
Beberapa bulan kemudian
Mansion utama Gerald
Malam
Paris.
semua orang terlihat sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, bahkan semua orang memiliki pasangan mereka tanpa terkecuali.
Perut Venus mulai membesar, sudah agak sesak kalau bergerak banyak, apalagi kehamilan pertama Cukup menyiksa, melewati masa trimester pertama rasanya seolah-olah ingin mati muda.
Linda terus membantu Venus, perempuan tersebut memperhatikan Venus layaknya putri sendiri, begitu cerewet jika Gerald mengabaikan istrinya.
"Oh god, aku tidak pernah mengabaikan nya Linda, hanya saja aku nyaris tidak bisa kemana-mana sekarang, dia sangat sulit untuk di tinggal"
Gerald bicara cepat, menyakinkan Linda sambil dia sibuk membakar daging barbeque, malam ini mereka berkumpul bersama untuk menikmati barbeque dengan seluruh anggota keluarga besar.
Bastian terlihat sibuk menata meja makan, tidak mempedulikan para pasangan yang lain yang terlihat sibuk dengan istri-istri mereka, berhubung hanya dia yang belum berumah tangga dan juga belum memiliki istri dia tidak paham obrolan orang-orang yang sudah membina rumah tangga tersebut.
tapi setidaknya Christy menjadi pendengar yang baik di ujung, karena realitanya laki-laki itu sudah membuat ancang-ancang untuk melamarnya.
__ADS_1
Yolanda terlihat sibuk dengan daddy Andrew, memisahkan barbeque yang sudah siap dihidangkan ke atas piring kosong Secara perlahan, sesekali terdengar candaan mereka berdua yang entah membicarakan apa.
Winda dan Henry sibuk menyiapkan minuman dan juga gelas untuk disajikan di atas meja, sesekali Winda terlihat memerah karena digoda oleh laki-laki tersebut, Henry belakangan terlihat jahil terhadap dirinya.
mungkin lebih tepatnya karena laki-laki itu merindukan dirinya, memangkas jarak di antara mereka di mana mereka sudah lama tidak melakukan candaan-candaan bersama.
Setelah Winda sadar bayangkan bagaimana perasaan Henry, dia nyaris gila saking bahagianya, enggan menunggu lama, langsung melamar Winda dan menyiapkan pernikahan untuk mereka, Mama Henry yang jelas lebih tidak sabaran, karena sudah frustasi melihat Henry yang sudah jadi bujangan tua.
Gibran mungkin yang paling bahagia, sebab lamaran nya sudah diterima, saat ini tengah saling berlomba siapa dulu yang harus menikah antara Winda dan Linda.
Dua saudara kembar rebutan ingin membina rumah tangga dengan kekasih pujaan masing-masing.
Mereka terlihat berkumpul bersama, memangkas jarak bersama, keakraban terjadi diantara mereka dan melupakan kenangan pahit masa lalu tanpa ingin mengingat nya.
Seperti kata Conte dulu.
uang bahkan bisa membeli segala-galanya.
"Sayang duduklah"
Gerald bergerak meminta Venus Duduk di salah satu kursi, tidak membiarkan perempuan tersebut terlalu lelah.
Venus menurut, karena dia memang tidak kuat berdiri terlalu lama.
__ADS_1
Mereka berkumpul menjadi satu, mengelilingi meja setelah hampir seluruh barbeque matang, terdengar canda tawa dimana-mana, terkadang tanya jawab dan cerita terus berlanjut di antara mereka.
Sesekali para perempuan bercerita soal laki-laki mereka begitu pula sebaliknya.
"Ngomong-ngomong kapan kita mengambil liburan bersama?"
Henry bertanya cepat.
"Aku pikir biarkan Venus melahirkan lebih dulu, itu akan menyulitkan dia kemana-mana"
Gibran menyahut cepat.
"Tidak bisakah hingga semua orang menikah? dengan begitu bisa melakukan bukan madu bersama"
"Yang paling kecil harus menikah paling akhir"
Semua menoleh kearah Bastian dan Kristy, membuat mereka terlihat mengulumkan senyuman karena malu-malu kucing.
****
__ADS_1
Jangan tarik kebahagiaan ini, semua orang terlalu lama menderita, sudah sepantasnya mendapatkan kebahagiaan bersama.