
"Kau dapat informasi dari mana? Aku mana berani melakukan nya dibelakang mu"
Ucap Alisa agak gugup, dia pikir sejak kapan laki-laki tersebut bergerak selangkah lebih maju? Apa mungkin Darrel tahu dia berselingkuh?!.
Jika iya maka selesai lah sudah Dirinya.
"Lupakan saja"
Akhirnya Darrel bicara cepat, mencoba menepis tangan Alisa yang kini mulai ingin bergelayut di lengannya.
"Aku cukup lelah, kita bicara setelah aku beristirahat, kau bisa kembali ke mansion mu malam ini"
"Sayang aku pikir ingin tidur disini"
"Mood ku sedang tidak baik-baik saja"
Alisa langsung mengehela nafasnya kasar, dia pikir lagi-lagi laki-laki tersebut bersikap dingin seperti itu.
Satu-satunya obat saat laki-laki tersebut bersikap dingin Adalah menggoda nya, membuat laki-laki tersebut menginginkan tubuh nya.
"Tidak kah kamu menginginkan nya sayang? Kita sudah berhari-hari tidak melakukan nya"
Alisa bicara seperti biasa, kehilangan urat malunya.
Mendapatkan penawaran seperti itu membuat Darrel langsung mendengus.
__ADS_1
"Aku tidak dalam kondisi menginginkan nya"
Jawaban Darrel sedikit tidak seperti biasa nya.
"Apa ada hal buruk yang terjadi?"
"Tidak ada"
"Sayang"
Alisa berusaha menyentuh dada Darrel, mencoba memancing nya, memeluk nya dangan hangat dan menge.ranyangi bagian bawah sana.
Alih-alih terang.sang, Darrel malah menepis tangan nya dan langsung berdiri dari posisi duduknya.
"Duduklah, aku harus istirahat sekarang juga"
Ada apa dengan dia?!. Sial.
Alisa terlihat gusar dan gelisah.
Jika dia tidak berhasil membawa Darrel naik ke atas kasur dalam beberapa hari ini, dia khawatir jika kehamilan nya tidak bisa dia tutupi.
Selama bercin.ta Darrel jelas tidak pernah mengeluarkan nya di dalam, laki-laki tersebut selalu waspada bahkan terkadang lebih sering menggunakan pengaman untuk melindungi dirinya, laki-laki tersebut sering berkata dia tidak ingin mereka menambah seorang anak lagi.
Gea sudah cukup ada di Antara mereka.
__ADS_1
Setelah berusia 17 tahun laki-laki tersebut berkata akan memanggil pengacara nya untuk mulai memindahkan hak waris nya.
Itu jelas membuat Alisa bahagia, sejak awal itu yang dia harapkan dari Darrel.
Tapi saat ini keadaan menjadi tidak baik-baik saja, usia Gea baru 16 tahun, dia harus menunggu 1 tahun lagi untuk laki-laki tersebut memindahkan hak nya.
Bagaimana jika kehamilan nya tidak bisa di tutupi? Bagaimana jika Darrel curiga dan menceraikan dirinya dan menarik hak asuh Gea begitu saja? Itu artinya dia tidak mendapat kan sepeserpun harapan nya, rencananya pasti gagal total.
Sejenak Alisa menggenggam erat telapak tangan nya, dia mencoba memejamkan sejenak bola mata nya.
Perempuan itu pikir apakah dia seharusnya melakukan aborsi?!.
Itu menjadi pilihan terakhir untuk dirinya saat ini, sebab dia sudah tidak memiliki pilihan lain lagi, dia khawatir Darrel akan membunuh nya saat tahu dia berselingkuh dan hamil dibelakang laki-laki tersebut.
Alisa mengehela kasar nafasnya, bola matanya menatap punggung laki-laki tersebut yang terus menjauhi dirinya.
Sebelum melakukan aborsi, dia akan mencoba nya sekali lagi untuk membawa Darrel naik ke atas ranjang mereka, jika berhasil dia tinggal berkata anak itu adalah anak Darrel.
Alisa secepat kilat beranjak dari sana, meninggalkan mansion tersebut dengan perasaan khawatir.
Di dalam kamar Darrel Bergerak mendekati bagian sisi jendela kaca, dia mengintip kepergian Alisa sembari menatap tajam kearah sosok Alisa yang mulai naik ke atas mobil nya, bisa dia lihat perempuan itu telah bergerak menjauh menggunakan mobil nya.
Cihhh.
Darrel terlihat mendengus kasar, laki-laki tersebut menjauhi jendela kamar itu kemudian bergerak kembali mendekati Gea, memilih naik ke atas kasur dan kembali memeluk Putrinya dan menenggelamkan dirinya bersama menuju ke dalam mimpi indah.
__ADS_1
Dia mencium sejenak puncak kepala Gea dengan penuh cinta, lantas secara perlahan memejamkan bola matanya.