
Catatan \= Maaf Mak karena ngisi novel lain barengan nama tuan Paulo ketukar dengan nama Julio🤧😭. jadi biar ga bikin otak blenk dan main edit-edit lagi di bab-bab sebelumnya, kita bikin nama tuan Paulo itu lengkap nya "Paulo juliono" aja yah (Piye mak orang Prancis kok jadi Jawa yah🤭🤭🤣🤣).
Aduh Mak author somplak bener😁🤪.
****
Disisi lain
Tuan Paulo terlihat bergerak duduk menuju ke barisan kursi VVIP paling depan, bola matanya sejenak menelusuri gedung tersebut dengan sedikit was-was.
Dia masih menunggu orang hebat yang membantu perusahaan nya, bahkan ingin mengobrol dan membuat kesepakatan lain bersama.
Malam ini paling tidak dia harus pura-pura melancarkan aksi nya, membiarkan laki-laki tersebut naik menjadi bagian dari Conte company.
Membiarkan laki-laki tersebut ikut memimpin didalam nya, membuat pengumuman soal CEO baru nya.
Setelah ini Paulo tahu bagaimana mengendalikan laki-laki tersebut, dia tidak mesti menolak keinginan para dewan direksi dan para pemegang saham untuk menggantikan posisi diri nya dan orang baru, sebab dia selalu bisa mengendalikan siapapun dengan cara nya sendiri.
Selama uang bicara dan Perempuan ada di sekitar seorang laki-laki, urusan lain akan ikut dilancarkan, itu bukan hal yang rumit untuk nya.
Seulas senyum licik mengembang di balik bibir nya.
"Apakah anak-anak penerima beasiswa telah hadir?"
Tuan Paulo bertanya pada sekretaris nya dengan cepat, didalam Pesta perayaaan ulang tahun perusahaan biasanya setiap tahun mereka akan membagikan beasiswa kepada anak-anak miskin didalam nya.
Hal seperti itu akan menambah kesan dari orang-orang jika mereka benar-benar perusahaan yang peduli dengan orang-orang miskin dan kecil.
Banyak investor terkadang berbondong-bondong memberikan dana tambahan untuk pemberian beasiswa tersebut, dan dia akan pergi masuk ke televisi dan majalah sebagai pengusaha yang peduli dengan orang-orang lemah.
Itu seperti sebuah keuntungan yang luar biasa.
"Sudah tuan"
Louis menjawab cepat sembari menganggukkan kepalanya.
Tuan Paulo terlihat puas.
"Aku akan mengecek nya dalam beberapa waktu"
Tuan Paulo pada akhirnya terlihat mengedarkan kembali pandangan nya, kemudian dia melirik kearah sekretaris nya, menunggu laki-laki tersebut menunjukkan ke arah mana anak-anak penerima beasiswa tersebut berada.
Seolah-olah tahu maksud tuan nya, Louis buru-buru menunjukkan jalan nya, anak-anak masih berada dibelakang panggung.
Begitu mereka bergerak disana, bisa dilihat beberapa anak berseragam SMP dan SMA terlihat berdiri di bagian belakang panggung, menampilkan kepolosan dan kebodohan mereka.
Begitu melihat tuan Paulo dan sekretaris nya masuk, buru-buru mereka menundukkan kepala mereka memberikan hormat.
Tuan Paulo menelisik satu persatu anak-anak tersebut, hingga akhirnya bola matanya menangkap satu sosok anak SMA yang cukup membuat nya tertarik.
Dia melangkah mendekati anak tersebut.
__ADS_1
"Nama mu siapa?"
Tuan Paulo bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
Mendengar dirinya yang ditanya, gadis muda itu seketika meluruskan pandangan nya, dia kemudian menjawab dengan gugup.
"Sherin tuan"
Tuan Paulo menyunggingkan senyum nya, dia kemudian mendekati gadis tersebut kemudian menepuk-nepuk punggung gadis itu.
"Nama yang cantik, setelah acara selesai sekretaris ku akan mengantarkan kalian semua pulang"
Setelah berkata begitu laki-laki tersebut mengelus lembut punggung gadis itu, seketika membuat nya meremang dan takut.
Dia mencoba menggeser tubuhnya.
"Tuan, sekretaris Mr. G telah tiba"
Tiba-tiba seorang perempuan datang dengan cepat dari arah samping, membuat tuan Paulo buru-buru menoleh.
dia melepaskan tangan nya dari gadis dihadapannya itu.
"Benarkah?"
Tuan Paulo bertanya kemudian langsung bergerak keluar dari sana diikuti oleh Louis.
Perempuan tadi terlihat menatap satu persatu anak-anak sekolah dihadapan nya itu, dia menghela nafasnya untuk beberapa waktu.
Setelah berkata begitu, perempuan tersebut bergerak meninggalkan semua anak-anak tersebut didalam kebingungan.
