
Ekspektasi nya tadi jangan-jangan Venus tidak merestui, tapi siapa sangka putri nya memikirkan soal pernikahan dengan dua pengantin antara ayah dan anak.
Yolanda seketika mengelus dada.
Selamat-selamat.
Batin Yolanda didalam hatinya.
Itu berarti boleh lah dia menjadi ibu tiri sahabat baiknya.
Judul nya sahabat ku jadi Putri ku, atau ayah sahabat ku adalah suami ku.
Benar sinetron ikan terbang Pe...lussss Dua Satu🤧🤧🤣🤣.
Ah lupakan saja.
Ditengah kelegaan Yolanda jelas terselip tanda tanya Gerald.
dia Fikir apakah hubungan mereka akan aman-aman saja? mengingat siapa laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut.
Ckckkckc dia tidak menyangka Venus punya Daddy seperti laki-laki itu.
"Ini membuat ku frustasi saat aku tahu kau Daddy dari kekasih ku"
Dan dengan PD nya laki-laki itu berkata putri Andrew adalah kekasihnya.
Andrew seketika mendelik, dia melotot tajam kearah Gerald.
"Kau benar-benar tidak sadar umur"
Buahahahahaha rasanya Gerald ingin tertawa terbahak-bahak saat Andrew berkata begitu.
Ckckck dia lupa berkaca pada dirinya sendiri.
Batin Gerald.
"Daddd aku bilang bagaimana bisa kita berfikir untuk menikah secara bersamaan?"
Tanya Venus dengan sedikit panik.
__ADS_1
Mendapatkan pertanyaan yang sama berulang kali, Andrew buru-buru menjawab.
"Yahhhh kita akan mengatur soal itu nanti"
Pada akhirnya Andrew menjawab cepat ucapan putri nya.
Mendengar ucapan Andrew seketika Gerald mengembang kan senyuman nya.
"Itu bagus, artinya kau menyetujui hubungan kami"
Dan bisa-bisa nya laki-laki itu memanfaatkan kesempatan emas tersebut, menyeruak masuk di antara percakapan ayah dan anak, mengambil kesempatan emas dengan cepat.
Mendengar ucapan Gerald seketika Andrew melotot.
"Kau...oh tidak bisa ...aku belum menyetujui hubungan kalian"
Protes Andrew cepat, dia masih tidak Sudi jika Gerald yang akan menikahi putri nya.
"Dia boleh menikah dengan laki-laki manapun tapi bukan kamu"
Venus jelas melotot kaget.
"Kenapa?"
"Sayang apa kau tahu? dia teman...ah tidak ralat dia bukan teman baik Daddy dimasa kuliah"
Andrew baru ingin bicara tapi Gerald buru-buru memotong.
"Kami ini teman baik tapi daddy mu menikung, tepat nya Daddy mu mengkhianati aku"
"Ya?"
Venus cukup terkejut mendengar ucapan Gerald.
Yolanda bahkan lebih bingung lagi, dia fikir boro-boro harus membicarakan hubungan mereka dengan cara baik-baik, siapa sangka dua laki-laki berumur tersebut malah sibuk memperdebatkan masa lalu.
Bahkan Bicara soal pengkhianatan dan tikung menikung.
Kehidupan dua orang itu benar-benar melelahkan.
__ADS_1
Yolanda hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Apa? no... aku tidak menikung"
Andrew jelas saja protes.
"Baby, Ok Daddy mu tidak menikung tapi dia type laki-laki yang suka Mengambil kesempatan di antara kesempitan"
Gerald lagi-lagi menyela.
Kata-kata laki-laki tersebut sungguh menyinggung Andrew.
"Kauuuu"
"Sudah sudah sudah..."
Venus buru-buru menengahi.
"Apa Daddy tidak akan merestui hubungan kami?'
Tanya Venus cepat.
"Yes..."
Laki-laki menjawab mantap.
"Kalau begitu kita seri, jika Daddy benar-benar berkencan dengan Yolanda, aku juga tidak akan merestui hubungan kalian"
Venus juga bicara dengan mantap.
"What?"
Laki-laki itu jelas tercekat.
Anak ini.... bisa-bisa nya.
"Kau menekan orang tua?"
"Daddy yang menekan anak-anak"
__ADS_1
Hah...?!.
Seketika Gerald menghela kasar nafasnya.