
Mendengar ucapan Venus dan melihat ekspresi serius istri nya jelas langsung membuang Gerald terdiam untuk beberapa waktu.
"Apa ada hal yang tidak aku ketahui, Baby?"
tanya Gerald sambil mengerutkan keningnya, tidak tahu kenapa saat dia melihat perubahan mimik wajah istrinya sejenak laki-laki tersebut mencoba menetralisir detak jantungnya sambil menelan salivanya.
Entahlah tapi dia merasa ada satu firasat yang tidak enak di dalam hatinya.
"Mari bicara serius saat ini, Dad"
tambah Venus lagi.
"Soal kekuarga kami, Linda dan keluarga Daddy"
Kali ini ekspresi wajah Venus seketika berubah.
Mendengar ucapan istrinya soal keluarga kami, keluarga Linda dan keluarga Daddy, jelas membuat Gerald terkejut setengah mati dan dia memundurkan langkahnya sedikit.
"Jangan membuat aku takut dengan mimik wajah mu, baby"
ucapkan sembari mencoba terus menetap bola mata Venus.
"Kamu tidak sedang berencana untuk meninggalkan diriku bukan?"
tidak tahu kenapa sebuah kekhawatiran menghantam dirinya, dia juga trauma di pernikahan pertama dalam hubungan buruk antara dirinya dan Linda.
Baginya dulu setiap kali Linda kedapatan berselingkuh, menurutnya perempuan itu telah mengkhianati dirinya meninggalkannya tanpa perasaan.
Di pernikahan kedua nya bersama Venus dia tidak pernah berpikir untuk ditinggalkan atau meninggalkan, dia benar-benar mencintai Venus dengan setulus hatinya, satu perasaan yang membuncah yang dia yakini jika dia tidak pura-pura mencintai gadis itu dan ingin menikahinya bukan hanya karena Venus mirip dengan Eliza, melainkan karena dia benar-benar mencintai perempuan tersebut.
__ADS_1
Impian nya membangun banyak hal bersama, memiliki anak-anak yang tampan dan cantik, bahkan dia merencanakan untuk pindah ke Mansion yang lain dan melupakan kenangan soal masa lalu bersama Linda atau siapapun yang pernah hadir dalam kehidupannya.
Dia bahkan sudah memindahkan setengah saham miliknya atas nama Venus setelah pernikahan mereka kemarin dengan tanpa izin daripada Linda atau Bastian.
Gerald benar-benar mencintai perempuan itu dengan cara nya sendiri.
Tapi saat melihat Venus berkata ingin bicara dengan nya yang berhubungan dengan Linda, kekuarga Perempuan itu dan keluarga mereka seketika ketakutan akan Kesalahan keluarga Gerald di masa lalu membuat dia takut Venus jangan-jangan sudah tahu dengan semua kisah masa lalu dan kecewa dengan keadaan sama seperti Bastian yang kecewa saat tahu dia bukan ayah biologis nya.
"No Dad, aku tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Daddy"
Ucap Venus kemudian.
"Mari ikut aku dan kita bicara dengan serius"
lanjut perempuan itu lagi kemudian meraih tangan Gerald dan perempuan tersebut mulai membawa Gerald menjauh dari sana menuju ke arah pintu keluar rumah sakit.
Dia pikir ke mana Venus akan membawanya, rupanya perempuan itu membawa nya ke sebuah kafe yang terletak tidak begitu jauh dari sana.
"Kita benar-benar akan bicara dalam keadaan serius Dad, aku harap tidak ada kemarahan di antara kita"
Venus mulai membuka suaranya.
Gerald terlihat diam.
"Aku sudah lama tahu soal hubungan tiga Keluarga"
Ucap istri nya kemudian.
"Ya?"
__ADS_1
Gerald jelas sedikit terkejut.
"Seberapa lama? sebelum kita menikah atau sesudah?"
Tanya Gerald kemudian.
Venus terlihat diam, belum bisa menjawab, Perempuan itu kemudian menghela nafas nya pelan.
"Sebelum kita menikah, tapi aku sama sekali tidak tahu jika Bastian merupakan putra dari Conte karena hasil perkosaan"
Lanjut Venus kemudian.
Mendengar penjelasan Venus seketika Gerald menyatukan kedua alisnya.
"Apa kamu tahu soal...?"
Tanya Gerald ragu-ragu, aku dan Mommy mu??"
dia tidak berani melanjutkan kata-katanya.
"Apakah pernikahan kita atas dasar rasa kasihan?"
Tanya laki-laki itu kemudian, tidak tahu kenapa pemikiran buruk langsung menghantam dirinya, jika Venus tahu soal semua hal di masa lalu itu artinya Venus tahu dia pernah berpacaran dengan Eliza.
Dan Gerald pikir apakah Venus bersedia Menikahi nya karena rasa kasihan?!.
"Jawab Vee, aku ingin tahu soal itu"
Bisa dilihat bagaimana ekspresi Gerald saat ini.
__ADS_1
Venus terlihat diam, menatap dalam bola mata suaminya untuk beberapa waktu.