Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Cerita yang Mengejutkan dirinya


__ADS_3

Mansion utama Gerald


Kamar tidur utama


Setelah menyelesaikan sesi membersihkan dirinya, laki-laki tersebut langsung melangkah keluar dari dalam kamar mandi, bisa dia lihat seperti biasa istri kecilnya tersebut sudah tergeletak di atas kasur mereka, memilih tidur jauh lebih awal layaknya anak-anak remaja normal pada umumnya.


Seulas senyuman mengembang di balik wajah Gerald, laki-laki tersebut mendekati nakas kecil di samping kasur Mereka secara perlahan, membuka laci nakas dan meletakkan sesuatu didalam sana.


Kemudian setelah itu Gerald langsung naik ke atas kasur dimana sang istri nya tengah terlelap saat ini.


Laki-laki itu menatap lembut wajah Venus, dia secara perlahan membenahi anak-anak rambut Venus yang menutupi wajah cantik tersebut, kemudian Gerald mencium lembut bibir istri nya untuk beberapa waktu.


Karena rasa dingin yang tiba-tiba menyerang dan sesuatu yang lembut dan basah menyapu bibir nya, seketika Venus menggeliat lantas terbangun dari tidurnya.


Masih dengan rasa kantuk yang besar dan bola mata yang terasa sulit dibuka, Venus berusaha untuk melihat siapa yang ada dihadapan nya, dia melihat Gerald sudah berada tepat dihadapan nya dengan posisi miring ke kiri.


"Daddy?"


Dia bergumam manja, mengembangkan senyuman nya sembari berbalik dan langsung membiarkan kedua tangan nya masuk dan memeluk erat tubuh Gerald.


"Hmmm aromanya begitu lembut dan dingin"


Ucap Venus lagi sambil membiarkan tubuhnya menempel di tubuh Gerald yang polos, dia mengencangkan pelukan nya.


Laki-laki tersebut hanya menggunakan handuk mandi nya saja, sama sekali belum mengganti pakaian nya.


Melihat sikap manja Venus membuat dia mengulumkan senyuman nya, laki-laki tersebut membiarkan istrinya menggeliat manja didalam dada bidangnya.


"Tadi pergi kemana hmmm?"


Tanya Gerald sembari membenahi posisi nya, laki-laki tersebut membaringkan tubuhnya dengan benar, membuat posisi paling nyaman untuk dirinya.


"Aku pergi bersama Paman pertama"

__ADS_1


Jawab Venus pelan, Perempuan tersebut menyandar kan kepalanya di dada Gerald, dia mulai menggerakkan Jemari nya, mencoba mengukir gambar hati di dada laki-laki tersebut.


Mendengar kata paman pertama Seketika membuat Gerald memikirkan soal sesuatu, dia fikir apakah mungkin itu Gibran?!.


Gerald sejenak diam, mencoba untuk menerka-nerka.


"Siapa nama paman pertama mu? aku fikir dia belum berkunjung kemari bahkan aku belum sempat meminta izin dan mengobrol bersama dirinya"


Ucap Gerald kemudian.


Mendengar pertanyaan suami nya, Venus langsung mendongakkan kepalanya, dia menatap wajah Gerald untuk beberapa waktu.


"Om Lim"


Jawab perempuan itu kemudian.


Mendengar nama yang disebut kan membuat Gerald diam, dia fikir itu bukan laki-laki yang di cintai Linda.


Lanjut Venus lagi.


Gerald masih diam, kali ini dia menelisik bola mata Venus yang menatap dirinya dengan cara mendongak, laki-laki tersebut buru-buru membenahi posisi istri nya, membiarkan posisi mereka sejajar dan lebih gampang untuk saling menatap dan berkomunikasi bersama.


"Aku ingin bertanya soal sesuatu"


Ucap Gerald kemudian.


Mendengar nada Gerald yang sedikit serius, membuat Venus sedikit mengerutkan dahi nya.


"Soal?"


Tanya nya pelan.


"Kapan Eliza meninggal dunia?"

__ADS_1


Anggaplah dia gila karena menanyakan ini, dia tahu menanyakan hal sensitif seperti ini seolah-olah membuka kesedihan di wajah anak-anak yang ditinggal kan, tapi Gerald fikir dia membutuhkan jawaban nya untuk memecahkan teka-teki soal masa lalu sedikit demi sedikit.


Venus sejenak diam, kemudian Perempuan tersebut menjawab pelan.


"Ketika usia ku 5 tahun"


Jawab Venus pelan.


Gerald Tampak diam.


"Tapi...apa Daddy tahu?"


Ucap Venus tiba-tiba.


"Daddy Andrew dan keluarga besar berkata mommy meninggal karena terjatuh dari tangga, tapi aku melihat dengan jelas dan terus mengingat nya hingga hari ini, seseorang yang menyebabkan kecelakaan pada Mommy dan membunuh nya"


Mendengar ucapan istri nya jelas saja membuat Gerald membulat kan bola matanya.


"Apa?"


Laki-laki tersebut bertanya dengan nada sedikit gemetaran.


"Karena Mommy berkata dia akan membuat sebuah kesaksian dan menjebloskan orang tersebut ke penjara"


Ucap Venus lagi.


Setelah berkata begitu Venus langsung kembali memeluk Gerald.


"Lupakan lah, mereka bilang itu mungkin hanya ilusi masa kecil, anak-anak sering seperti itu, menganggap sesuatu yang tidak ada menjadi ada, seolah-olah hanya imajinasi dibawah alam sadar saja"


Lanjut Perempuan tersebut lantas mencoba memejamkan bola matanya di dalam pelukan Gerald.


Laki-laki itu diam tidak mengambil kesimpulan, mencoba merangkai cerita yang di ucapkan Venus untuk waktu yang begitu lama.

__ADS_1


__ADS_2