Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Sedikit kekhawatiran


__ADS_3

Disisi lain


Venus terlihat sibuk menyusun beberapa bunga di atas meja, dimana Gerald sibuk menempatkan posisi paling baik berbagai macam dekorasi meja.


Bastian terlihat beberapa kali hilir mudik, mencoba untuk mengintip ke bawah takut jika Dua mommy nya datang saat semua belum siap.


"Oh ya ampun ini benar-benar terjepit"


Bastian terlihat panik, dia mencoba mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya, menempelkan beberapa pernak-pernik berbentuk hati di atas meja.


"Tarik nafas dan hembuskan"


Suara Kristy terdengar tepat dihadapan nya, gadis tersebut mengembangkan senyuman nya, menata lilin aromaterapi dibeberapa sudut meja dan ruangan.


"Aku sedikit khawatir"

__ADS_1


Ucap Bastian lagi.


"Itu respon normal, kita semua mengkhawatirkan hal yang sama, tapi percayalah semua akan berjalan lancar seperti apa yang kita harapkan"


Gadis tersebut berusaha memberikan semangat untuk Bastian.


Semua orang tahu jika ini mungkin tidak seindah yang diharapkan dan di bayangkan, ini kejutan yang mereka susun bersama dengan kompak sejak di Paris hingga akan terealisasi hari ini, dan tidak tahu apakah ini akan berhasil atau gagal.


Linda terus berusaha menghindari semua orang terutama Gibran, merasa terlalu tidak pantas untuk laki-laki tersebut, itu ya jelas adalah hal yang wajar yang indah keluarkan responnya kepada orang-orang di sekitarnya.


sebenarnya tidak ada yang tidak terluka di antara mereka semua, coba bayangkan dan coba tebak sendiri, siapa di antara orang-orang di antara mereka yang perasaan nya tidak hancur dan terluka?!.


Venus jelas saja terluka karena sedikit banyak dia adalah bagian dari keluarga Conte, Gerald jelas sangat terluka karena dia kehilangan masa depan dan juga orang yang dia cintai di masa lalu, Winda bahkan tidak bangun-bangun dari tidurnya, dibandingkan semua orang jelas yang paling terluka adalah perempuan tersebut, kehilangan masa depan kehilangan harta paling berharga, dinodai bahkan hampir kehilangan orang yang dia cintai belum lagi berjuang antara hidup dan mati selama hampir 20 tahun, bahkan Gibran harus melepaskan semuanya untuk bisa menahan perasaannya dan juga melepaskan masa depan dia selama di penjara atas kemarahan dan kesedihan yang dimilikinya.


karena itu bayangkan pada kasus masa lalu siapa yang tidak terluka?, semua orang jelas terluka dan marah, bahkan mereka juga kala itu kehilangan banyak harapan dan cita-cita.

__ADS_1


disebut ruangan Gibran terlihat berdiri dengan cemas, tangan kanannya merogoh kantong celana miliknya, mencari sesuatu di balik celana mendominasi berwarna hitam tersebut, mengeluarkan isinya secara perlahan sembari menatapnya untuk beberapa waktu.


"jangan khawatir"


Gerald tiba-tiba muncul tepat di samping laki-laki tersebut, dia melepuk bahu Gibran sembari terus berkata,


"aku tahu bagaimana Linda bahkan kau juga tahu bagaimana dia, perempuan itu takut dan juga malu menghadapimu, takut atas kenangan yang lalu dan juga malu untuk bisa berada di sampingmu mungkin karena dia sudah pernah menikah denganku dulu.


lanjut laki-laki tersebut kemudian sembari melirik ke arah Gibran yang kembali memasukkan sesuatu di tangan kanannya ke dalam saku celananya.


"kamu tahu?"


tiba-tiba saja Gerald bicara dengan nada yang begitu serius, membuat Gibran buru-buru menoleh ke arah dirinya.


"selama pernikahan kami, aku tidak pernah menyentuh dirinya hingga perceraian kami tiba"

__ADS_1


ucap laki-laki sebut demikian, membuat Gibran cukup terkejut mendengarnya.


__ADS_2