Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
chapter 58


__ADS_3

Mansion utama Alisa


Perempuan itu masuk ke dalam mensionnya dengan cepat, dia mencari sosok sang pelayan kepercayaan nya, bertanya dengan tidak sabaran dimana Bram saat ini.


"Dimana dia?"


"Dikamar nyonya"


Saat pelayan tersebut berkata seperti itu Alisa secepat kilat langsung berbelok menuju ke arah kamarnya, sang pelayan itu bergerak dengan cepat menuju ke arah depan tanpa berpikir dua tiga kali kemudian wanita itu dengan cepat mencoba untuk menghubungi seseorang.


Sedangkan Alisa langsung masuk ke dalam kamarnya mencari sosok yang katanya telah menunggunya sejak tadi.


"Kau dari mana saja?"


Bisa dia lihat Bram berbaring tepat di atas kasur mendominasi berwarna putih miliknya, laki-laki tersebut terlihat fokus dengan handphone, dia bertanya sembari melirik ke arah Alisa untuk beberapa waktu, kemudian kembali fokus pada handphone yang ada di tangannya.


"Aku menyusul mu ke apartemen"


Alisa menjawab cepat.


Bram mengerutkan keningnya, dia melirik kembali kearah Alisa.


"Apartemen? Kapan? Kenapa tidak menghubungi aku lebih dulu?"


Laki-laki tersebut bertanya dengan cepat, dia kemudian meletakkan handphonenya begitu saja ke atas kasur, lantas Bram langsung bangkit dari posisi nya, dia berjalan mendekati alisan yang terlihat melepaskan jaketnya dengan kesal.


"Lalu kemana lagi? Aku pikir jarak apartemen dan Mansion tidak begitu jauh?"


Bram kembali bertanya sembari mengerutkan keningnya.


"Ada sedikit kecelakaan yang terjadi di jalan"


Jawab Alisa lagi.

__ADS_1


"Tidak ingin menjawabku aku tadi melihatmu dalam versi yang berbeda"


Alisa bertanya dengan cepat sembari menatap bola mata Bram.


"Ya?"


Hal itu jelas membuat laki-laki tersebut Mengerutkan keningnya.


"Kau sedang bicara apa?"


"Apa kau sedang berusaha untuk membohongiku?"


Tanya Alisa kemudian.


Bram yang jelas tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh Alisa terus meneruskan keningnya kemudian dia bertanya.


"Ada apa dengan dirimu belakangan ini? Aku pikir kamu sering bicara sedikit melantur belakangan, dan ini sangat mengganggu ku Alisa"


Nada suara Alisa terlihat menggebu-gebu, dia mulai marah dan meninggikan oktaf suaranya.


"Ada banyak kebohongan yang terjadi dengan mu belakangan ini setelah kita hampir berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan dari Darrel"


Lanjut perempuan itu lagi sembari menatap Bram dengan bola mata berkaca-kaca.


"Berhentilah membohongi ku, Bram"


Ucapnya lagi kemudian.


"Bahkan setelah kau tahu aku hamil kau sangat berubah dengan drastis."


Alisa terlihat mulai menangis, dia merasa sangat frustasi saat ini, benar-benar frustasi.


Bram terlihat menatap kearah Alisa untuk beberapa waktu, kemudian dia mencoba untuk menarik kasar nafasnya.

__ADS_1


"Kau yang terlihat begitu aneh Belakangan, Alisa"


Tiba-tiba Bram mengeluarkan suara nya.


"Tidakkah kau menyadari ada yang aneh dengan dirimu? Kau bahkan mulai melakukan hal-hal yang ada di luar kapasitas mu dan bertindak jauh dibelakang ku, kau yang membuat ku takut belakangan ini dengan mu"


Ucap Bram lagi kemudian.


Mendengar ucapan laki-laki yang ada di hadapannya itu seketika membuat Alisa mengerutkan keningnya, dia menghentikan isakan tangisnya lantas menatap dalam bola mata Bram yang berdiri tepat dihadapannya.


"Kau bicara apa?"


Tanya Alisa kemudian, masih tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh laki-laki dihadapan nya tersebut.


"Apa kau lupa satu hal kenapa kau sampai mengambil putri Silsila dan berkata jika kau adalah mommy nya?"


Tanya Bram lagi kemudian.


Alisa mendengar kan ucapan Bram, namun masih tidak paham dengan ucapan kekasihnya tersebut.


"Aku pikir kau belakangan banyak berhalusinasi, aku mencoba untuk berpikir mungkin kamu stress dengan keadaan dan kondisi dimana kamu menunggu keberhasilan untuk mengambil apapun hak mu tempat Darrel, tapi semakin kesini semakin membuat ku yakin ada yang salah dengan dirimu"


Lanjut Bram lagi.


"Apa kau lupa diagnosis dokter? Kau tidak akan pernah bisa memiliki anak setelah kecelakaan di masa lalu, lantas bagaimana bisa kamu menyakinkan diri jika kamu hamil anak kita saat ini?"


Saat Bram menanyakan soal itu seketika Alisa memundurkan langkah kakinya.


"Apa?"


Tanya nya dengan tubuh gemetaran.


*****

__ADS_1


__ADS_2