
disisi lain
La Oberoy company
Gerald melirik kearah jam di tangannya untuk beberapa waktu, dia fikir sudah waktunya dia bergerak menuju ke arah ruangan rapat.
laki-laki tersebut melirik ke arah sekretarisnya, perempuan itu mengangguk kan kepalanya sambil mulai membawa berkas-berkas milik sang atasan nya.
Begitu Gerald sudah bergerak melesat keluar berbelok ke arah sisi kanan ruangan, Dia terus berjalan ke arah depan diiringi oleh sang sekretarisnya.
Hingga akhirnya mereka berbelok menuju ke satu ruangan di Bagian sisi kanan dimana mereka berjalan, sang sekretaris Gerald buru-buru membuka pintu tersebut.
di dalam ruangan tersebut telah hadir beberapa orang yang menunggu laki-laki itu,mereka langsung berdiri dan langsung menundukkan kepala mereka ke arah Gerald.
bisa dibayangkan bagaimana ekspresi wajah takut semua orang saat ini, realita nya rapat kali ini dilakukan dengan sedikit mendadak.
tidak tahu ada apa dengan laki-laki tersebut, tapi tiba-tiba saja rapat dadakan dilakukan tidak seperti biasa nya.
melihat semua orang menundukkan kepalanya ke arah Gerald,Laki-laki itu hanya menunjukkan kepalanya membiarkan orang-orang tersebut kembali ke posisi mereka masing-masing.
****
__ADS_1
Disisi lain
Beberapa waktu sebelumnya
Begitu Gerald keluar dari dalam ruangan nya, tiba-tiba saja dari arah sisi lain seorang perempuan terlihat masuk bergerak perlahan untuk masuk kedalam ruangan nya.
Gerald sama sekali tidak menyadari kehadiran perempuan lain yang masuk menuju ke ruangan kerjanya.
Julia terlihat berdiri tepat di ambang pintu, mencari sosok Gerald untuk beberapa waktu.
Namun dia sama sekali tidak menemukan laki-laki tersebut di dalam ruangan nya.
Dia sengaja datang kesana untuk mengunjungi laki-laki tersebut, membawa beberapa macam makanan untuk makan siang Gerald.
tidak peduli Laki-laki itu suka atau tidak dia tetap bertekad untuk bisa datang dan mengambil hati Gerald.
Bertahun-tahun saling mengenal baginya cukup sulit mendekati laki-laki tersebut, Gerald selalu berkata jika laki-laki itu menganggap persis seperti saudara nya sendiri.
Julia jelas tidak suka.
Dia berharap banyak pada laki-laki tersebut dan bermimpi untuk bisa menjadi nyonya Oberoy muda untuk mengganti kan posisi Linda dimasa lalu.
__ADS_1
Awalnya dia fikir hubungan mereka mengalami sedikit kemajuan, beberapa kali mereka keluar untuk menikmati makan malam.
meskipun tidak dipungkiri Gerald masih sedikit Singkuh dan masih memasang jarak terhadap dirinya.
tapi setidaknya laki-laki itu mau membawanya keluar ke beberapa tempat.
Tapi dalam dua hari ini semua harapannya tiba-tiba pupus, tatkala dia melihat seperti nya ada seorang perempuan yang seperti yang menginap di tempat Gerald kemarin sebelum dirinya datang bersama Linda dan Bastian.
Apalagi saat bola matanya menangkap sisa noda darah di Sprai kasur Gerald yang mendominasi berwarna putih.
Dia fikir ketimbang kalah start, lebih baik dia bergerak cepat.
Sejenak Julia mengehela pelan nafasnya, dia berusaha menyeruak masuk kedalam ruangan tersebut dengan cepat dan menutup pintu ruangan Gerald.
Perempuan tersebut meletakkan rantang makanan ke meja kerja Gerald sambil Perempuan itu melirik kearah Sesuatu yang ada di atas meja.
Gerald meninggalkan Handphone nya.
awalnya dia mengabaikan handphone tersebut, tapi ketika tiba-tiba handphone tersebut berdering Julia langsung mengerutkan keningnya, melirik kearah layar handphone itu dan melihat sebuah nama terpampang di sana.
perempuan itu dengan sedikit ragu-ragu mencoba Meraih Handphone tersebut dan mengangkat panggilan nya.
__ADS_1
"Daddy.."
Sebuah suara halus Terdengar dari arah seberang sana.