Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Bab 72


__ADS_3

Darrel terlihat melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Sembari dia mengeratkan rahang untuk beberapa waktu, mendengar kata mommy nya soal daddy nya yang berada di rumah sakit jelas membuat dia marah.


Bagaimana bisa?!.


Batin nya Sembari mengerutkan keningnya


Darrel pikir laki-laki tua tersebut kemarin baik-baik saja, sehat-sehat saja, bagaimana bisa hari ini laki-laki itu tahu-tahu tumbang?!.


Saat dia bertanya ada apa mommy nya lebih memilih diam sembari menangis terisak, kemudian memintanya untuk datang ke rumah sakit dimana daddy nya dibawa.


Karena itu Darrel tanpa harus menunggu dua tiga kali atau menghabiskan waktu, laki-laki itu secepat kilat langsung beranjak pergi dan bergegas mendatangi kedua orang tuanya.


Jangan ditanya bagaimana perasaan saat ini, semua jelas tidak baik-baik saja, meskipun laki-laki tua itu tidak begitu memperhatikan dirinya, bahkan terkesan sangat kejam dan juga selalu menekan nya dalam pernikahan juga soal banyak hal di masa lalu yang berhubungan dengan perusahaan, Darrel tahu laki-laki tersebut hanya sedang berusaha untuk mengekspresikan perhatiannya namun dengan caranya sendiri.


Tidak ada seorang ayah pun yang ingin anaknya celaka, dan Darrel percaya begitu juga dengan daddy nya.


Laki-laki tersebut hanya tidak pandai mengekspresikan perasaannya, Darrel tahu sifat daddy nya sama seperti sifat dirinya  di mana mereka berdua sama-sama tidak pandai mengekspresikan perasaan mereka terhadap orang lain.


Padahal realitanya mereka penuh perhatian dan juga kasih sayang, namun mereka hanya tidak bisa mengungkapkannya secara gamblang karena mementingkan ego serta harga diri di hadapan banyak orang.


Laki-laki tersebut terus melajukan mobilnya menuju ke arah depan tanpa banyak bicara, fokus mata dan tangan Darrel tetap terjaga meskipun rasa panik menerjang dirinya.


Namun begitu dia tiba di rumah sakit laki-laki tersebut jelas tidak bisa bersikap baik-baik saja, dia langsung turun dari mobilnya dan melesat masuk ke dalam rumah sakit tanpa memperpanjang pemikirannya.


Baginya hanya satu dia bisa menemui Mommy dan daddy nya saat ini.


Dia mempercepat langkahnya menuju kearah depan, mengabaikan siapapun yang ada disekitar nya, bola matanya terus bergerak mencari seseorang di antara orang-orang yang ada di rumah sakit tersebut.


Seketika laki-laki tersebut cukup terkejut saat dia melihat ada Alisa yang tanpa berdiri di depan ruangan Unit gawat darurat.


Darrel jelas saja langsung mengerutkan keningnya, dia pikir tumben perempuan tersebut ada di sini bersama Daddy?!.

__ADS_1


Dia tahu betul karakter perempuan yang ada di ujung sana, dia tidak akan tertarik untuk mengurusi kehidupan orang lain selama, Alisa selalu memikirkan keuntungan tanpa peduli dengan keadaan orang lain.


Laki-laki tersebut berjalan perlahan mendekati mommy nya yang tampak duduk di salah satu kursi ruangan tunggu.


"Mom?"


Laki-laki tersebut buru-buru langsung mendekati mommy nya lantas bertanya.


"Apa semua baik-baik saja mom?"


Sebenarnya pertanyaan Darrel cukup tidak masuk akal, dia mempertanyakan sesuatu yang sangat tidak baik di tengah kondisi mommy nya yang dipenuhi kepanikan.


Nyonya Oxtone yang melihat kedatangan putranya seketika langsung membulatkan bola matanya, wanita itu secepat kilat langsung berdiri dari posisi duduknya, kemudian dia langsung memeluk Darrel  dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.


Mendengar isakan dari mommy nya seketika membuat Darrel mempererat pelukannya.


"Katakan ada apa mom?"


"ini tidak baik-baik saja"


ucap Mommy nya pelan sambil terus memeluk Darrel tanpa melanjutkan kata-katanya.


