
Kembali ke masa lalu
Kediaman keluarga Conte
Suara hantaman benda keras dan sebuah Kokangan pistol terdengar di tengah-tengah ruangan tamu mewah bergaya Eropa tersebut, seorang perempuan mengerang kesakitan di atas lantai ketika tangan nya diinjak dengan cara Begitu kejam oleh laki-laki yang tengah berdiri di hadapan nya itu.
Tuan Conte menatap penuh kemarahan pada istri nya karena perempuan tersebut berani-beraninya ingin bersaksi di persidangan yang dibuat oleh Keluarga Linda.
Tuan Conte menjembak kasar rambut istrinya, membuat leher perempuan tersebut mendongak ke atas, bisa dilihat bagaimana air mata perempuan tersebut mereka dari Balik bola mata kiri dan kanan nya.
Rasa sakit jelas mendominasi di atas kepalanya karena jambakan kasar yang diberikan oleh suaminya tersebut.
"Kau tahu? aku masih mentolerir banyak hal termasuk anak-anakmu di tanganku, kalau kau ingin melihat Eliza dan Gibran baik-baik saja dan hidup dengan baik di kekuarga Conte, tutup mulutmu dan jalani hidup seperti biasa nya"
Mendengar nama Eliza dan Gibran disebutkan oleh laki-laki itu, seketika membuat dia kehilangan kata-kata, dia mencintai anak-anak nya lebih dari apa pun di muka bumi ini.
Tapi dia juga menyayangi Linda, anak gadis perawan yang begitu pandai membawa diri, yang selalu ada untuk Eliza dan dirinya, dia jelas ingin memberikan kesaksian dan menjebloskan Conte ke penjara tapi bukan berarti dia harus mengorbankan putra dan putri nya.
jadi dia tidak mungkin benar-benar bisa membantu Linda, dia fikir apa dia harus menyerah memperjuangkan kasus Linda?!.
__ADS_1
Dia sudah bersusah payah membantu diam-diam dibelakang semua orang, tapi hasilnya sungguh luar biasa, Conte tahu dangan pergerakan nya.
"Kau menghancurkan hidup banyak orang, Kenapa? bayangkan apa Kesalahan mereka?"
Perempuan itu menangis sambil berusaha menahan perih di kepala dan tangan nya, darah segar masih mengalir di balik bibir nya ketika laki-laki itu menampar beberapa kali pipi kanan nya.
"Kau fikir sejak kapan aku peduli dengan urusan orang lain huh?"
Tuan Conte bicara sambil kembali menarik rambut perempuan itu dengan kasar kebelakang.
"Kau tahu bagaimana jika aku marah sayang? Aku tidak akan segan-segan menghabisi Eliza atau Gibran seperti aku menghabisi mantan suami mu dulu, ah...tidak maksud ku kakak sepupu ku itu"
Mendengar ucapan Suaminya, nyonya Conte langsung memejamkan bola matanya.
Yah dulu laki-laki itu masuk ke rumah mereka dengan cara yang baik, diterima dengan baik oleh suaminya dan diberikan jabatan penting di perusahaan suaminya, tapi siapa sangka Conte berhati busuk dan berwatak diam-diam sangat mengerikan.
laki-laki itu diam-diam merencanakan membunuh suaminya dan merebut apapun yang dimiliki suaminya termasuk dirinya dan anak-anak, dia yang terlalu bodoh berpikir jika suaminya meninggal karena kecelakaan, siapa sangka semua kecelakaan yang terjadi di masa lalu telah direncanakan oleh Conte dengan cara yang begitu matang.
Bahkan laki-laki tersebut membuat sebuah surat wasiat palsu yang menyatakan jika dia akan menjadi pewaris berikutnya dalam keluarga mereka dan diizinkan untuk menikahinya juga menjadi ayah sambung Putra dan putri nya.
__ADS_1
Tapi setelah semua terjadi dan semua hak Suami nya berpindah tangan Serta dia menjadi istri laki-laki tersebut, seiring berjalannya waktu dia baru tahu kebejatan yang dilakukan laki-laki itu pada suaminya.
Bahkan dia baru tahu semua kepemilikan saham, properti, harta tidak bergerak dan lain sebaginya dipindahkan secara ilegal oleh Conte dan pengacara nya.
Dia ingin bercerai dengan laki-laki tersebut tapi semakin dia berusaha untuk keluar dari belenggu Conte, semakin dia tersiksa dan semakin Eliza dan Gibran ikut sengsara dan kehilangan segala-galanya.
Eliza dan Gibran Begitu membenci laki-laki tersebut secara diam-diam, karena itu kedua anak-anak nya tidak pernah mau menggunakan nama Conte dibelakang mereka, bahkan Gibran dan Eliza tidak pernah mau membuka status mereka didepan siapapun soal siapa mereka.
Bagi mereka Conte seperti sebuah aib yang harus di singkirkan jauh-jauh.
Dan dia pikir dia bisa menyingkir kan Conte dan bisa membantu kasus Linda, tapi Realita nya dia tidak mampu melakukan nya.
"No..."
Mendengar Conte berkata akan menghabisi Eliza atau Gibran seketika dia menangis sembari merapatkan telapak tangan, dia memohon agar laki-laki itu tidak pernah menyakiti anak-anak nya.
Ditengah rasa sakit Perempuan itu, dibalik sebuah pintu terlihat sepasang bola mata yang menatap penuh kemarahan dan rasa jijik kearah Conte dimana dia melihat Ibu nya yang menangis kesakitan dan memohon persis seperti seekor anjing untuk keselamatan semua orang.
Sosok itu menggenggam erat telapak tangan nya kemudian membalikkan tubuhnya dengan cepat, dia menatap sebuah pistol yang ada di atas nakas yang ada di kamar nya tersebut untuk beberapa waktu.
__ADS_1