
La Oberoy company
Gerald terlihat menghela kasar nafasnya, dia mencoba mengecek dokumen yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu, bola matanya terus fokus dengan pekerjaannya sejak tadi sembari Fikiran nya melanglang buana kemana-mana.
Laki-laki tersebut sebenarnya menunggu sesuatu Sejak tadi, tapi yang ditunggu-tunggu Sejak tadi belum juga datang.
dia pikir sembari menunggu dia pada akhirnya memilih mengerjakan apa yang seharusnya dia kerjakan.
Cukup lama Gerald berputar dengan pekerjaan yang sejak tadi, hingga tanpa dia sadari tiba-tiba dari arah pintu depan seseorang masuk secara perlahan.
Hingga akhirnya ketika dia melihat dua kaki berdiri tepat di hadapannya baru Gerald sadar jika ada seseorang masuk ke dalam kantor nya.
buru-buru laki-laki tersebut mendongakkan kepalanya, dia menatap sosok yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.
Gerald jelas langsung mengerut kan keningnya saat dia sadar siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.
"Kau? kenapa ada disini?"
Itu adalah Linda, dia fikir kenapa perempuan tersebut datang ke perusahaan nya.
Apakah lagi-lagi Perempuan itu ingin mengacaukan keadaan.
Alih-alih menjawab Linda Malah balik bertanya.
"Apa kau gila? ingin menikahi seorang Bocah? bahkan bocah itu adalah mantan kekasih putra mu sendiri?"
Linda jelas menampilkan taring penuh kemarahan nya, saat Bastian berkata Gerald akan menikah wajah nya sudah menampilkan ketidak sukaan, dia bertanya siapa perempuan nya.
Dia fikir mungkin itu Julia, tapi jawaban putra nya membuat dia Shok setengah mati.
"Venus, mantan kekasih ku"
Jelas saja Perempuan Tersebut membulatkan bola matanya.
__ADS_1
"Apa?"
Jika Gerald menikahi perempuan dewasa dia mungkin masih memaklumi nya, tapi meskipun begitu dia pantas memberikan pendapat untuk ibu sambung dari putra nya.
Kalau dia merasa tidak suka dan tidak nyaman bukankah dia pantas untuk protes dan tidak setuju dengan pilihan Gerald.
tapi menikahi seorang gadis muda? seusia putra mereka?!.
Apa laki-laki itu sudah gila?!.
"Tentu saja aku tidak gila"
Jawab Gerald cepat.
"Kami saling mencintai, aku fikir itu bukan masalah"
mendengar jawaban gerald tentu saja membuat Linda muak mendengar nya.
Perempuan tersebut terlihat mengejek.
"Kau bilang cinta? seolah-olah kau tahu itu cinta, berhentilah membual Gerald, sekarang buka mata dan telinga mu, kau fikir anak seusia Venus benar-benar jatuh cinta pada mu?"
Linda bicara sambil menahan amarahnya, mendengar kata cinta membuat dia merasa jijik dan marah.
Dia benci karena baru kali ini Gerald bicara soal cinta.
13 tahun mereka menikah, 9 tahun tinggal serumah dan sisa nya tinggal terpisah, Gerald tidak pernah bilang mencintai dirinya, bagaimana bisa laki-laki itu bicara soal cinta saat ini?!.
Dia jelas tersinggung mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Kau hanya cemburu, Linda"
Ucap Gerald sambil menutup dokumen yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Seharusnya urusan pernikahan ku bukan menjadi urusan mu, kita sepakat untuk tidak saling mengurusi soal urusan pribadi kita masing-masing"
Gerald bicara sambil menatap tajam kearah Linda.
"ini soal ibu sambung untuk putra kita, itu jelas harus menjadi urusan ku"
pekik Linda dengan tidak tahu malu.
"Kau jangan pernah bercanda dengan ku, jangan sampai aku kehilangan kesabaran ku, Linda. Kau tahu aku bisa melakukan banyak hal termasuk memutus kan nafkah untuk kamu yang aku berikan setiap bulan nya"
Kali ini dia benar-benar mulai keluar dari jalur kesabaran nya.
"Kau fikir aku masih laki-laki remaja yang bisa di atur oleh kamu seperti dulu? jangan sampai aku berbuat sesuatu yang bisa merugikan kamu Linda"
Lanjut Gerald lagi.
"Apa? kau mengancam ku?"
tanya Linda tidak percaya.
"Tidak, aku hanya memperingati kamu"
"Gerald...kau...kau tahu aku bicara begini karena aku takut gadis muda itu hanya mencintai harta dan warisan mu"
Gerald mendengus.
"Apa aku tidak salah dengar? aku fikir kau yang lebih tertarik dengan harta La Oberoy dan warisan yang terus kau paksa agar turun dengan cepat pada Bastian, kau semakin membuat ku mencurigai kamu jika kamu terus berusaha mengatur ku dan bicara seperti ini"
Mendengar ucapan Gerald seketika membuat Linda menelan salivanya.
"Itu... Gerald kau...bukan seperti itu maksud ku"
Dia jelas menjawab dengan gelagapan.
__ADS_1