Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 59


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


1 bulan setelah pernikahan Alisa dan Darrel.


"Bram, aku hamil"


Alisa muda bicara dengan sedikit panik, menatap Bram dengan bola mata berkaca-kaca, entahlah bagaimana mengatakan tentang perasaannya saat ini.


Dia mungkin bahagia tapi nyata nya dia gelisah, keadaan saat ini sangat sulit dan membuat dia sedikit terbebani.


Dia menikah dengan Darrel tapi nyatanya dia hamil anak Bram, meskipun tidak dipungkiri dia memang mengharapkan yang tumbuh di rahim nya adalah anak dari Bram.


"Itu bagus, bukankah ini akan semakin mempermudah kamu untuk semakin mendapat kan keinginan mu pada Darrel?"


Bram bicara cepat, menatap bali bola mata Alisa untuk beberapa waktu. nyata nya dia tidak melihat kebahagiaan dibalik bola mata laki-laki tersebut, Bram merespon nya dengan biasa-biasa saja.


"Aku pikir kau terlihat tidak bahagia?"


Tanya Alisa kemudian.


"Oh come aku tentu saja terlihat bahagia, kai pikir aku tidak bahagia? Kau pasti bercanda"


Ucap Bram sambil mendekati Alisa, kali ini dia mencoba untuk memeluk tubuh Alisa.


"Berikan aku sebuah ciuman manis"

__ADS_1


"Yeah aku akan melakukan nya"


******


Masih di masa lalu.


Decit suara branker dorong rumah sakit terdengar memekakkan telinga, suara tapak sepatu terdengar di seluruh ruangan rumah sakit tersebut di mana beberapa dokter menyeret dengan cepat branker dorong menuju ke arah ruang operasi.


Darah segar mengalir dari bawah perut Alisa, di mana bisa orang-orang lihat jika keadaan perempuan itu tidak baik-baik saja.


Para dokter berlarian dengan cepat membawa tubuh tak berdaya itu melaju ke ruangan operasi, mereka jelas tahu apa yang harus mereka lakukan berikutnya.


"Keluarga pasien?"


Seorang perawat bertanya dengan cepat kearah Bram.


"Anda bisa mengurus administrasi nya"


Lanjut perempuan itu lagi.


******


Beberapa hari setelah hari itu.


"Apa?"

__ADS_1


Alisa terlihat bergetar, dia menatap kearah dokter yang ada dihadapan masih dengan kondisi tubuh yang belum benar-benar fit, dia duduk di atas kursi roda sambil menahan sisa nyeri di perut nya.


"Kami terpaksa melakukan operasi pengangkatan rahim karena kondisi rahim anda tidak baik-baik saja dalam kecelakaan saat itu"


Sang dokter bicara Secara Perlahan, berusaha setenang mungkin agar tidak membuat pasien nya terlalu tertekan dan sedih.


"Biasanya operasi pengangkatan rahim (histerektomi) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengobati penyakit-penyakit pada organ reproduksi wanita, seperti kanker serviks atau kanker rahim, fibroid rahim atau miom, endometriosis, turun peranakan atau prolaps uteri, radang panggul, menstruasi yang tidak normal tapi untuk kasus anda berbeda, kami terpaksa melakukan nya karena dalam kecelakaan itu, rahim anda hancur bersamaan meninggal nya bayi anda, nona"


Alisa terlihat tidak bergeming, bola mata perempuan tersebut tampak berkaca-kaca, dia berusaha tidak menangis, mencoba untuk menutup kedua telinganya dengan tangan nya.


"No...tidak mungkin"


*******


Kembali ke masa kini.


"Apa kau lupa soal itu Alisa?"


Bram kembali bertanya, menatap Alisa dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.


"Aku pikir sebaiknya kita pergi memeriksa keadaan mu dengan cepat, aku hanya khawatir ada yang salah dengan dirimu, maksud ku..."


"No..."


Alisa secepat kilat menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangan nya.

__ADS_1


"No...."


Dia berteriak histeris hingga memecah keadaan.


__ADS_2