
Masih di masa lalu
Universitas xxxxxxx
Manhattan
Linda terlihat mengembangkan senyuman nya ketika seorang laki-laki terlihat berdiri dengan gaya yang begitu kharismatik di samping pintu mobil Porsche keluaran terbaru tahun ini.
Rahang tegas dengan wajah tampan yang jelas di Gandrungi oleh seluruh makhluk berjuluk perempuan di kampus mereka.
Dan apakah dia gadis yang beruntung karena di cintai oleh laki-laki tersebut?!.
Yah dia beruntung.
Gibran, kakak laki-laki Eliza, makhluk paling sempurna bagi dirinya itu jatuh cinta pada dirinya yang bukan siapa-siapa.
½ tahun lebih menjalin kisah cinta diam-diam dibelakang semua orang karena status sosial mereka yang berbeda Jelas tidak baik-baik saja, kadang Linda takut satu hari keluarga Eliza tahu dengan hubungan mereka dan memisahkan mereka.
Gibran bilang dia siap melepas kan semua jika hubungan mereka di tentang tapi Linda tidak siap kehilangan pertemanan nya dengan Eliza, tidak siap di benci oleh Mommy Eliza bahkan dia takut orang tua nya kehilangan pekerjaan.
"Apa kau benar-benar mencintai ku?"
Kalimat itu seringkali di ucapkan Gibran pada nya.
Tentu saja, memang nya dia tidak pernah mencintai laki-laki itu?!.
__ADS_1
Tentu saja, dibandingkan dunia dan seisinya, Gibran adalah satu-satunya orang yang paling berharga didalam hidup nya setelah kedua orang tuanya.
Seperti sebelum-sebelumnya, pertemuan nya dan Gibran selalu di atur di belakang Eliza, saat gadis itu pergi bersama Gerald, maka dia dengan cepat melesat kabur melalui gerbang belakang hanya untuk menyusul Gibran yang mungkin menunggu nya sejak 1 jam lebih yang lalu.
"Maafkan aku karena lagi-lagi terlambat menyapa"
Sesal Linda kemudian.
"Itu terdengar buruk"
Jawab Gibran sambil mengulum senyuman nya,dia menyentuh lembut puncak kepala Linda sambil menepuk-nepuk nya lembut.
Ditengah puncak memanas nya pertengkaran ayah dan ibu mereka, Linda satu-satunya gadis yang selalu mampu membuat dia tersenyum dan tertawa, karena itu bagi nya Linda seperti dunia khusus yang tidak bisa dia alihkan, satu-satunya tempat dia bersandar dan mengadu dikala keadaan dia anggap tidak baik-baik saja.
Meskipun usia nya masih muda, Linda selalu bersikap begitu dewasa, sangat berbeda sekali dengan teman-teman perempuan nya.
Dia tidak butuh perusahaan Daddy nya, tidak butuh warisan, tidak butuh apapun yang di miliki keluarga Antonio Conte, yang dia butuhkan sebuah ketenangan bersama gadis yang dia cintai, tidak lebih.
Tapi ini mungkin tidak mudah bagaimana dia ingat sifat Daddy nya, keluar dari rumah tidak semudah apa yang dia bayangkan, bahkan jika dia nekad dia takut itu hanya akan melukai Linda.
Siapa yang tidak tahu bagaimana kejam nya laki-laki tersebut, bahkan anak-anak nya tidak jarang merasa seperti burung emas yang di kekang didalam sangkar nya.
Mungkin pilihan terbaik adalah, pergi melarikan diri ke luar negeri diam-diam membawa Linda dan orang tua nya.
"Sudah makan? aku menemukan restoran baru dengan menu unik untuk kita nikmati bersama
__ADS_1
Saat Gibran bicara Begitu, Linda terlihat menoleh sambil mengerutkan keningnya.
"Restoran lagi? tidak kah sebaiknya makan dirumah? aku akan memasak untuk tuan muda Gibran Antonio, masakan ku jauh lebih enak dari masakan siapapun yang ada di dunia ini"
Linda bicara sambil membentangkan kedua tangan nya, bicara dengan bangga sambil menatap Gibran dengan tatapan penuh kebahagiaan dan cinta.
Alih-alih menjawab, Gibran malah dengan gerakan refleks meraih tubuh Linda, dia memeluk gadis itu dengan cepat sambil mengelus lembut kepalanya.
Linda sejenak terdiam.
"Ada masalah lagi dengan tuan Conte?"
Tanya Linda menciba menebak-nebak, dia fikir hubungan keluarga Gibran memang tidak pernah baik-baik saja.
Gibran sana sekali tidak menjawab, mencoba memejamkan bola matanya sambil menikmati aroma wangi yang Begu lembut dari rambut Linda.
"Ayo kita menikah"
Ucap Laki-laki itu kemudian.
"Ya?"
Linda seketika membulat kan bola matanya, dia mendongak kan bola matanya dan berusaha menatap Gibran untuk beberapa waktu, dia ingin bicara tapi kedua belah pipi nya langsung disentuh dengan lembut oleh laki-laki tersebut dan sepersekian detik kemudian tiba-tiba secara perlahan Gibran menyatukan bibir mereka untuk beberapa waktu.
Linda masih terkejut tapi Kemudian gadis itu terlihat memejamkan bola matanya.
__ADS_1
Bukankah ini manis? ini begitu manis.
Diujung sana sebuah mobil mendominasi berwarna hitam terlihat menepi dengan sempurna, sosok laki-laki didalam nya terlihat menatap kedua orang tersebut dengan tatapan penuh kemarahan, rahang laki-laki itu mengeras sambil gigi nya saling menyatu untuk beberapa waktu.