Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Tidak seperti yang orang-orang bicarakan


__ADS_3

"Rest in peace ehhh salah peace Tante"


Kristy bicara sambil mengangkat kedua jari tangannya menandakan kata damai tepat di samping pipi kanannya.


Ohhh ini memalukan.


Kristy bicara dalam hati sambil memejamkan sejenak bola mata, Bisa-bisa nya dia fikir dia salah bicara tadi.


Maksud nya peace, bukan rest in peace.


Memangnya Bastian mati.


"Hahaha aku tidak tahu Tante ada didalam, Kenapa tante seperti jelangkung, eh salah maksud ku seperti hantu Akhhh bukan Tante maksud ku datang tiba-tiba dibelakang ku"


Akhhhh Kristy bisakah kondisikan mulut mu? aku tidak bisa melakukan nya.


Pekik gadis itu dalam hati, dia mencoba memundurkan langkahnya saat dia melihat Mommy Bastian menatap nya sambil mengerutkan keningnya, perempuan itu bergerak mendekati dirinya.


Tiba-tiba Linda mengangkat tangan nya.


Seketika Kristy memejamkan bola matanya saat dia fikir apa mungkin Linda akan memukul nya karena mulut nya yang tidak bisa dikendalikan seperti Mak-mak komplek tukang ghibah.


Tiba-tiba perempuan itu menepuk-nepuk lembut kepalanya.

__ADS_1


Eh?!.


Seketika Kristy membuka sebelah bola matanya, dia melihat perempuan itu tersenyum kepada nya.


"Kamu mengingat kan diriku saat aku masih seusia kamu"


Ucap Linda pelan.


Kristy sejenak membeku, dia fikir perempuan itu tidak pernah tersenyum sebelum nya, orang-orang bilang Linda ibu yang mengerikan, tidak pernah memberikan senyuman nya kepada siapapun.


"Ceria, cerewet dan begitu mempercayai orang lain"


Mendengar ucapan perempuan dihadapan nya itu membuat Kristy terdiam.


"Jadi orang miskin memang menyenangkan, tidak punya tingkat beban fikiran berlebih seperti orang kaya"


"Tapi ketika kamu di curangi, di hancurkan atau Bahkan ketika harga dirimu di injak-injak, kamu tidak bisa membeli orang-orang dangan kemiskinan, sebab uang akan mengalahkan segalanya"


Lanjut Linda pelan.


"Bahkan teman bisa menjadi lawan, pengacara pun akan berpaling dari diri mu, bisa jadi semua mulut yang menjadi saksi akan bungkam ketika kamu tidak memiliki uang, aku pernah ada di posisi itu dulu, ditinggal kan, di injak, di hina, di buang, bahkan di khianati oleh teman dekat, orang yang di anggap ayah, sahabat baik bahkan orang yang paling kau percaya"


Mendengar ucapan Linda sejenak membuat Kristy terkejut.

__ADS_1


"Ya?"


"Bercita-cita lah menjadi orang kaya, agar harga diri mu tidak dihargai orang-orang sama seperti sampah, nak"


Setelah berkata begitu Linda langsung membuang pandangannya.


"Lain kali bawa teman saat mengantar Bastian, kau tahu? laki-laki mabuk tidak memiliki kesadaran dan akal sehat, jika sesuatu yang buruk terjadi, ada teman yang mungkin bisa melindungi kamu"


Pesan Linda kemudian.


"Ambillah uang di atas meja, pulangkan kerumah setelah ini, aku sudah bicara pada bos mu agar membiarkan kamu pulang lebih dulu"


Kristy terlihat diam, menatap punggung perempuan tersebut yang terlihat mulai duduk menatap Bastian.


Dia fikir perempuan itu tidak sejahat yang diceritakan oleh orang-orang dan Bastian, buktinya Linda cukup memperhatikan Bastian, bicara lembut pada nya dan bersikap begitu perhatian.


"Aku pamit, Tante"


Ucap gadis itu pelan, bergerak mendekati meja dimana Linda duduk di kursi nya tadi.


Ada tumpukan uang yang begitu banyak disana, cukup membuat Kristy terkejut.


Dia fikir cukup mengambil beberapa lembar, dia tidak berharap dapat tip sebanyak itu.

__ADS_1


Kristy bergerak menjauh dari sana, tapi samar-samar dia mendengar suara isakan lirih dari dalam sana.


Kristy membeku sejenak, berusaha untuk menoleh tapi cukup takut untuk melakukan nya.


__ADS_2