Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Terlalu Membuat nya bahagia


__ADS_3

Demi apapun Gerald menatap kotak kecil di hadapannya tersebut dengan perasaan berdebar-debar, laki-laki tersebut jelas menaikkan ujung alisnya sembari secara perlahan meraih kotak itu dan berniat untuk membukanya.


"aku harap daddy menyukainya"


Bisik Venus sembari menatap dalam wajah laki-laki dihadapan nya tersebut , Gerald sejenak balik menatap wajah istrinya, dengan masih ragu-ragu laki-laki tersebut secara perlahan mengintip kotak kecil tersebut dan berusaha untuk membukanya sedikit demi sedikit.


"Ini membuat ku sedikit deg-degan baby"


Gerald mencoba terkekeh kecil, bicara sembari menetralisir detak jantung nya, dia memejamkan sedikit bola mata nya sembari menebak-nebak sebenarnya apa yang ingin diberikan oleh perempuan dihadapan nya tersebut untuk dirinya.


"Ini bukan...?"


Surat cerai?!.


Oh Gerald apa yang kau pikirkan?!.


"Dad... berhentilah bicara ngawur, aku tahu apa yang ada dipikiran daddy, aku mencintai daddy, tidak akan ada perpisahan di Antara kita"


Venus memunyungkan bibirnya, agak kesal melihat ekspresi wajah Gerald, dia tahu Sejak tahu semua direncanakan dengan matang untuk membuka soal kenyataan dan mendekati Gerald atas rencana untuk membongkar banyak realita dimasa kemarin membuat Gerald sering berdebar-debar takut menghadapi dirinya.


Laki-laki tersebut masih takut jika Venus tidak benar-benar mencintainya.

__ADS_1


"Jangan berpikiran yang tidak-tidak, jika tidak aku benar-benar akan kabur"


Ancam Venus cepat.


mendengar ucapan protes dan ancaman dari Venus, sang suaminya seketika tertawa kecil, dia sedikit malu.


"Maaf baby, daddy hanya khawatir"


", Tempo hari sudah aku jelaskan bukan? aku mencintai daddy dengan..... segenap jiwa raga, siapa mau menyerahkan keperawanannya untuk laki-laki yang tidak dia cintai? jangan bercanda"


Lagi Gerald terkekeh mendengar celotehan Venus.


Usia mengulum senyuman nya.


"Daddy tidak tua"


Protes Venus lagi.


"Baiklah, maaf"


ucap Gerald sembari menatap dalam bola mata Venus untuk waktu yang cukup lama.

__ADS_1


laki-laki tersebut sejenak mencoba untuk menarik nafas yang untuk beberapa waktu, hingga pada akhirnya laki-laki tersebut secara perlahan benar-benar membuka kotak yang diberikan istrinya tersebut dengan jantung berdebar-debar tidak menentu.


awalnya dia mencoba menerka-nerka apa sebenarnya isi di dalam kotak tersebut, hingga akhirnya ketika tangan kanannya berhasil membuka kotak itu, seketika membuat bola mata Gerald membulat dengan sempurna.


dia takut dia salah melihat, karena itu mencoba untuk terus membulatkan bola matanya dan memfokuskan pandangannya, secepat kilat dia kembali memperhatikan isi kotak tersebut dengan seksama.


"Oh my god.....Oh no baby'


Ekspresi Gerald sungguh luar biasa, dia terlihat menatap tidak percaya dengan apa yang ada ditangan nya sekarang, buru-buru dia meraih benda pipih di hadapannya kemudian laki-laki tersebut langsung menoleh ke arah Venus, laki-laki tersebut bertanya dengan jantung yang terasa hampir melompat keluar dari tempat nya.


"Baby? ini...? kita?"


Alih-alih menjawab Venus lebih suka mengembangkan senyuman nya.


dan di detik berikutnya bayangkan bagaimana ekspresi Gerald, laki-laki itu langsung berdiri dari posisi duduknya dia bergerak mendekati Venus dan sepersekian detik kemudian tanpa menunggu aba-aba laki-laki tersebut langsung menggendong istrinya dari arah depan seperti dalam posisi memeluk karung beras kemudian dia menaikkan tubuh istrinya hingga pada akhirnya wajah nya hampir menyentuh perut sang istrinya.


"Aku kehilangan kata-kata, oh god....apa yang harus aku katakan? aku akan jadi seorang ayah hahahaha"


Laki-laki tersebut terlihat luar biasa antusias, bahagia bahkan berteriak histeris seperti orang gila saking senangnya.


Venus hanya bisa tertawa terkekeh melihat kelakuan Gerald.

__ADS_1


__ADS_2