Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Yang dia temui


__ADS_3

Alih-alih peduli dengan ucapan perempuan yang ada di sampingnya Gerald langsung terus melangkah kan kaki nya ke arah dalam mencari sebuah kamar yang telah lama tidak pernah dia datangi selama bertahun-tahun ini.


Dia yakin Satu-satunya tempat untuk mencari sosok yang ingin dia temui adalah di sana.


Gerald jelas langsung masuk ke dalam kamar yang dia cari, persis seperti yang diharapkan sosok tersebut kini telah duduk di atas kursi goyang mau nonton siaran televisi sambil tangan kanannya sesekali menurut seekor kucing yang tengah tidur di atas pahanya.


ketika dia mendengar suara pintu kamarnya terbuka sosok tersebut buru-buru menoleh ke arah pintu tersebut, bisa dilihat ekspresi terkecil dari bola matanya saat dia mendapati Gerald telah berdiri di ambang pintu tersebut.


"Gerald?"


suara tua itu terdengar sedikit tercekat, setelah sekian lama mulut nya tidak lagi menyebut nama Gerald, pada akhirnya hari ini dia kembalimenyebut nama Gerald dari balik bibir nya.


"Kau akhirnya datang juga, nak?"


wanita berusia hampir 60 tahunan tersebut bicara dengan bola mata berkaca-kaca, dia membiarkan kucing yang ada di pahanya melompat turun dari pangkuannya, dengan gerakan perlahan wanita tua tersebut berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Gerald.


wanita tua itu belum benar-benar tua, tubuhnya jelas masih gagal dan Koko hanya saja warna uban di kepalanya tidak bisa ditutupi sama sekali, hal tersebut menandakan betapa dia saat ini telah tua, jelas sangat berbeda dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu ketika dia masih gagah dan kuat.


Alih-alih menyambut ucapan wanita tersebut Gerald dengan cepat berkata,

__ADS_1


"Aku hanya ingin memberitahukan sebuah berita yang mungkin akan membuat mommy sedikit tidak percaya soal mantan menantu kesayangan Mommy dulu"


Ucap Gerald kemudian.


mendengar ucapan Gerald, seketika wanita itu mengerutkan keningnya.


"Kau bicara apa?"


tanya yang cepat pada Gerald.


sejenak bola matanya menetapkan sebuah map yang ada di genggaman Gerald dan kini secara perlahan pindah ke telapak tangannya dimana sang putranya memberikan map tersebut ke tangannya.


"Bukalah"


Ucap laki-laki itu kemudian.


dengan perasaan ragu-ragu wanita itu mulai membuka map mendominasi berwarna putih tersebut.


Dia sebenarnya tidak berani menebak-nebak apa isi map tersebut, tapi sebenarnya dia memiliki firasat jangan-jangan apa yang dibawa oleh Gerald persis seperti apa yang dia pikirkan.

__ADS_1


Cukup lama wanita tersebut berusaha melihat isi map tersebut dan mulai membaca nya.


Sejenak ekspresi nya masih diliputi kebingungan, namun di beberapa detik berikutnya ekspresi Wanita tua tersebut mulai berubah.


Bola mata Mommy Gerald seketika membulat saat dia sadar dengan apa yang dilihat nya barusan.


"Ini?"


Bisa Gerald lihat tangan Mommy nya tanpak gemetaran, masih memaksakan diri untuk menggenggam erat map dan kertas ditangan nya padahal sebenarnya wanita tersebut ingin menjatuhkan apa yang ada di tangan nya bersamaan dengan menjatuhkan dirinya sendiri.


"Ini apa?"


Tanya nya pada Gerald, dia ingin pura-pura tidak tahu, dia takut apa yang dilihat nya tersebut salah.


"Itu adalah cucu kesayangan mu, Mom"


Ucap Gerald lagi kemudian.


"Sayang nya dia bukan putra biologis ku dan aku fikir Mommy tahu siapa laki-laki yang meniduri Linda sebelum diriku"

__ADS_1


Ucap Gerald kemudian dengan suara yang begitu dingin dan datar.


__ADS_2