahaan nya sendiri saat ini, jelas sulit untuk nya bergerak, dan Linda bahkan belum menjabarkan hati nya untuk Gibran, ini masih Cukup panjang untuk dikatakan semua usai dan kalian harus pergi membuka lembaran baru"
Gerald protes, dia menutup pintu kamar diikuti Venus, bergerak menghalangi jalan Bastian untuk pergi.
"Semua belum usia sepenuhnya Bas, mommy mu masih membutuhkan satu kebahagiaan lainnya lagi, dia butuh seseorang yang bisa menggenggam erat telapak tangan nya hingga masa tua, dan Gibran terlalu lama menunggu dalam kepedihan nya"
lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian, dia menatap bola mata Bastian dan meyakinkan laki-laki itu jika semua belum berakhir dan masih panjang.
"aku tidak paham apa yang diinginkan oleh mommy, aku sudah berkata pada mommy soal paman Gibran, tapi dia tidak memberikan jawaban sedikitpun, selalu mengabaikanku setiap bicara, terakhir dia berkata, paman Gibran seharusnya bahagia dengan perempuan lain yang dicintainya dan yang mencintainya, karena keluarga mommy keluarga Conte hancur berantakan, dia bilang seharusnya sejak awal tidak pernah masuk ke dalam keluarga tersebut dan tidak pernah mengenal satupun diantara semuanya hingga mungkin kejadian di masa lalu tidak akan pernah terjadi seperti saat ini"
Bastian bicara sambil menatap dalam bola mata Gerald.
"Dan maafkan aku juga karena telah banyak menyakiti daddy, menyimpan jutaan amunisi bahkan hampir membuat daddy kehilangan semuanya karena keegoisanku, maafkan aku dad, maaf"
berulang kali laki-laki tersebut meminta maaf.
Gerald langsung memegang kedua belah bahu Bastian, laki-laki itu menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"tentu saja tidak, daddy yang terlambat tahu, hanya memupuk kecurigaan tanpa pernah menyelidiki lebih dalam, berulang kali melihat Linda sendiri dan menangis berpikir itu hanya akting jadi masa lalu untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarga La Oberoy"
Gerald bicara dengan penuh penyesalan.
"Jangan saling menyalahkan, tugas kalian belum selesai masih ada beberapa PR yang harus kita selesaikan terutama untuk kebahagiaan Linda dan Gibran, katakan pada bibi Linda kamu belum ingin pergi ke mana-mana, ada hal yang harus dilakukan dan lain sebagainya, kita harus membuat Linda bahagia pada titik terakhirnya"
Venus langsung menyela ucapan kedua orang tersebut dengan cepat, dia menarik koper Bastian sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"kisah ini masih panjang"