
Disisi lain
Alisa terlihat bergerak dengan tergesa-gesa, dia melangkah menuju kearah mobil nya dengan cepat tanpa berpikir dua tiga kali, ke khawatiran menghantam dirinya saat ini.
Perempuan tersebut terlihat mengeluarkan handphonenya kemudian mencoba untuk menghubungi seseorang.
"Oh shi.t, angkat telpon nya sekarang"
Umpat perempuan tersebut sambil memukul stir mobilnya kesal, dia terus menghubungi seseorang di seberang sana dalam waktu yang cukup lama hingga akhirnya panggilannya tersambung juga.
"Kenapa lama sekali mengangkat panggilanku?"
Alisa bertanya dengan ada yang sedikit tinggi dia mulai mengajukan mobilnya ke arah depan dengan ekspresi panik dan juga bingung.
"Apa kau sudah mendengar beritanya?"
Perempuan tersebut kembali bertanya.
"Aku pikir Darrel mulai mencurigai soal sesuatu, laki-laki tersebut mengirim seseorang di kediaman lama Maherna, aku yakin Darrel tidak lama lagi akan menemukan soal kenyataan di masa lalu"
__ADS_1
Alisa bicara dengan cepat, dia mencoba untuk mengontrol emosinya.
"Sebelum dia mengetahui soal semuanya dan rencana yang telah kita susun selama ini gagal total, bawa pergi anak itu dengan cepat sekarang juga, dia tidak boleh mengetahui soal apapun di masa lalu sebelum aku dan kau mendapatkan apapun yang kita inginkan"
Setelah berkata seperti itu Alisa ternyata salah satu tangannya dia tidak digunakan untuk menyetir mobil terlihat terus di kepal dilepaskan, di kepal dan lepaskan sejak tadi, sesekali dia mencoba menggigit jari jempolnya dengan perasaan yang begitu panik.
Pada akhirnya perempuan itu langsung menutup panggilannya, dia memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menembus angin malam menuju ke salah satu bagian usaha hutan pinggiran kota Paris"
Laki-laki tersebut tidak boleh tahu sama sekali soal masa lalu mereka, jika tidak Alisa yakin semuanya akan hancur dan kacau balau.
*****
Disisi lainnya lagi.
Mereka langsung masuk tanpa permisi, mendobrak pintu rumah tersebut dengan cara yang sangat tidak manusiawi, membuat penghuni nya seketika terkejut setengah mati.
Seorang laki-laki tua tampak gemetaran, dia menatap dua laki-laki tersebut dengan pandangan panik, laki-laki tua tersebut berusaha mengambil sebuah tongkat di sisi kiri dimana dia duduk namun realitanya dia sama sekali tidak mendapatkan nya karena dua laki-laki tersebut secepat kilat mengambil tongkat miliknya dengan kasar kemudian satu dari mereka menyeret laki-laki tua tersebut dengan kasar.
Selang beberapa waktu tiba-tiba saja beberapa orang lainnya masuk kedalam, mereka bergerak melesat menuju kearah kamar di sisi kiri bangunan tersebut, mendobrak nya dengan paksa kemudian masuk kedalam sana.
__ADS_1
Laki-laki tua itu jelas marah dan histeris, dia berteriak mengumpat dan berusaha untuk lepas dari cengkraman laki-laki disamping nya namun laki-laki lainnya lagi membantu untuk menahan tubuhnya.
"baji.ngan... breng.sek.... lepaskan"
Alih-alih peduli dengan ucapan laki-laki tersebut, orang-orang itu terus bergerak mengambil seorang perempuan di dalam kamar itu, di mana bisa dilihat seorang perempuan yang tidak berdaya dan berbaring di atas branker kasur rumah sakit yang tubuhnya dipenuhi oleh beberapa selang dan juga alat monitor pengatur detak jantung.
Begitu orang-orang tersebut membawa perempuan itu seketika laki-laki tua itu semakin histeris dan panik, dia terus berusaha memberontak namun usahanya sia-sia.
Mereka semua membawa perempuan tersebut keluar dari tempat itu dengan cepat tanpa banyak bicara.
Kengerian dan juga suasana mencekam terasa membuat orang-orang yang melihatnya berpacu dengan adrenalin, orang-orang itu menyeret perempuan tersenyum yang berada di dalam dan terdorong untuk masuk ke dalam sebuah mobil Van berwarna hitam.
Laki-laki tua itu terus berusaha untuk memberontak dan melepaskan dirinya, dia bahkan berteriak semakin histeris.
"lepaskan putri ku bajingan, siapa kalian, bajingan...."
Klatakkkkk.
Di tengah keadaannya kacau balau tiba-tiba dari arah depan seseorang masuk ke dalam rumah itu, gimana sosok itu merupakan seorang laki-laki yang menggunakan pakaian mendominasi berwarna hitam dengan jaket kulit yang menyelimuti tubuhnya, di tangannya tanpa sebuah pistol telah mengacu tepat ke arah laki-laki tua tersebut di mana dia menggunakan sarung tangan berwarna hitam.
__ADS_1
Laki-laki tua itu seketika langsung membulatkan bola matanya, dia terbelalak kaget saat dia menyadari siapa yang ada di hadapannya saat ini.
"kau...!."