Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Bicara sebagai sesama perempuan


__ADS_3

Restauran Vagenende


Paris


20.10 Malam



Di tengah suasana cerah langit malam gimana ribuan bintang tampak bertaburan di antara gelapnya langit malam, Linda terlihat duduk di salah satu kursi yang ada di restoran tersebut.


bola matanya terus menatap ke arah depan, dia tengah menunggu seseorang yang menghubunginya tadi siang.


Terkadang bolanya menatap ke arah langit, memperhatikan jutaan bintang-bintang yang menghiasi langit malam.


Dia fikir kapan terakhir kali dia menikmati bintang di malam hari?!.


Entahlah, dia cukup enggan untuk kembali mengingat-ingat soal masa lalu.


Perempuan cantik itu terlihat meremas tangan nya beberapa kali, dia mencoba melirik pada jam di tangan kirinya, perempuan itu pikir yang memberikan janji padanya cukup terlambat datang.


Seorang pelayan datang mendekati dirinya, kembali menyerahkan sebuah buku menu ke arah perempuan tersebut sambil meletakkan segelas minuman yang dipesan oleh Linda lebih dulu sejak tadi.


Sedikit Obrolan terjadi ketika Linda meminta beberapa menu makanan kepada gadis yang ada di hadapannya itu, pada akhirnya pelayan itu mencatat pesanannya lantas menunduk kan kepalanya secara perlahan.


Setelah itu gadis muda itu pergi berlalu menjauhi Linda.

__ADS_1


sejenak Linda kembali melirik kearah jam di tangannya lantas perempuan tersebut mulai menyesap minuman yang ada di depannya itu.


Tidak berselang lama seseorang terlihat berjalan mendekati Linda, begitu tiba di hadapan Linda sosok itu menundukkan kepalanya sambil menyapa.


"Apa kabar, Tante?"


Venus bicara sambil mengembang kan senyuman nya.


Linda sosok perempuan muda itu untuk beberapa waktu, lagi...setiap kali melihat Venus rasa tidak nyaman dan ingatan buruk dan mengerikan di masa lalu terus Menghantam dirinya.


Mungkin dia memang membenci Wajah Venus yang mirip dengan Eliza, tapi ada alasan lebih khusus yang dia miliki setiap kali dia melihat wajah Venus.


Bagi nya wajah Venus terus mengingatkan dia pada mimpi buruk di masa lalu, setiap kali dia melihat Venus, dia bahkan menjadi gelisah, takut dan tidak bisa tidur.


Bagi nya wajah-wajah orang-orang di keluarga Conte benar-benar memberikan dampak trauma mendalam bagi dirinya.


suara teriakan dan tangisan Winda, kesakitan dia ketika janin yang tumbuh di rahim nya di paksa hilang, tendangan Dahyat yang begitu menyakitkan dari tuan Conte, kesakitan dirinya dan kesakitan Winda seolah-olah bercampur aduk menjadi satu menyisakan rasa trauma yang mendalam.


Dia jelas tidak baik-baik saja ketika terbangun dari tidur lama nya, dia kehilangan semua orang bahkan harus melihat Winda merenggang nyawa di meja Opera, belum lagi dia berjuang untuk sembuh dari masa trauma nya selama beberapa waktu, meringkuk di ruangan gelap seorang diri dan takut menampilkan dirinya pada orang lain di luar sana.


semua kenangan di masa lalu benar-benar seperti mimpi paling terburuk di dalam hidupnya, bahkan Linda sudah tidak sudi untuk kembali menoleh ke arah masa lalunya.


Karena siapapun dan apapun yang terlibat di masa lalu jelas seperti senjata yang Paling mematikan untuk membunuh dirinya secara perlahan.


Dan setiap kali dia melihat Venus dia benar-benar merasa tidak bisa bernafas dengan baik, seolah-olah Conte dan semua orang saat ini berdiri di hadapan nya dan siap kembali menghancurkan kehidupan dirinya dan keluarganya juga siap untuk kembali membunuh dirinya.

__ADS_1


Sejenak Linda memejamkan bola matanya, kemudian dia Kembali membuka bola matanya secara perlahan.


"Duduklah"


Ucap Linda pelan.


mendengar ucapan Linda Venus tampak mengembangkan senyumannya, perempuan itu secara perlahan duduk tepat di hadapan Linda kemudian dia mulai mengeluarkan sesuatu di dalam tas tangan nya.


"Ini apa?"


Linda mengerutkan keningnya sambil bertanya sambil menatap map berwarna coklat yang ada di hadapannya.


"Mari bicara Dari hati ke hati sebagai sesama perempuan"


ucap Venus kemudian.


lagi Linda masih terus mengerut kan keningnya, dia menatap perempuan yang ada di hadapannya itu dengan perasaan bingung.


"Maksud nya?"


Tanya Linda cepat.


"Ini soal Om Gibran"


Jawab Venus pelan sembari menatap dalam bola mata Linda.

__ADS_1


"Ya?"


mendengar nama tersebut diucapkan oleh Venus seketika membuat Linda terkejut, perempuan itu langsung membulatkan bola matanya sembari dia menggenggam erat telapak tangannya.


__ADS_2