
mansion utama Gerald
22.45 malam
Ditengah rasa lelah dan banyak nya tekanan karena keadaan yang menghantam Gerald dalam beberapa waktu ini baik soal Linda, Bastian bahkan kini ibunya, begitu Gerald menatap wajah Venus yang tengah terlelap dalam tidur pulas nya jelas membuat Gerald merasa mendapat kan ketenangan nya sendiri.
Laki-laki tersebut langsung mengembangkan senyuman nya begitu dia selesai membersihkan dirinya dia melihat Venus tanpak bergerak sedikit memeluk bantal guling nya.
Gerald yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk mandi nya secara Perlahan bergerak mendekati Venus.
Dia melangkah mendekati kasur mendominasi berwarna putih di kamar Utama nya tersebut dimana telah beberapa hari Venus tinggal disana agar terjauh dari Bastian.
Gerald terus memperhatikan keselamatan Venus dan menyakinkan semua orang jika dia tidak akan pernah kecolongan lagi dari Linda barang secuil rambut Venus pun seperti kejadian Eliza.
Jika sedikit saja sesuatu melukai Venus, bisa dia pastikan dia akan menghancurkan Linda bahkan Bastian sekalipun tanpa ampun dan tanpa berfikir dua tiga kali.
__ADS_1
Kegagalan pertama dia Anggap kebodohan dan takdir nya yang tidak bisa dia ubah, namun kegagalan kedua jelas tidak akan pernah terjadi didalam hidup nya.
Kini laki-laki tersebut mulai duduk di tepian ranjang milik mereka, Gerald membiarkan tangan kanan nya menarik perlahan bantal guling yang dipeluk oleh Perempuan tersebut.
Alih-alih bangun karena gerakan lembut yang dicipta Gerald, Venus malah semakin tenggelam kedalam tidur panjang nya.
Melihat tidak ada respon dari Venus, kini secara perlahan Gerald naik ke atas kasur dan dengan gerakan yang begitu lembut Kate takut langsung spontan membangun Venus, Gerald mencoba membaringkan tubuhnya tepat disamping Venus.
Laki-laki tersebut sejenak menatap dalam wajah lelap Venus untuk beberapa waktu kemudian laki-laki itu menyentuh lembut rambut Venus dan mencoba membenahi rambut yang mulai menutupi wajahnya cantik tersebut.
Gerald yang melihat gerakan Venus terlihat diam, masih mencoba menatap dalam wajah tersebut untuk beberapa waktu sembari tangannya terus mengelus lembut wajah perempuan tersebut.
Sepersekian detik kemudian laki-laki itu malah menautkan bibir mereka dengan gerakan yang begitu lembut dan Gerald mulai menciumi bibi Venus dengan penuh hasrat yang mendalam.
Dan malam ini di tengah rasa lelah karena pemikiran nya, dia benar-benar kembali ingin menyentuh dan memiliki Venus dengan seutuhnya seperti malam Pertama mereka kala itu.
__ADS_1
Awalnya ciuman tersebut terasa begitu lembut dan pelan, lama-lama berubah menjadi begitu penuh hasrat yang mendalam.
"Ngggg Daddy..."
Venus menggeliat pelan, dia mengeluarkan suara rengekan nya secara perlahan.
"I want it, bolehkah?"
Bisik laki-laki tersebut kemudian.
Alih-alih menjawab, perempuan tersebut malah menenggelamkan wajahnya ke dada laki-laki tersebut, antara mengantuk dan pasrah, Venus memilih untuk tidak menjawab dan membiarkan Gerald bergerak sesuai kemauan nya.
Seolah-olah mendapatkan izin dari sang kekasih kecilnya, laki-laki tersebut kini membenamkan bibirnya ke Ceruk leher Venus dan mulai memainkan bibir dan lidah nya disana, menciptakan satu sensasi manis dimana awalnya Venus merasa masih ingin tenggelam kedalam peraduan nya secara perlahan kini mulai terjaga dan merasakan sensasi lain yang menghantam tubuh nya.
"Dad.."
__ADS_1
Leguhan lembut keluar dari balik bibirnya.