Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Bab 61


__ADS_3

Gerbang SMA xxxxxxx


milik Darrel company


Sekolah VVIP xxxxxxx


Swasta.


Gea menatap ke arah laki-laki yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu, dia pikir Darrel benar-benar tidak membohonginya, paman muda sungguh-sungguh menjemputnya setelah pulang sekolah, hal tersebut cukup membuat Gea terkejut.


"Paman?"


Perempuan itu langsung mengembangkan senyumannya bergerak mendekati Vier, niat nya ingin menyalami Vier tapi tiba-tiba laki-laki tersebut memeluk hangat diri nya.


"Sudah pulang?"


Laki-laki tersebut bertanya cepat ke arah perempuan yang ada di hadapannya itu.


Gea buru-buru mengangguk kan Kepala nya, dia melepaskan pelukannya kemudian menganggukkan kepalanya.


"Paman apakah kita akan pergi? Daddy bilang paman ingin membawa ku sejenak"


Gea jelas bertanya dengan penuh rasa penasaran, membiarkan dirinya masih terus tenggelam dalam pelukan laki-laki tersebut. Sembari dia mendongakkan kepalanya.


"Paman ingin membawamu ke satu tempat dan memperkenalkan dirimu pada seseorang"


Lagi-lagi tersebut bicara cepat, kemudian dia melepaskan pelukannya dari Gea.

__ADS_1


Perempuan itu mengganggu kan kepalanya dengan polos, karena biasanya Vier sering menjemput dirinya dulu untuk dibawa jalan-jalan atau pergi ke mana pun yang laki-laki itu inginkan, Gea hari ini kembali menurun dan membiarkan laki-laki itu membawanya entah ke mana.


Dia langsung naik ke dalam mobil Vier, membiarkan dirinya duduk nyaman di dalam mobil laki-laki tersebut.


Vier buru-buru ikut masuk ke bagian sisi kemudi, membawa Gea merasa pergi dari sana dengan cepat dan sedikit tidak sabaran.


"Paman ingin memperkenalkanmu dengan seseorang"


Ucap laki-laki tersebut sembari melebarkan senyumannya.


Gea kembali menganggukan kepalanya, menatap ke arah Vier dengan tatapan sedikit penasaran, dia pikir siapa yang ingin diperkenalkan laki-laki tersebut kepada dirinya, apakah mungkin orang yang dia kenal atau apakah mungkin calon istri laki-laki tersebut?!.


"Baiklah itu bukan masalah"


Gea menjawab dengan penuh semangat.


*******


Ruang kerja Darrel.


Darrel menatap sebuah amplop mendominasi berwarna coklat yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu ketika seseorang mengantarkan amplop itu barusan ke tangannya.


Laki-laki itu terlihat tidak bergeming untuk beberapa saat, hingga akhirnya secara perlahan Darrel meraih amplop tersebut kemudian mulai membukanya.


Sejenak dia mencoba menarik isi amplop itu lantas melihat selembar kertas yang ada di sana, laki-laki tersebut mulai membaca satu persatu kalimat yang ada di dalam kertas tersebut


Hingga akhirnya kata 99% match terlihat dengan jelas di balik bola mata tajam miliknya.

__ADS_1


Darrel terlihat mengerat kan sejenak rahangnya, laki-laki tersebut terlihat Diam seribu bahasa.


"Kau telah melihat hasilnya?"


Tiba-tiba suara seorang laki-laki yang duduk di atas kursi sofa yang terletak tidak jauh dari hadapannya memecah keadaan, Darrel langsung menatap ke arah sosok laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.


"Aku harap kau tidak terlalu terkejut dengan hasilnya"


Ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.


"Aku tidak begitu terkejut melihat hasilnya"


Darrel menjawab sembari dia meletakkan kembali kertas tersebut ke dalam amplop mendominasi berwarna putih ada di depannya, setelah itu laki-laki tersebut secara perlahan bergerak menjauhi meja kerja ini dan berjalan menuju ke arah laki-laki yang pernah terciduk di atas kondisi Sofa itu.


"Aku sudah bilang bukan jangan terlalu jauh-jauh bermain dengan putri mu sebelumnya"


Ucap nya lagi pada Darrel.


Bisa dilihat Darrel kini menghempas kan tubuh ke atas kursi sofa tersebut dengan cepat.


"Kali ini urusanmu tidak akan menjadi mudah"


Lanjut laki-laki itu lagi.


"Kau bercinta dengan putri paman mu sendiri"


Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Darrel memijat-mijat pelipis nya.

__ADS_1


"Yeah dia benar-benar putri nya"


Ucap nya pelan sembari menghela kasar nafasnya.


__ADS_2