
Venus terlihat diam, dia memilih untuk tidak membalas pertanyaan Gerald, perempuan tersebut membuang pandangannya dan menatap ke arah depan kembali.
"Apa yang daddy pikirkan?"
Perempuan tersebut bertanya balik pada Gerald.
Mendengar pertanyaan balik istri nya, Gerald terlihat diam, dia menelisik wajah Venus dari sisi kanan nya, dia menatap pipi kiri sang istri nya untuk beberapa waktu.
"Aku memikirkan nya selama beberapa waktu ini, mencoba menyambungkan beberapa benang kusut didalam nya, terlalu kebetulan bagi ku saat aku dan kamu bertemu di antara Bastian, dimana pertemuan pertama kita di mansion ku, Bastian mengenalkan kamu dengan wajah yang terlalu mirip dengan Eliza, kau tahu apa yang aku rasakan saat itu? sangat-sangat memukul ku, aku Seolah-olah kembali kemasa muda dimana pertama kali melihat dirimu"
Gerald berkata dengan cepat, mencoba mengingat bagaimana pertemuan mereka pertama kali.
__ADS_1
"Setelah itu aku cukup terkejut, Bastia berkata kamu meninggalkan Bastian dan tiba-tiba minta putus, tapi dari sisi kamu berkata Bastian yang minta putus"
Gerald mulai bicara dengan risau.
"sebenarnya aku pikir itu normal hanya membuatku bertemu dengan kamu lagi Dan aku tergoda dalam malah panas kita yang pertama, semua seolah-olah berjalan dengan normal tapi seiring berjalannya waktu dimana semua kasus semua soal masa lalu Linda dan kisah Bastian, tiba-tiba aku memikirkan soal tidak aneh saat kamu meninggalkan Bastian di masa kemarin, sebab sedikit banyak nya Bastian dan kamu memiliki hubungan kekeluargaan di Conte, karena itu tidak heran jika kamu menolak Bastian, memilih putus kemudian lebih memilih aku untuk saling bermain api"
dan demi apapun serial merasa seolah-olah ini semua telah diatur dengan demikian rupa, sangat rapi dan juga bersih serta nyaris tidak bisa tercium atau bahkan terbaca oleh dirinya.
"Aku cukup untuk menebaknya, dan aku pikir apakah pemikiranku salah atau benar, tapi aku berusaha untuk berkata ini tidak benar bagaimana mungkin pertemuan kita telah diatur dengan sempurna, tapi setiap kali aku mencoba merangkai kembali kisah kita seolah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin dalam hubungan kita, Venus"
laki-laki tersebut masih terus menelisik wajah istrinya itu untuk beberapa waktu, sejujurnya kegelisahan sangat menghantam dirinya, karena ada satu hal yang membuat dia takut.
__ADS_1
"sebenarnya jika memang pertemuan kita telah disetting dengan sempurna mungkin aku akan berkata ini bukan masalah jika saja seandainya tidak ada kebohongan di dalam pernikahan kita, namun yang menjadi kekhawatiran dan kegelisahan ku saat ini adalah aku berpikir bagaimana jika pernikahan kita dan juga perasaan cintamu semuanya juga settingan dan kamu tidak benar-benar mengharapkan diriku, Venus. mengingat bagaimana jarak usia diantara kita, tiba-tiba membuat aku sadar diri jika aku sebenarnya tidak pantas memilikimu"
Dan itu menjadi kekhawatiran Gerald saat ini, dia pikir bagaimana jika seandainya Venus tidak benar-benar mencintainya, jika semuanya memang telah diatur oleh Gibran dan Venus sendiri, itu artinya perasaan fans padanya pun adalah sebuah kebohongan bahkan pernikahan mereka pun disetuju Venus atas dasar kebohongan juga.
"karena itu katakan padaku sekali saja, apakah kamu benar-benar mencintaiku atau semuanya hanya kebohongan belaka, Venus?"
setelah berkata begitu Gerald langsung meraih bahu Venus, dia meminta perempuan tersimpan berbalik ke arahnya dan menatap bola matanya dalam-dalam, dia ingin tahu apakah Venus benar-benar mencintainya atau perempuan itu berbohong soal perasaannya.
mendapatkan pertanyaan dari laki-laki tersebut seketika Venus terdiam untuk beberapa waktu.
"Maafkan aku, dad"
__ADS_1
Ucap nya perlahan kemudian mencoba menundukkan kepalanya.