Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Menuju pertemuan


__ADS_3

Kafe xxxxxxxx


Dibawah suasana kafe bergaya klasik dengan lampu temaram serta lagu yang mengalun syahdu dari ujung sana menambah indahnya suasana kafe yang di kunjungi oleh Linda dan putra nya.


Si sebuah kursi sofa mendominasi berwarna cream, terlihat Sebastian dan Linda tengah duduk di bagian sudut kanan kursi sofa tersebut dengan posisi saling berhadapan.


Linda tampil begitu cantik dan elegan dengan gaun indah yang telah dipilih oleh Bastian sendiri, sebuah simple membuat tampilan perempuan tersebut menjadi terlihat lebih cantik dan indah.


Bastian sendiri terlihat begitu tampan dengan kameja dan jas mendominasi berwarna putih milik nya tersebut, dia duduk tepat di samping mommy nya, sambil bola matanya terus menatap ke arah depan.


Raut wajah laki-laki tersebut tampak menampilkan banyak sekali keresahan.


Yah Bastian resah karena harus mempertemukan Linda dengan seorang laki-laki di masa lalu nya.


Gibran.


meskipun sebenarnya pertemuan ini dibuat oleh diri nya menjadi pertemuan untuk mommy nya, tapi jantung Bastian yang jelas tidak mau berhenti berdetak sejak tadi.


ada berbagai macam ketakutan yang ada di dalam hati laki-laki tersebut saat ini, terutama jika Linda tidak menyukai laki-laki pilihannya, ah tidak bukan laki-laki pilihannya tapi sebenarnya laki-laki itu sejak awal merupakan pilihan Linda, hanya saja takdir memisahkan mereka dengan cara yang kejam untuk waktu yang cukup lama.


Dia telah mendengar cerita soal masa lalu antara Linda dan Gibran, karena itu cukup membuat Bastian khawatir dengan pertemuan malam ini, dia takut Linda masih menyimpan kemarahan dan juga perasaan trauma di masa lalu yang begitu besar saat melihat Gibran nanti, karena hal tersebut membuat Bastian berulang kali melirik kearah mommy nya dan mencoba untuk menyakinkan diri jika semua baik-baik saja.


"Mom..."

__ADS_1


Bastian bicara pelan kearah Linda, mencoba menatap wajah perempuan tersebut untuk beberapa waktu.


"Hmmm ada apa?"


Wanita itu Bertanya sembari menoleh kearah Bastian.


"Berjanji lah pada ku, meskipun mommy mungkin tidak akan menyukai laki-laki itu nanti, tetap lah duduk dan mengobrol bersama, bicara layaknya teman dengan teman nya semi aku"


Ucap Bastian sembari menatap hangat bola mata Linda, dia berharap perempuan itu tidak melarikan diri bagaimanapun sulitnya saat menghadapi Gibran nanti. all km ke


mendengarkan permintaan dari putranya sejenak membuat Linda terdiam, seolah-olah tengah memikirkan sesuatu, perempuan itu terlihat tidak bergeming untuk beberapa waktu.


"Mom?"


Melihat kegelisahan di dalam wajah putranya, pada akhirnya Linda menganggukkan kepalanya sembari mengembangkan senyumannya.


"Jika kamu yang meminta nya, mommy bisa apa?"


Jawab Linda sembari mengelus lembut rambut Bastian.


lagi mereka tidak saling bicara untuk beberapa waktu, seolah menghitung jam baik detik demi detik hingga menit ke menit menunggu kehadiran orang yang di nanti-nanti.


"Apa dia masih lama?"

__ADS_1


Linda bertanya sambil melirik ke arah jam di tangannya, perempuan itu pikir laki-laki itu sedikit terlambat,atau jangan-jangan mereka yang terlalu cepat datang nya.


"Sebentar lagi, dia sudah di depan Mom"


Jawab Bastian pelan.


Di ujung pintu sana terlihat dua orang tengah berjalan secara perlahan menuju ke arah pintu kaca di depan kafe tersebut.


seorang pelayan menundukkan kepala nya kehadapan dua orang yang baru saja masuk ke kafe itu sembari melebarkan senyumannya, sembari pelayan itu langsung mengarahkan kedua orang tersebut menuju ke salah satu kursi di mana Bastian dan Mommy nya telah menunggu mereka.


Sejenak Bastian menatap kearah depan dimana dia duduk, sedangkan mommy nya yang duduk dihadapannya nya itu jelas tidak melihat dua sosok orang tersebut yang berjalan mendekati mereka.


Bastian sengaja memilih posisi seperti itu agar mommy nya tidak benar-benar terkejut dengan pertemuan mereka, tidak pergi tanpa bertemu terlebih dahulu dengan Gibran.


Hingga akhirnya saat Linda ingin bicara kearah Bastian, tiba-tiba bisa dia rasakan seseorang berdiri tepat di samping sisi kanan nya.


Linda masih mengembangkan senyumannya, menoleh secara perlahan kearah sisi kanannya.


awalnya senyuman di bibir perempuan tersebut jelas masih merekah dengan indah, tapi begitu Linda menyadari siapa yang berdiri di sisi kanannya seketika senyuman itu perlahan menghilang bersamaan dengan bola mata Linda yang membulat dengan sempurna.


"Kau?"


Dia tercekat sembari menggenggam erat telapak tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2