Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Meminta bantuan nya


__ADS_3

Kembali ke rumah Sakit xxxxxxxx


pusat kota


Paris


Bastian masih menatap bingung kearah laki-laki yang ada di samping mereka itu, kemudian dia menoleh kearah Daddy nya untuk beberapa waktu.


Kristy terlihat baru saja masuk ke ruangan tersebut.


Gerald mengembang senyuman nya ketika melihat gadis muda itu, tidak tahu kenapa dibandingkan Bastian berteman dengan Maria ohara dia lebih suka Bastian berteman dan pergi kemana-mana bersama Kristy


Bagi nya gadis itu lebih banyak memberikan sisi positif didalam kehidupan Bastian, sosok ke ibu-ibu'an dan hangat Kristy menurut Gerald pantas untuk sosok Bastian yang sedikit buruk karena mengharapkan perhatian dari banyak orang.


"Kau ikut datang?"


Gerald bertanya pada Kristy, mendekati gadis itu lalu membiarkan Kristy menundukkan kepalanya kearah diri nya.


"Ya Om"


Jawab Kristy pelan dengan perasaan tidak enak, agak Takut jika Daddy Bastian tidak menyukai dirinya.


alih-alih mendapatkan respon yang buruk dari laki-laki tersebut, tiba-tiba Kristy merasa kepalanya disentuh dengan hangat oleh Gerald.

__ADS_1


"Itu bagus, terkadang karena panik dan bingung Bastian bisa sedikit keluar dari akal sehatnya, dia butuh seseorang yang bisa mendampingi dirinya"


setelah berkata begitu Gerald langsung membuang pandangannya.


Kristy masih belum bergeming, masih sedikit terkejut dengan respon laki-laki tersebut.


"Perkenalkan diri mu lebih dulu dan beri salam pada orang yang lebih tua dari mu, bas"


tiba-tiba Daddy nya berkata sambil menoleh ke arah Bastian.


mendengar ucapan Gerald seketika Bastian Ingat jika pertanyaan nya sama sekali belum di jawab oleh laki-laki tersebut.


Bastian buru-buru menundukkan kepalanya kearah laki-laki yang masih berdiri di samping tubuh Mommy nya itu.


Tiba-tiba Gerald berkata seperti itu membuat Bastian sejenak terdiam, pada akhirnya laki-laki tersebut hanya bisa menurut ketika Daddy menarik tangannya untuk keluar dari ruangan tersebut.


Mereka duduk di depan kamar di mana Linda tengah dirawat, Gerald terlihat menggenggam erat telapak tangan


"Nama nya Gibran, dia teman semasa kuliah Daddy dan Mommy, bahkan dulu laki-laki ini pernah jatuh cinta pada Mommy mu Begitu juga dengan Mommy mu"


Gerald membuka pembicaraan, laki-laki itu bicara dengan cepat sambil mencoba mengulum senyuman nya, mendengar hal tersebut jelas membuat Bastian sedikit mem batu.


"tapi takdir berjodoh siapa yang tahu? kadang kita pacaran dengan siapa, lalu menikah dengan siapa, di masa lalu kami mengalami nya"

__ADS_1


Ucap Gerald lagi.


"Dan terkadang perasaan cinta kepada orang di masa lalu masih terasa sangat erat dan kental"


Lanjut laki-laki itu lagi kemudian Gerald menarik pelan nafasnya.


Bastian sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, dia cukup bingung dan Mencoba mendengar kan ucapan Daddy nya.


"Daddy pikir Daddy mungkin memang benar bukan laki-laki yang tepat untuk Linda, Gibran orang yang paling cocok untuk dirinya tapi..."


Gerald bicara kemudian menepuk-nepuk punggung tangan putra nya.


"Ada sedikit kekeliruan di masa lalu yang membuat Mommy mu dan Gibran terpisah, Gibran cukup kesulitan untuk menjelaskan perihal di masa lalu kepada Linda, karena itu maukah kamu membantu Daddy untuk membuat mereka kembali bersama?"


Tanya Gerald lagi kemudian.


mendengar permintaan laki-laki tersebut seperti kamu Bastian langsung menetap dalam bola mata Gerald.


"Apa Daddy dan Mommy tidak pernah saling mencintai?"


sebaris pertanyaan itu pada akhirnya diluncurkan oleh Bastian, dia benar-benar hanya ingin tahu soal hubungan kedua orang tersebut.


"No.... karena sejak awal aku dan Linda tidak saling mencintai, Realita nya kami sama-sama mencintai orang yang berbeda, tapi takdir membuat kami bersama tanpa terduga "

__ADS_1


jawab laki-laki tersebut dengan nada yang begitu mantap.


__ADS_2