Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Membuat nya sedikit berdebar-debar


__ADS_3

Linda terlihat menatap kearah bangunan yang ada di depan nya di mana Winda membawa dirinya, terlihat kegelisahan menghantam dirinya saat dia menatap bangunan besar di hadapan mereka tersebut.


"Kita kenapa kemari?"


Perempuan tersebut bertanya pelan, melirik kearah kembaran nya untuk beberapa waktu.


Winda pura-pura tidak melihat, dia melesat turun dari mobilnya dengan cepat.


Melihat Winda sepertinya tidak mendengar pertanyaan nya, Linda memilih ikut membuka pintu mobil nya.


Entahlah rasanya sejak di hotel dia merasa jantungnya berdetak tidak beraturan, sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi, kelopak bawah mata nya bahkan bergetar sejak tadi, membuat dia khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi.


Namun mengingat Winda berkata mereka akan pergi makan malam bersama, pada akhirnya Linda mencoba menepis perasaan tidak menentu nya.


Dia melangkah turun dari mobilnya, mengejar langkah Winda yang bergerak kedepan mendahului dirinya.


"Bastian dimana?"


Linda bertanya cepat sambil mengejar langkah Winda dengan cepat.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Linda, Winda buru-buru menoleh, dia memperlambat langkahnya.


"Dia ada di dalam"


Ucap perempuan tersebut cepat.


Mendengar ucapan Winda, Linda menganggukkan kepalanya, terus berangkat cepat mengikuti langkah Winda yang kini berjalan lurus masuk ke dalam bangunan yang ada di hadapan mereka.


begitu masuk ke dalam pintu depan bangunan tersebut bisa dilihat ada beberapa orang menyambut mereka, suasana hening dan juga cahaya lampu terang benderang terlihat memenuhi ruangan tersebut.


secara pelan-pelan Linda masuk ke sana mengikuti langkah Winda sang kembarannya yang mencoba untuk membawanya menuju ke arah lantai atas.


tiba-tiba saja Winda bicara cepat, menghentikan langkahnya kemudian menatap dalam ke arah bola mata Linda.


"aku pikir bisa menunggu di sini"


perempuan itu pikir sebaiknya dia menunggu saja dan mereka bisa naik bersama-sama ke atas sana, tapi Winda langsung menggelengkan kepalanya.


"bukan masalah aku akan menyusul nanti"

__ADS_1


ucap perempuan itu lagi sembari mendorong tubuh Linda agar segera naik ke atas.


perempuan tersebut terlihat bingung, pada akhirnya secara perlahan dia melakukan kakinya menaiki satu persatu anak tangga.


dengan sedikit ragu-ragu dia bergerak cepat menuju ke lantai atas dan menuruti ucapan Winda, Bastian ada di atas jadi dia pikir mungkin dia tidak perlu khawatir dengan keadaan.


Winda secara perlahan menghilang dari hadapannya di mana dia pada akhirnya menaiki anak tangga tersebut hingga menuju ke arah lantai atas.


begitu hampir tiba di anak tangga terakhir tiba-tiba dia melihat di sisi kiri dan kanan tanpa beberapa lilin menyala di sana hingga membuat Linda sedikit mengerutkan keningnya.


ada tulisan kata welcome di atas bagian kepalanya di mana ada tanda panah di dinding sisi kiri ya seolah-olah memberikan kode agar dia masuk ke dalam sana.


dengan langkah ragu-ragu perempuan tersebut bergerak secara perlahan, dia merasa seketika suasana menjadi sedikit aneh, di mana tiba-tiba dia mendengar alunan musik romantis memecah keadaan.


di atas melangkah ke arah depan di mana terlihat ada satu ruangan yang terang benderang dihiasi dengan berbagai macam cahaya dan lilin yang saling berlomba-lombaan antara satu dengan yang lainnya.


begitu dia masuk ke dalam ruangan tersebut seketika bola mata perempuan itu membulat dengan sempurna saat dia menyadari apa yang dia lihat saat ini.


"Hahh?"

__ADS_1


Linda seketika langsung menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya karena terkejut.


__ADS_2