Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
19 tahun merencanakan nya


__ADS_3

Masih kembali ke Mobil Yang Venus naiki


Venus sejenak menghela pelan Nafas nya, dia terlihat masih menatap jalanan untuk beberapa waktu sembari Jemari nya terus bergerak di kaca jendela mobilnya yang dia naiki.


"Kita akan pergi kemana Miss?"


Tanya sang sopir nya pelan.


Perempuan itu sejenak diam.


Apakah kita langsung ke mansion utama Tuan?"


Perempuan tersebut seolah-olah masih berfikir dengan keras.


"Tidak, mari pergi ke pemakaman xxxxxxx Prancis"


Ucap Venus kemudian dengan cepat.


Mendengar permintaan perempuan itu sang supir lagi-lagi bingung, dia fikir istri tuan nya hari ini terlihat sedikit aneh, tidak seperti biasanya.


Ke pemakaman siapa?.


Itu menjadi pertanyaan didalam hati nya.


Sebenarnya dia tidak begitu mengenal nona muda nya, tapi setau nya perempuan tersebut tidak pernah bilang punya keluarga yang meninggal dan dimakamkan di sana.


Pada akhirnya tanpa banyak bertanya laki-laki berusia lebih dari 40 tahunan itu mengangguk kan kepalanya, dia mulai membelokkan mobilnya ketika sampai pada area tikungan yang ada di depan sana, memutar mobilnya ke arah kanan jalan dan mulai melesat menuju ke arah mana yang diinginkan sang nona muda nya.

__ADS_1


Cukup lama perjalanan yang mereka tempuh menuju ke pemakaman xxxxxxx yang di inginkan oleh Venus hingga akhirnya mobil tersebut masuk ke sebuah pemakaman elit yang dimaksud.


Bola mata Venus terlihat menatap dalam bagian depan pemakaman xxxxxxx tersebut, dia menunggu mobil itu menepi dan mengambil wilayah parkiran nya.


begitu mobil tersebut berhenti sejenak Venus terlihat diam untuk beberapa waktu, dia menatap sang sopir sejenak.


"Aku mungkin akan lama, kamu bisa kembali lebih dulu ke mansion"


Ucap Venus memberikan perintah.


Lagi sopir itu terlihat diam.


"Tapi Miss..?!"


"Aku akan menghubungi Gerald, jangan khawatir soal apapun, aku mungkin akan pulang dengan Paman tertua ku"


Sejenak sopir tersebut diam, hingga dia tidak lagi melihat punggung istri tuan nya tersebut, seketika laki-laki tersebut menyalakan mesin mobil nya dan mulai bergerak pergi dari sana.


Venus sendiri terlihat bergerak menuju ke arah depan, dia meraih kaca mata hitam didalam tas nya lantas langsung menggunakan nya, Venus buru-buru menggunakan selendang mendominasi berwarna hitam di kepala nya lantas dia berbelok ke arah kiri dimana dia melangkah.


Menuju ke sebuah rumah penjaga makam dengan gerakan pasti, perempuan tersebut lantas langsung menatap kearah depan nya, seolah-olah dia telah ditunggu seseorang di sana.


Tiba-tiba sebuah mobil mendominasi berwarna hitam bergerak mendekati dirinya, secara perlahan mobil tersebut berhenti tepat di samping Venus.


Seorang laki-laki terlihat datang mendekatinya dari arah rumah jaga pemakaman, laki-laki berusia lebih dari 50 tahunan teras menundukkan kepala nya dengan cepat kearah Venus, seolah-olah mereka sudah sering mengenal sejak sebelum nya.


laki-laki tua tersebut langsung membukakan pintu mobil mendominasi berwarna hitam itu, menunggu Venus masuk ke dalam mobil tersebut dan membiarkan perempuan itu duduk di dalamnya.

__ADS_1


setelah meyakini Venus duduk di dalam mobil itu, laki-laki tersebut langsung menutup pintunya dia menunjukkan kepalanya secara perlahan tatkala mobil itu mulai meninggalkan dirinya.


Venus seketika menatap kearah samping nya, memperhatikan sang sopir yang membawa diri nya saat ini.


"Kamu sudah memberikan nya?"


Tanya laki-laki tersebut pelan sambil fokus pada stir mobilnya.


"He em"


Venus mengangguk kan kepalanya.


"Apakah kita akan menemui dia saat ini juga, Om?"


Tanya Venus kearah laki-laki tersebut kemudian.


"Ya...aku fikir ini Waktu nya dia mulai memindahkan semua aset-aset nya yang tersisa"


Jawab laki-laki tersebut dengan tatapan wajah yang begitu datar.


"19 tahun bukan waktu sebentar untuk menunggu semua bisa berpindah tangan, ini waktu nya Aku melakukan penebusan"


Lanjut nya lagi tanpa menoleh kearah Venus.


"Yah, aku tahu itu Om Lim"


Lanjut Venus lagi.

__ADS_1


__ADS_2