
Meskipun sebenarnya jantung Gea berdetak tidak beraturan saat ini setelah mendengarkan ucapan Darrel, tapi perempuan tersebut mencoba untuk menetralisir detak jantungnya, sebenarnya dia tidak begitu paham dengan ucapan daddy nya tadi, tapi berusaha untuk manggut-manggut tanda mengerti.
Tiba-tiba Darrel bergerak berdiri dari posisi duduk nya, laki-laki tersebut berjalan mendekati dirinya, membuat Gea sedikit bingung dan mengerutkan keningnya.
Darrel seketika mendekati dirinya, sedikit menjongkokkan tubuhnya, membiarkan Gea masih dalam posisi duduk nya dimana laki-laki tersebut kini membiarkan dirinya berbisik di Balik telinga putri nya tersebut.
"Makan lah dengan banyak, aku pikir kamu pasti butuh tenaga ekstra setelah ini"
Bisik laki-laki tersebut dengan suara menggoda dibalik telinga Gea.
"Ah?"
Sejenak Gea Bertanya dengan perasaan bingung, tidak paham dengan maksud ucapan dari laki-laki berusia matang tersebut.
"Aku pikir mungkin akan melakukan nya beberapa kali"
lanjut Darrel lagi.
Setelah berkata begitu laki-laki tersebut langsung menyambar sejenak bibir Gea yang posisinya melirik ke arah Darrel, laki-laki itu menciumi nya sedikit lama kemudian melepaskan nya secara perlahan.
"Dad"
Perempuan itu merengek sembari memunyungkan bibirnya dengan perasaan malu.
Darrel terkekeh kecil, dia beranjak pergi dari hadapan Gea secara perlahan, bergerak kembali ke kursi nya.
Hingga akhirnya kini mereka mulai melewati makan malam bersama.
Gea terlihat begitu lahap memakan semua makanan yang ada di atas meja, sesekali Darrel membawa nya bercerita soal beberapa hal.
perempuan yang masih polos tersebut dengan penuh semangat bercerita sembari sesekali menyuapi daddy nya dangan makanan yang ada dihadapan nya.
Obrolan demi obrolan terjadi di antara mereka, bercerita soal masa anak-anak Darrel yang baru Gea ketahui, bahkan terkadang Darrel bercerita soal masa remaja nya dulu.
"punya banyak mantan?"
tanya Gea sembari melirik kearah daddy nya, segurat cemburu terlihat di balik wajah cantik nya.
"Bisa menebak nya?"
Darrel bertanya sembari menatap gemas melihat ekspresi putrinya yang terlihat begitu cemburu.
"Pasti banyak, aku pasti kalah tender di zaman itu"
ucap Gea pelan.
bisa dia bayangkan kekasih dan para gadis yang mendekati laki-laki tersebut pasti cantik-cantik.
"Aku menebak pasti cantik-cantik"
Lanjut nya lagi.
Darrel terlihat menaikkan ujung bibirnya.
"Aku tidak begitu suka pada para gadis, terlihat aneh saat mereka mengejar ku karena itu daddy tidak pernah benar-benar berpikir tertarik dengan gadis manapun atau perempuan manapun"
Ucap Darrel kemudian.
"lalu apa daddy pernah jatuh cinta?"
Gea terlihat cukup penasaran.
Alih-alih menjawab Darrel terlihat menaikkan kedua bahu nya.
"Bagaimana dengan mommy?"
Perempuan tersebut terus bertanya dengan rasa penasaran yang begitu tinggi.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika Darrel diam, laki-laki tersebut terlihat tidak bergeming untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Ingin dengar soal kenyataan?"
Tanya Darrel sembari menatap dalam bola mata Gea untuk beberapa waktu, mencoba meyakinkan perempuan tersebut jika dia tidak akan menyesal mendengarkan soal kisah dirinya dan Alisa.
Gea terlihat sedikit ragu-ragu untuk menjawab, dia menelisik bola mata daddy nya untuk beberapa waktu, menciptakan sebuah tanda tanya di dalam kepalanya saat ini soal hubungan daddy nya dan mommy nya.
Cukup penasaran soal apa yang terjadi di masa lalu di antara kedua orang tersebut, mengingat seperti yang dia ketahui jika Daddy dan Mommy nya berpisah untuk keluarga cukup lama, meskipun sebenarnya saat itu dia belum tumbuh dewasa dan remaja, tapi ada beberapa ingatan yang tercipta di dalam kepalanya soal apa yang dilakukan mommy nya di masa kemarin sebelum mereka kembali ke kediaman Daddy nya, sebelum Gea di pertemukan kembali dengan Darrel hingga berakhir pada satu perasaan aneh yang membuat Gea jatuh cinta dan berani mengambil resiko besar tergoda pada laki-laki itu dan rela bercinta dengan daddy nya tanpa banyak berpikir dua tiga kali.
"He em"
Jawab Gea pelan, dia mencoba meyakinkan diri untuk mendengarkan kisah diantara kedua orang tersebut.
Melihat Gea menjawab sembarimengangguk kan kepalanya sejenak membuat Darrel mencoba untuk menarik perlahan Nafasnya.
"Benar-benar tidak akan menyesal mendengar nya? Tidak akan benci pada salah satu dari kami Jika mendengar nya? Bahkan mungkin akan membenci daddy karena mulai membuka sejarah?"
Darrel kembali bertanya dengan nada yang serius.
Lagi Gea menganggukkan kepalanya mantap.
