Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Seolah-olah tidak bersalah


__ADS_3

bayangkan bagaimana kekacauan terjadi saat ini, bahkan tamu-tamu undangan langsung mencibir dan lirik ke arah tuan Julio dengan cara yang sangat mengerikan dan menjijikan.


Beberapa wartawan dan juga pencari berita lainnya dengan cepat langsung


Julio pikir siapa yang berani-beraninya Menjebak dirinya saat ini?!.


Sial.


"Louis..."


Dia berteriak histeris, tapi seberapa keras dia memanggil Louis, laki-laki tersebut tidak juga menemukan sosok laki-laki tersebut.


Dia berencana untuk kabur tapi belum sempat dia bisa melarikan diri dari sana, sekumpulan pihak berwajib langsung menyerbu dan mengepung Dirinya.


Laki-laki tersebut bahkan berusaha untuk berkilah dan membela diri nya.


"Biarkan pengacara ku yang bicara, ini pasti ada kesalahpahaman, menjauh dari ku dan jangan mencoba-coba menyentuh ku"


dia bergerak seperti orang gila dan tidak ingin para pihak kepolisian menyentuh dirinya seolah-oleh di dunia masih berkuasa dan bisa mengatur siapapun yang ada di sekitarnya, tapi realitanya bukan dia lagi yang berkuasa saat ini.


"Anda ditangkap dengan .........."


ada banyak sekali rentetan kesalahan yang dia lakukan dan masa lalu hingga masa kini yang disebutkan dari bibir salah satu polisi yang menangkap nya.

__ADS_1


bayangkan bagaimana perasaan Julio saat ini, ketika dia berusaha memberontak sekuat tenaganya namun orang-orang yang berpakaian seragam lengkap polisi menangkap nya tanpa pandang bulu.


Disisi lain seringai senyuman terlihat mengambang dari beberapa wajah di sekitar sana, seolah-olah kemenangan menghantam mereka, pada akhirnya apa yang mereka perjuangkan dan mereka rencanakan sampai pada titik akhir di sini.


"Dia akan mendapatkan hukuman paling setimpal atas kesalahannya"


Bisik Gibran pada perempuan di samping nya, Linda terlihat menatap lurus kearah depan diujung sana, bola mata perempuan tersebut sama sekali tidak lepas menatap tuan Julio yang terus berteriak sejak tadi dan tidak rela juga tidak ingin tangannya diborgol oleh para polisi.


sekuat apapun laki-laki tersebut mau berulang tahun pada akhirnya dia harus rela di bawa dan digiring dengan cara memalukan keluar dari gedung tersebut.


Entah bagaimana perasaan Linda sebenarnya saat ini tapi yang jelas terdapat suatu kelegaan di dalam hati nya yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Dia merasa seolah-olah ada beban gerah yang terlepas di dalam hatinya selama belasan tahun ini, seketika dia meminjamkan bola mata yang diiringi Gibran yang memeluk tubuhnya secara perlahan, laki-laki tersebut kemudian mencium lembut puncak kepalanya.


"Apa ini juga termasuk kejutan nya?"


Dia bertanya sembari melirik kearah Venus istri nya.


Alih-alih menjawab lebih dulu, gadis tersebut menaikkan ujung bibirnya.


"Masih ada banyak kejutan tidak terduga lainnya, daddy"


Bisik Venus pelan.

__ADS_1


Kembali ke sisi Julio, dimana laki-laki tersebut di giring Kearah depan orang-orang mulai meneriaki dan mencaci dirinya, tidak menyangka dengan perbuatannya, Seorang laki-laki mendekati dirinya.


Itu adalah pengacara nya.


Julio seketika langsung berkata.


"Urus semua nya dan dimana putri ku? minta dia membantu untuk meluruskan seluruh berita nya"


Lanjut laki-laki tersebut lagi sambil menatap tajam kearah pengacara nya.


"Dad...?"


Satu suara terdengar dari sisi kanan nya, seorang gadis bergerak cepat mendekati semua orang, membuat Julio terlihat menarik lega Nafas nya.


"Kristy, daddy tidak bersalah, kamu tahu itu, bantu daddy bicara dengan bibi mu dan menyelesaikan semuanya"


Ucap Julio cepat sebelum dia keluar dari gedung tersebut.


Kristy terlihat diam, dia menatap punggung laki-laki yang dipanggil nya daddy tersebut dengan pandangan datar.


Saat Julio telah menghilang, seketika satu senyuman licik mengembang dari balik bibir nya.


"Yeah kau selalu begitu, merasa seolah-olah tidak bersalah"

__ADS_1


Ucap nya sembari mengeluarkan ekspresi mengerikan nya.


__ADS_2