
Kembali ke Mansion Linda
Kamar utama Linda
Linda baru saja duduk di kursi meja hias miliknya ketika tiba-tiba dia mendengar pintu kamar nya di buka oleh seseorang, perempuan itu buru-buru menoleh ke arah belakang dan dia baru saja ingin berkata,
"Apakah bibi mendapat kan nya?"
wanita tua itu untuk pergi ke mini market terdekat, Linda meminta wanita tersebut membelikan sesuatu untuk dirinya.
tapi buru-buru dia mengurungkan niatnya saat dia sadar siapa yang masuk ke kamarnya saat ini.
"Sa..yang?"
Linda bertanya dengan sedikit gugup, benar-benar tidak percaya dengan pandangan nya saat tahu Bastian berdiri di ambang pintu.
Bola mata nya berkaca-kaca, dia berdiri dengan cepat untuk menghampiri laki-laki itu.
"Bisakah aku mendapatkan kotak P3K?"
Yahya Bastian tiba-tiba.
mendengar pertanyaan Bastian seketika Linda mengerutkan keningnya.
"Apa kau terluka?"
Tanya nya sambil berusaha memperhatikan tiap tubuh Bastian dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya.
__ADS_1
"No.. teman ku terluka"
Laki-laki itu masih menampilkan ekspresi kekecewaan nya tapi meskipun begitu masih bisa Linda dengar tata krama yang baik dari Bastian saat bicara dengannya.
Yah meskipun Bastian bukan anak yang benar-benar sebaik anak-anak yang lainnya atau dia tidak benar-benar baik mendidik Bastian tapi Linda selalu menekankan agar Bastian berlaku sopan kepada orang-orang yang lebih tua.
Mungkin dia salah karena mengajarkan Bastian untuk tidak benar-benar mematuhi Gerald, tapi setidaknya Linda selalu berpesan seburuk apapun sifat kita jangan lupa untuk tidak melukai orang lain atau mencelakai nya.
"Apakah parah?"
Linda buru-buru bertanya panik saat Bastian berkata temannya terluka, itu artinya gadis muda itu yang terluka.
"Apa ada sesuatu yang Mommy tidak ketahui?"
"Aku tidak melukai nya"
"No maksud ku Itu kesalahan ku karena memecahkan sesuatu dikamar, dia ingin membantu membersihkan nya hingga membuat dia terluka"
Nada bicara Bastian penuh dengan penyesalan, dia terlihat menundukan kepalanya sejenak.
Linda seketika membeku, pada akhirnya perempuan tersebut langsung bergerak mencari sesuatu di dalam walk in closet Milik nya yang mendominasi berwarna putih.
setelah mendapatkan apa yang Linda inginkan, perempuan itu buru-buru berbalik dan mendekati Bastian kembali, dia memberikan kotak P3K itu dengan cepat.
"Apa perlu Mommy ikut datang ke kamar dan membantu membersihkan dan mengobati luka nya?"
Tanya Linda sambil menatap dalam bola mata Bastian.
__ADS_1
Bisa dia lihat laki-laki itu tampak keberatan, dia tahu Bastian tidak pernah bisa menolak permintaannya tapi selama hidup bersama dengan laki-laki tersebut dan menjalin hubungan persis seperti anak dan seorang ibu tunggal nya Linda paham dan hafal betul bahasa tubuh Bastian.
Laki-laki itu seolah-olah ingin berkata TIDAK.
"Jangan lupa bersihkan lukanya dengan alkohol, pastikan tidak ada pecahan kaca yang tertinggal di tempat luka nya kemudian baru berikan obatnya"
Pesan Linda cepat, lantas Perempuan tersebut membalikkan tubuhnya secara perlahan, dia fikir mungkin Bastian belum benar-benar ingin menatap wajahnya, laki-laki itu bisa jadi masih butuh waktu untuk bicara banyak dan benar-benar mencari waktu tepat untuk melampiaskan kemarahannya.
"Beri tahu Mommy jika ada sesuatu yang menyulitkan mu"
Ucap Linda lagi pelan.
Bastian terlihat diam, sambil tangan kanan nya menggenggam kotak P3K pemberian Linda, dia menatap punggung perempuan tersebut yang mulai melangkah menjauhi dirinya secara perlahan.
Laki-laki itu terlihat tidak bergeming untuk beberapa waktu, dia kemudian menatap ekspresi wajah Linda dari arah kaca lemari tolet nya.
Bisa dia lihat bagaimana ekspresi Perempuan tersebut saat ini, seolah-olah menyimpan satu beban yang tidak bisa Bastian pahami.
Bastian menghela pelan Nafas nya, dia membalik kan tubuh dengan cepat dan berusaha menjauh dari sana hingga akhirnya terdengar suara pintu di tutup dengan cepat.
Linda sejenak berdiri tepat di hadapan kaca tolet nya, dia menatap daun pintu yang telah tertutup dengan sempurna tersebut untuk beberapa waktu, lalu tidak terasa bulir air mata jatuh di balik pipi indahnya.
Cukup lama dia mencoba menahan perasaan nya hingga akhirnya sebuah pesan tiba-tiba masuk ke handphone nya.
Perempuan tersebut berusaha menghapus air matanya dengan cepat lantas dia membuka handphone nya yang ada di atas meja tersebut secara perlahan.
Kemudian secara perlahan ekspresi wajah Linda mulai berubah, bola mata perempuan itu menatap nanar pesan yang baru saja dia terima.
__ADS_1