Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Tidak setuju


__ADS_3

Dan bisa dibayangkan bagaimana kekacauan terjadi saat ini, Andrew seketika shok berat mendengar pernyataan dan ucapan dari Gerald.


"Kau pasti sudah gila"


laki-laki itu jelas histeris.


"Kau mengencani putri ku diam-diam di belakang ku?"


Nada bicara Andrew meninggi, dia ingin sekali rasanya menghajar laki-laki di hadapannya itu.


"Tidak sembunyi-sembunyi, aku bahkan melakukan nya terang-terangan, karena itu berani bicara secara langsung pada mu"


Jawab Gerald penuh keyakinan.


Laki-laki itu melipat kedua belah tangannya, dia bersandar ke belakang kursinya.


"Realita nya aku bahkan tidak tahu Venus putri mu"


Dia buru-buru meralat Ucapan nya.


Mendengar ucapan Gerald, Andrew langsung berkacak pinggang, dia rasanya ingin sekali menghajar laki-laki ya depannya itu saat ini.


jika tidak memandang putrinya atau malu dihadapan Yolanda, mungkin dia sudah benar-benar menghajar laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"apa kau tidak gila? ah tidak aku pikir kamu memang sudah gila, bagaimana kau bisa mengencani gadis di bawah umur, usiamu bahkan tidak muda lagi"


teriak Andrew dengan nada yang menggebu.


Yolanda yang mendengar ucapan Andrew langsung mengerutkan keningnya, dia pikir apa laki-laki itu sudah kehilangan akal kesadaran nya.


Ommo?!.


iya benar tidak percaya sambil mengejek di dalam hatinya.


Mengencani gadis di bawah umur?!.


Bahkan dia mengencani aku, apa dia lupa itu?!.

__ADS_1


"Daddy..."


Yolanda kebablasan bicara memanggil nya dengan sebutan Daddy, dia menatap Andrew dengan pandangan yang sedikit sengit.


Kalau begitu jangan harap aku mau dikencani diri mu lagi.


rutuk Yolanda kesal.


Eh?!.


kali ini Venus yang langsung menatap Yolanda dengan pandangan yang cukup bingung.


Daddy? sejak kapan dia memanggil Daddy ku Dadd!


Batin Venus bingung.


"Apa kah mengencani gadis dibawah umur itu salah?"


Terdengar kalimat protes Yolanda.


mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika Andrew langsung menelan salivanya.


"Ahhh bukan maksudku itu tidak masalah, Laki-laki dewasa boleh mengencani gadis muda, sekarang banyak laki-laki matang berkuah kental yang suka daun muda"


Ucap nya cepat.


Ingin sekali dia memukul mulut nya, kenapa bicara sembarangan tadi.


Dia lupa Yolanda juga masih begitu muda, tapi emosi nya menggebu-gebu saat melihat wajah dan ekspresi Gerald yang seperti tanpa dosa.


"Itu wajar-wajar saja"


Tambah nya lagi.


benar-benar makan buah simalakama fikir Andrew.


"Ya?."

__ADS_1


Vanus jelas bertanya bingung.


Ada apa dengan Daddy nya.


"Begini maksud ku boleh-boleh saja mengencani gadis di bawah umur, tapi tidak dengan dirimu aku tidak setuju kamu mengencani Venus"


Yah jelas dia tidak setuju, bagaimana mungkin gadis kecil miliknya Putri kesayangannya dikencani oleh laki-laki tua yang usianya setara dengan dirinya.


"Begini aku juga bukan masalah berkencan dengan gadis muda, tapi kamu benar-benar tidak pantas, jadi berhentilah berkhayal, aku tidak akan mengizinkan nya"


Andrew bicara dengan perasaan kesal.


"Bukan masalah, dengan atau izin dari kamu bukan persoalan serius"


Gerald bicara dengan ringan nya.


"Apa?"


Andrew fikir bisa-bisa nya Laki-laki ini.....


"Dari nada bicara mu, terdengar cukup mencurigakan"


tiba-tiba Gerald berkata dengan ekspresi yang begitu tenang.


Dia melirik ke arah Andrew, kemudian melirik ke arah Yolanda.


"kalian seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan"


ucapan Gerald benar-benar menghantam diri Andrew.


"Kenapa?"


Venus bertanya pelan sambil menatap ke arah Gerald.


"Aku fikir kalian sedang berkencan"


Saat Gerald memberikan pernyataan seperti itu Seketika Venus menatap terkejut kearah Daddy nya dan Yolanda.

__ADS_1


"Apa?"


__ADS_2