******


Masih di rumah sakit xxxxxxx


Beberapa jam setelah masa kritis.


Darrel menatap beberapa Tim dokter yang ada dihadapan nya untuk beberapa waktu, dimana salah satunya meminta Darrel untuk mengikuti nya masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"apa semua baik-baik saja?"

__ADS_1


Laki-laki tersebut bertanya pada dokter yang ad dihadapan nya tersebut dengan cepat, menatap sang dokter laki-laki berusia lebih dari kepala empat tersebut untuk beberapa waktu.


"Ini tidak baik-baik saja, tuan Oxtone terkena Henti jantung mendadak, dimana henti jantung mendadak merupakan kondisi organ jantung berhenti total tanpa ada gejala awal penyerta. Hal ini akibat terjadinya gangguan 'listrik' jantung sehingga aliran darah yang membawa asupan energi dan oksigen terhenti."


Dokter tersebut mulai bicara sembari menatap Darrel.


"Pompa jantung yang berhenti secara mendadak inilah yang menyebabkan darah tidak mengalir hingga terkadang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ otak. Bahkan yang lebih harus diwaspadai, henti jantung mendadak bahkan dapat menyebabkan kematian"


"Semua Cukup berjalan dengan baik, kita telah memberikan pertolongan awal nya tapi aku harap kalian memerhatikan kesehatan tuan Oxtone setelah ini"


Mendengar ucapan laki-laki yang ada di hadapannya membuat Darrel mengerutkan keningnya.


"henti jantung mendadak dapat dicegah dengan menjalani pemeriksaan rutin, melakukan deteksi dini serta mengelola gaya hidup yang sehat. Seperti menjaga kesehatan jantung dengan tidak merokok atau berhenti merokok, hindari penyebab faktor resiko penyakit obesitas, membatasi konsumsi alkohol dan memastikan asupan makanan sehat, termasuk rutin berolahraga, dan tentunya mengelola Stress dengan baik, terkadang faktor stress bisa memicu keadaan kembali seperti semula, ini akan cukup membahayakan keadaan pasien"


Darrel sama sekali tidak menjawab atau bicara, dia sedang berpikir soal apa yang diucapkan oleh dokter di hadapan tersebut, yang dia ingat daddy nya belakangan sudah tidak lagi mengkonsumsi rokok, bahkan yang Darrel tahu laki-laki tua itu tidak menyentuh alkohol untuk beberapa bulan terakhir, mommy nya selalu menerapkan asupan makan sehat dan bergizi dengan baik dan benar, bahkan membawa Daddy nya untuk mengikuti kegiatan olahraga ringan yang tidak memicu jantung berdetak jauh lebih kencang.


Darrel pikir mommy nya telah mengontrol kesehatan daddy nya dengan cukup baik, jadi rasanya sedikit aneh jika semua itu dilakukan oleh daddy saat ini, dirinya tidak mungkin jatuh ambruk karena dia telah menghindari semua hal dan juga menjaga kesehatan nya dengan baik mengingat laki-laki tua itu dulu sempat ambruk karena kesehatannya.


Satu-satunya yang menjadi faktor yang mungkin memicu jantung daddy nya tidak baik-baik saja adalah stres, tapi apa yang membuat laki-laki tersebut tiba-tiba merasa stres dan keadaan?!.


Seketika Darrel mempertanyakan hal itu di atas kepalanya, apakah daddy nya menyimpan sebuah persoalan yang tidak dia ketahui?


Seketika dia menjadi khawatir dengan keadaan, Darrel pikir apakah ada hal-hal yang diketahui oleh laki-laki tersebut hingga daddy nya memendam semuanya di dalam hati saat ini?!.


Darrel terlihat Masih diam, memilih tidak bicara sedikitpun sejak tadi, membiarkan dirinya tenggelam dalam pemikirannya sendiri.


"Kami harap kalian akan menjaga kesehatannya dengan baik setelah ini"


Lanjut laki-laki yang ada di hadapan Darrel lagi.


"Kami akan melakukannya dengan baik, dokter"

__ADS_1


Pada akhirnya laki-laki tersebut mulai membuka suaranya, setelah itu dia bergerak secara perlahan pergi meninggalkan tempat tersebut dengan sejuta pemikirannya.


__ADS_2