Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 29


__ADS_3

Setelah penya.tuan mereka yang telah ditambah satu ron.de lagi pada akhirnya Darrel menghentikan kegiatannya, dia pikir dia terlalu bru.tal hingga membuat putrinya terus berteriak di bawah kungku.ngannya.


Oh god kau selalu membuat ku bersemangat.


Batin Darrel.


Entahlah Darrel pikir Gea selalu membuat dia bersemangat,dia merasa perempuan tersebut mampu membuat dia mendapatkan satu pengalaman yang tidak dia dapatkan dari perempuan lain sebelumnya.


Dan yakinlah Darrel benar-benar merasa dia menemukan satu perasaan yang berdebar-debar ketika berhadapan dengan Gea dimana dia tidak pernah mendapatkan nya dengan Perempuan lain.


Pada akhirnya laki-laki itu membenahi posisi putrinya, kemudian dia dengan cepat menggendong perempuan tersebut untuk segera keluar dari tempat itu.


mendapati tubuhnya digendong secara refleks oleh sang daddy, seketika membuat Gea langsung terkejut dan membulatkan bola matanya, dia langsung memegang leher darel dengan cepat karena takut jatuh, dengan wajah yang memerah karena malu perempuan itu terlihat diam dan masuk ke dalam dada bidang sang daddy nya.


"Dad"


Bisik nya pelan.


"Kita akan kembali ke royal penthouse suite milik Daddy"


Bisik laki-laki tersebut sembari mengembangkan senyumannya, dia membawa perempuan tersebut menuruni tangga di mana sudah tidak ada satu orang pun yang berada di dalam restoran tersebut mengingat sejak awal Darrel memang membooking tempat itu untuk makan malam mereka dan juga menyantap makan menu utama yaitu melewati sesi per.cinta.an dengan cara yang luar biasa.

__ADS_1


Pada akhirnya laki-laki tersebut membawa Gea menuju ke arah mobilnya secara perlahan kemudian dia mulai memasukkan putrinya ke dalam mobil tersebut.


******


The Royalt penthouse suite


president Wilson hotel.


Setelah memastikan Gea telah terlelap di dalam tidurnya, laki-laki tersebut secara perlahan melesatkan ciumannya ke bi.birnya untuk beberapa waktu, setelah itu laki-laki tersebut langsung beranjak pergi dari sana secara perlahan.


Dia pergi keluar dari kamar tersebut, berbelok menuju ke sisi kanan nya menuju kearah teras dimana tempat tersebut langsung berhadapan dengan laut Jenewa.


Darrel terlihat menyambar rokok miliknya yang ada di atas meja kecil di sisi kanan dekat pintu keluar masuk teras samping penthouse tersebut, dia mengambil sebuah pamatik dan kini mulai meletakkan rokok dibibir nya lantas mulai menyulut api dari pamatik ke rokok yang ada di bibir nya saat ini.


Meksipun usia nya sudah memasuki kepala 4, dia benar-benar kharismatik dan terlihat masih muda dan gagah dengan otot kotak-kotak yang menggoda juga berlimpahan harta benda, belum lagi jaminan hidup terbaik yang mungkin tidak akan habis bahkan bukan hanya sekedar 7generasi berikutnya tapi untuk seluruh silsilah keluarga Oxtone.


Setelah menyulut api nya, laki-laki tersebut mulai menyesap rokok nya secara perlahan, dia terlihat berdiri di pagar besi pembatas tepian teras tersebut yang menghadap langsung ke arah laut, mencoba menelisik keadaan untuk beberapa waktu.


Laki-laki tersebut mulai asik menikmati rokok nya, sembari pemikirannya berkelana entah ke mana, cukup lama hingga akhirnya ditengah pemikiran nya tiba-tiba handphone Darrel berdering.


Laki-laki tersebut mencari posisi handphone nya yang diletakkan oleh nya di atas meja dekat dimana dia berdiri, Darrel secara perlahan menyambar handphone nya kemudian langsung mengangkat nya dengan gerakan yang begitu santai.

__ADS_1


"katakan"


Ucap Darrel kemudian.


Dia mendengarkan ucapan seseorang diseberang sana untuk beberapa waktu, cukup lama hingga membuat dia menaikkan ujung bibirnya.


"Terus selidiki dan kumpulkan semua bukti-bukti nya satu per satu"


Darrel bicara cepat dimana bola mata nya terlihat menatap kearah depan, dimana tangan kanan nya tetap fokus dengan rokok yang ada di tangan nya.


"Aku ingin tahu siapa saja yang terlibat pada masa itu"


Setelah berkata begitu, Darrel terlihat menghembuskan asap rokok nya ke atas, kepulan asap rokok tersebut bergerak perlahan menghilang seiring bergerak nya angin laut.


Sejenak laki-laki tersebut memejamkan bola matanya, membiarkan dirinya sejenak melebur dalam suara ombak laut dan angin malam.


"Pastika apakah Laki-laki tua itu ikut terlibat atau tidak, dan aku ingin tahu dimana anak itu saat ini"


Lanjut Darrel lagi kemudian, Laki-laki tersebut membuka bola matanya kemudian dia mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu.


"Kita lihat sejauh apa mereka akan bergerak dan menipu banyak orang, aku ingin tahu apa yang sebenarnya dia inginkan dari keluarga Oxtone"

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Darrel langsung mematikan panggilannya, kemudian dia kembali menghisap sisa rokoknya dalam satu kali siapa dan begitu banyak hingga akhirnya dia membuang asapnya tersebut dan menciptakan kepulan besar di atas sana.


__ADS_2