
Setelah semua kekacauan telah berhasil di akhiri.
beberapa bulan kemudian.
Seulas senyuman mengembang dibalik wajah Gerald, dia melirik kearah Venus untuk beberapa waktu sembari telapak tangan laki-laki itu terus meminta maaf tangan istrinya untuk beberapa waktu.
di setiap sudut di sisi kiri, kanan, depan belakang dan juga dalam seluruh ruangan tersebut terlihat para tamu ini memenuhi gedung pesta pernikahan mereka.
hari ini adalah pernikahan Winda dan juga dokter Henry, seulas senyuman mengembang dibalik wajah Winda.
sebenarnya proses untuk memulihkan mental Winda tidaklah mudah, setelah semua orang tertangkap dengan kejahatannya, dokter Henry masih harus berjuang untuk membuat perempuan tersebut berani menghadapi kehidupannya, di balik trauma yang mendalam jelas tersimpan luka yang nyaris tidak ada obatnya, satu-satunya yang dibutuhkan oleh orang-orang seperti Winda adalah dukungan dan support dari orang-orang di sekitarnya.
semua orang berusaha untuk membuat lidah lupa dengan kejadian dan tragedi masa lalu, menghapus nama keluarga Conte dalam barisan susunan keluarga Venus dan lain sebagainya.
semua orang udah bener menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru untuk masing-masing orang menjalani kehidupan normal mereka.
dokter Henry pada akhirnya membulatkan tekad untuk melamar Winda, terkadang rencana tak semulus apa yang diharapkan namun karena usaha pasti akan selalu ada jalan.
pada akhirnya setelah perencanaan panjang Henry berhasil melakukan lamaran kepada Winda berikan bantuan semua orang yang ikut serta memuluskan dan melancarkan rencana tersebut.
Winda awalnya cukup ragu untuk menerima lamaran laki-laki tersebut mengingat dirinya bukan lagi gadis yang utuh yang seharusnya memberikan hal pertama kepada laki-laki yang dia cintai, namun Henry sama sekali tidak pernah mempermasalahkan soal itu bahkan dia berkata.
"Jika aku memang mempersoalkan tentang sebuah kegadisan, aku tidak akan berjuang dan menunggumu sampai hari ini hingga usia Bastian 19 tahun"
ucap laki-laki itu sembari menetap dalam bola mata indah winda.
__ADS_1
yah dia tidak mungkin menunggu selama ini bahkan berharap juga berjuang untuk kesembuhan dan keselamatan Winda, dalam setiap hari penantiannya selama 19 tahun lebih dia selalu meyakinkan diri jika Winda akan bangun dari tidur panjangnya.
meskipun tidak dipungkiri terkadang dia berpikir mungkin harapannya akan sia-sia karena sering berjalannya waktu usianya semakin bertambah sedangkan orang tuanya semakin gelisah menunggu untuk memiliki seorang menantu dan cucu, namun hari ini selalu berkaitan dengan hatinya jika penantiannya tidak akan berujung pada kesedihan, karena dia tahu Tuhan pasti akan mengabulkan doa umatnya yang berusaha dengan sungguh-sungguh.
Hari ini, hari bahagia tersebut benar-benar tiba, kedua orang tersebut melangsungkan pernikahan impian mereka yang sebenarnya telah mereka susun sejak muda.
meskipun tertunda karena tragedi, musibah dan berbagai macam kesedihan yang ada pada akhirnya mereka sampai pada titik ini.
Gerald dan Venus jelas bahagia melihat nya.
"mereka akan masuk pada sesi lempar bunga"
Bisik Gerald kemudian.
Venus menggoda Gerald sambil terkekeh kecil.
"Aku pikir bisa pura-pura menjadi gadis ting-ting demi mendapatkan bunga nya"
lagi dia menggoda laki-laki tersebut sembari mengulum senyumannya.
"Berani menggoda laki-laki tua ini?"
Gerald terlihat merengut, dia membuang pandangannya.
"Itu membuat ku marah dan sedikit kesal"
__ADS_1
melihat ekspresi suaminya seketika membuat Venus terkekeh geli.
"Sayang aku tidak benar-benar ingin melakukan nya"
"Aku sedikit kesal"
"Itu terlihat sangat buruk"
"Biarkan saja"
"Daddy"
"Aku berpikir untuk menghukum mu saat kembali ke Mansion"
Mendengar ucapan Gerald, Venus terlihat berpikir.
"Hukuman nya cukup membuatku curiga"
kemudian perempuan tersebut langsung menoleh ke arah Gerald.
seketika laki-laki tersebut mengulum senyumannya.
"aku sedang merencanakan"
kekeh laki-laki tersebut kemudian.
__ADS_1