"Mari membicarakan nya setelah makan dan setelah melewati malam ini, daddy hanya belum ingin membicarakan Alisa membuat mood daddy hancur berantakan malam ini"
Saat Darrel berkata seperti itu, Gea sejenak diam, dia mencoba untuk berpikir.
"baiklah"
Jawab Gea kemudian.
Mereka terlihat tidak bicara untuk beberapa waktu mencoba menghabiskan makanan yang ada di hadapan mereka secara perlahan.
"Daddy tidak menghabiskan makanan daddy?"
tanya Gea kemudian sembari melirik kearah Piring makan Darrel.
"Daddy masih cukup kenyang"
Gea terlihat terdiam.
"Apa karena pertanyaan ku soal mommy dan daddy tadi?"
Mendapati pertanyaan tersebut dengan ekspresi wajah Gea yang serba salah, seketika membuat Darrel yang menaikkan ujung bibirnya.
"Daddy lapar soal hal yang lain baby"
Laki-laki itu bicara sedikit menggoda, menatap dalam bola mata Gea dan menelisik wajah nya dalam.
"Ah?"
karena tidak paham ucapan Darrel, dia malah bertanya.
"Maksud nya daddy tidak selera dangan menu makanan nya?"
tanya Gea pelan sembari terus mengerutkan keningnya.
Mendengar ucapan Gea seketika Darrel mengulum senyuman nya.
Gea terlihat menunduk kan kepalanya.
"kenapa tidak bilang kalau tidak suka dengan menu makanan seperti ini? Seharusnya tidak memesan makanan sesuai selera ku dad"
Dia bertanya dengan perasaan tidak enak, cukup merasa bersalah karena dia tahu seluruh makanan yang ada merupakan makanan favoritnya.
Jika dia tahu laki-laki tersebut tidak suka makan makanan seperti itu mungkin dia bisa bicara sebelum mereka makan tadi.
"maafkan aku"
Ucap Gea pelan.
Melihat ekspresi Gea seketika membuat Darrel tertawa kecil.
__ADS_1
Mendengar daddy nya tertawa kecil seketika membuat Gea cukup terkejut, dia pikir laki-laki itu tidak pernah tertawa seperti itu sebelumnya.
"Baby aku tidak membahas soal makan yang ini, kamu tahu? Aku lapar dalam artian berbeda"
Goda laki-laki tersebut sembari melirik karage ya yang rupanya telah menghabiskan makanannya.
Sudah selesai makan?"
Darrel bertanya, kemudian dia beringsut dari tempatnya dan menunggu jawaban dari Gea.
"He em"
Perempuan itu mengganggu kemudian dia secara perlahan ikut berdiri dari posisi duduknya.
Tiba-tiba Darrel menggenggam erat telapak tangannya, laki-laki itu membawanya ke sebuah sudut yang rupanya sudah ada kursi santai yang panjang muat dengan dua tubuh anak manusia di dalamnya, laki-laki itu membawanya untuk duduk di sana bersandar menikmati jutaan bintang dan rembulan malam.
Dengan polosnya perempuan itu mengikuti instruksi dari Darrel, dia duduk di sana dan mencoba menyadarkan tubuhnya secara perlahan.
Daddy nya terlihat ikut bersandar di sana dan memangkas jarak diantara mereka di mana Darrel membiarkan Gea masuk ke dalam pelukannya.
"Mau tahu menu favorit daddy?"
Laki-laki itu tiba-tiba berbisik begitu manis para dirinya.
Gea menaikkan ujung alisnya.
"Apa itu?"
Tanya nya dengan polos.
Alih-alih menjawab, tiba-tiba saja telapak tangan kanan Darrel Bergerak Perlahan naik ke paha Gea dimana gadis tersebut menggunakan gaun tanpa menggunakan ce lana pendek didalam nya.
"Ber.cinta dengan gaya dan suasana baru seperti ini"
ucap Darrel tiba-tiba, laki-laki itu kemuan meraih wajah Gea Perlahan, lantas mulai menyambar kembali bibir perempuan tersebut tanpa basa-basi.
Hal tersebut seketika membuat Gea terkejut, perempuan itu belum sempat menjawab tapi laki-laki itu telah menyesap bibirnya begitu lembut, naik ke atas tubuhnya dan mengukung nya, kemudian Laki-laki itu mulai memberikan Luma.tan demi luma.tan di sekeliling bibirnya.
"Dad... Ini di tempat terbuka"
De.sah Gea ketika ciuman laki-laki tersebut berpindah ke leher nya.
Entahlah intinya ikut berkedut, meskipun dia bilang ini di ruang terbuka, tapi dia tidak mau Darrel menghentikan gerakan nya, dia tiba-tiba ikut menginginkan nya.
"Bagaimana jika ada yang kemari?"
Gea sedikit khawatir.
"Mereka tidak akan mengganggu kita"
Bisik Darrel kemudian langsung menyesap cuping telinga nya.
"ohhhhh dad"
Perempuan tersebut mende.sah sembari memasrahkan diri ketika tiba-tiba tangan kanan Darrel dengan nakal turun ke bagian bawah nya.
Ini benar-benar gila.
Batin nya pelan.
Gea seketika memejamkan bola matanya.
*****
Catatan \= Terkutuklah Mak author di novel ini banyak hareu.dang nya yah makkk wkwkwkwk.
Terus ga makkk? Terus ga????? Hahahaha.
Ngeri-ngeri sedap karena re.vi.ew susah.
__ADS_1