
Mansion utama Lim
Ruang tengah
Laki-laki tersebut terlihat sibuk memperhatikan berkas-berkas yang ada di tangannya saat ini, dia tengah berdiri tepat di samping jendela kaca besar yang ada karena sisi kiri ruangan tengah tersebut.
di mana di hadapannya diluar sana terhampar padang rumput luas yang cukup menyejukkan mata.
Seolah-oleh mendengar suara-suara yang saling bersahutan di masa lalu, ingatan nya seakan-akan kembali ke belasan tahun yang lalu dimana dia yang masih remaja Tengah bercengkrama dan tertawa bersama dengan seorang gadis muda.
"Kak....coba lihat"
Gadis itu berlarian dengan cepat kearah depan, menatap takjub dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
Seolah-olah baru melihat hal yang seperti itu, bisa dia lihat betapa polos nya tatapan bola mata indah itu.
"Sayang perhatikan langkah mu"
Berkali-kali dia mencoba memperingati agar kaki gadis itu tidak berlarian dengan terburu-buru, dia takut jika kaki telan..Jang gadis tersebut terluka.
Sosok itu baru saja kehilangan sebelah heelsnya nya, karena pelarian panjang saat mereka mencoba menghindari kejaran orang-orang Papa nya.
Hubungan percintaan yang dilakukan diam-diam dibelakang laki-laki kejam itu mungkin pilihan yang baik, Lim tidak ingin Conte tahu soal gadis itu lebih cepat, dia butuh waktu bicara dengan ibu nya lebih dulu kemudian baru bicara dengan laki-laki tersebut.
Dia tahu bagaimana Conte mengatur seluruh kehidupan mereka di rumah, semua harus dengan izin laki-laki tersebut tanpa terkecuali.
"Bukankah senja sebentar lagi? aku fikir melihat nya dari sini pasti indah sekali bukan?"
Tanya gadis itu kemudian.
Lim mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
"Karena itu aku membawamu ke sini, Linda"
Ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya, dia menatap wajah cantik gadis tersebut yang mulai menampilkan siluet nya karena memunggungi cahaya matahari yang mulai bergerak menjauh.
Mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di hadapannya, Linda remaja seketika mengembangkan senyumannya.
"Ini seperti kejutan kencan buta"
Ucap gadis tersebut sembari meletakkan kedua tangannya ke punggungnya dengan rona wajah malu-malu.
"Yah ini seperti kejutan kencang buta"
Lim bicara sambil mengulum senyumannya, dia bicara dengan cara yang begitu hangat dan lembut, mendekati Linda secara perlahan.
"Kemarilah"
ucap Lim sambil mengulurkan tangannya ke arah Linda.
begitu sosok Linda benar-benar sudah berdiri tepat di hadapannya, laki-laki tersebut langsung menarik pinggang gadis tersebut dengan cepat, membuat tubuh gadis itu masuk ke dalam pelukannya begitu saja.
"Akhhh"
Linda berteriak kecil karena terkejut, wajah nya memerah karena malu.
"Naik kan kaki mu keatas kaki ku"
Mendengar permintaan laki-laki tersebut seketika membuat Linda Terkejut.
"Ah?"
"Naiklah"
__ADS_1
Bisik Lim kemudian.
pada akhirnya dengan ragu-ragu Linda mencoba menunaikan kakinya ke kedua kaki laki-laki itu.
Dan Sepersekian detik kemudian Lim kembali menarik erat pinggang gadis itu lantas Laki-laki tersebut membiarkan dirinya tenggelam kedalam bahu Linda.
"Ini waktu nya"
Bisik Lim kemudian.
Tiba-tiba satu pemandangan indah membuat Linda membulatkan bola matanya, gadis itu terdiam didalam kekaguman indah nya, berteman kan pelukan hangat dari sosok yang dia cintai kemudian di kejutkan dengan satu kalimat indah yang membuat dia kehilangan kata-kata nya.
"I Love you"
Bisik Lim sembari memejamkan bola matanya, membiarkan dirinya tenggelam kedalam ceruk leher gadis itu untuk waktu yang cukup lama.
(Visual nya bayangkan itu Padang rumput datar yang Makkk yang hijau kek rumput Jepang 😀🤠susah cari visual yang pas🤧)
Seketika Lim mengehela kasar Nafas nya, membuyarkan lamunan nya dengan cepat, tidak terasa sedikit air mata nya jatuh membasahi bola mata indah itu, buru-buru laki-laki itu menekan bola matanya dengan jemari-jemari tangan kirinya
Lim menurunkan berkas-berkas yang ada di tangan kanannya tersebut dan meletakkannya ke atas meja kursi sofa yang berada tidak jauh dari hadapannya.
dia kemudian membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah seorang laki-laki yang tengah berdiri di hadapannya sejak tadi.
"Lakukan lah, pindahkan semua nya sekarang juga"
Ucap Lim kemudian kepada laki-laki yang ada dihadapan nya.
"Baik tuan"
__ADS_1
Laki-laki itu menjawab sembari menundukkan kepalanya.