Mereka tidak paham dengan ucapan Perempuan tersebut, saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.
Diluar sana tuan Paulo bergerak dengan cepat menuju kearah depan, dia menjadi Cukup tidak sabaran untuk bertemu dengan sekretarisnya laki-laki yang menggelontor kan banyak dana untuk perusahaan mereka tersebut.
Bisa dilihat Seorang Perempuan cantik berdiri tepat di sisi kiri panggung.
"Maaf harus membuat anda lama menunggu, tuan?"
Perempuan tersebut bicara cepat Begitu menyadari kehadiran tuan Paulo, dia langsung mengulurkan tangannya sambil mengembang kan senyuman nya ke arah laki-laki tua dihadapan nya tesebut.
"Bukan masalah besar untuk bisa menunggu perempuan secantik anda, nona"
Laki-laki tersebut meraih tangan perempuan dihadapan nya itu, dia menggenggam erat telapak tangan indah tersebut dan mencium Secara perlahan.
Seperti laki-laki tidak normal, tuan Julio setelah mencium lembut punggung tangan perempuan tersebut dangan bibirnya, kini laki-laki tersebut mencium aroma khas punggung tangan tersebut dengan hidungnya secara perlahan dan penuh peresapan hingga membuat ujung bibir Perempuan sang pemilik tangan menyunggingkan senyuman penuh ejekan dan cibiran nya.
setelah melewati salam dan cium tangan yang terkesan cukup tidak normal, tuan Paulo membawa perempuan itu menuju kearah kursi VVIP di depan panggung.
Begitu menemukan posisi duduk yang tepat tuan Paulo langsung meletakkan pantatnya disalah satu kursi mendominasi berwarna merah.
"Kemarilah, duduk disini"
__ADS_1
tuan Paulo mempersilahkan perempuan itu agar duduk di samping kanan nya.
sesuai dengan instruksi perempuan tersebut langsung duduk di sisi kanan tuan Paulo, dia hanya menyembunyikan senyumannya kemudian berusaha membuang pandangan nya.
"Apakah tuan G belum akan datang sekarang?"
Tanya Paulo tiba-tiba.
Mendengar nama G disebut, perempuan tersebut langsung menoleh ke arah tuan Paulo.
"Ah tuan Lim? beliau berkata akan datang sedikit terlambat, tuan Paulo bisa memulai acaranya dan membuat pengumuman terlebih dahulu, tuan Lim akan datang setelah pengumuman"
Ucap Perempuan tersebut sambil mengembangkan senyuman nya.
Mendengar ucapan perempuan itu seketika tuan Paulo mengangguk-anggukkan kepalanya sembari menyunggingkan senyuman nya.
Keheningan sejenak terjadi antara tuan Paulo dan perempuan tersebut di antara suara musik yang mulai terdengar memenuhi gedung itu, kemudian tuan Paulo mulai melirik kearah perempuan yang ada di samping nya tersebut.
"Apakah nona memiliki acara di akhir Minggu ini?"
Tiba-tiba laki-laki tersebut bertanya sembari memasang wajah sedikit mencurigakan, Lebih tepatnya terlihat ekspresi kemesuman yang cukup hakiki.
Hal tersebut membuat perempuan disamping tuan Paulo menaikkan ujung bibirnya.
"Aku belum memiliki rencana apapun"
Dia menjawab cepat.
"Itu bagus, kita bisa sedikit membicarakan bisnis dan mencoba mencari tempat terbaik untuk mengobrol bersama, kemudian pergi makan dan menikmati akhir Minggu dengan banyak cara"
Kalimat yang dilontarkan laki-laki tersebut terdengar sedikit menjijikkan, perempuan tersebut seolah-olah tahu ke mana pada akhirnya percakapan tersebut berlabuh.
"Ini seperti sebuah ajakan untuk berkencan"
Perempuan itu bicara sedikit mengejek, tapi dia tidak menampilkan ejekan nya sama sekali.
Tuan Paulo terkekeh pelan, dia menunggu Jawaban Perempuan disamping nya itu.
"Jika semua berjalan lancar aku khawatir kita tidak memiliki waktu untuk bisa bertemu lagi ditempat yang ingin anda rekomendasi kan tersebut, tuan"
Ucap perempuan tersebut kemudian.
Mendengar ucapan perempuan tersebut seketika membuat tuan Paulo menaikkan ujung alisnya.
"Maksud nya?"
Tanya nya bingung.
"terkadang manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan yang menentukan segalanya, tuan"
lanjut perempuan itu lagi sambil melirik ke arah tuan Paulo, sebuah senyuman licin dan juga penuh tanda tanya tampil dari balik bibir perempuan tersebut, hingga membuat tuan Paulo mengernyitkan keningnya untuk beberapa waktu.
__ADS_1