
La Oberoy company
17.30 Sore
Gerald buru-buru bergerak dengan cepat turun ke dari ruangan kerja nya menuju ke arah lantai bawah di mana mobilnya terparkir di area parkiran bawah tanah.
laki-laki itu fikir dia harus pergi ke suatu tempat untuk memastikan sesuatu, dia harus menyelesaikan semua persoalan dengan secepatnya jika tidak masalah soal Linda dan Bastian akan terus mengganggu hidup nya berlarut-larut.
Saat dia memilih untuk melanjutkan kehidupan yang baru serta memutuskan untuk menikahi Venus, Gerald harus memastikan semua persoalan telah dituntaskan dengan bersih.
tidak ada satu hal pun yang akan menjadi pengganggu di dalam kehidupan barunya dan rumah tangga mereka.
Jika dia tidak menyelesaikan semuanya dengan cepat maka semua tidak akan tuntas dan terus memburuk hingga berlarut-larut lamanya.
begitu tiba di area parkiran Gerald dengan cepat bergerak menuju ke arah mobil nya, dia langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan melajukan mobilnya dengan cepat.
Laki-laki itu terlihat fokus menyetir kearah depan, membiarkan diri nya dan fikiran nya saling berlomba sejenak.
Sejenak bola mata Gerald menatap kearah Handphone nya ketika dia mendengar nada dering di handphone tersebut terus mengeluarkan suara nya, tangan kanan Gerald meraih handphone nya tersebut dan dengan cepat dia menjawab panggilan itu.
__ADS_1
"Katakan pada ku?"
Seolah-olah tahu siapa yang menghubungi nya, Gerald langsung bicara dengan cepat, menunggu jawaban di seberang sana dengan seksama.
"Kau bisa mengatakan siapa yang mengatur semua persoalan di malam itu"
Ucap Gerald dengan cepat.
Dia diam sejenak, mencoba mendengar kan apa yang diucapkan oleh seseorang di seberang sana.
Cukup lama hingga akhirnya Gerald mengerat kan rahangnya.
"Dia ingin mengulang sejarah yang sama rupanya"
Setelah mendapat kan jawaban yang dia inginkan, Gerald langsung mematikan handphone nya.
Kini dia kembali fokus melajukan mobilnya kearah depan, menuju kesalah satu tempat dimana seharusnya memang dia pergi sejak beberapa waktu sebelumnya.
******
__ADS_1
Bola mata Gerald menatap bangunan rumah mendominasi berwarna putih yang ada dihadapan nya tersebut, secara perlahan dia masuk kea area parkiran rumah tersebut dan mulai menghentikan mobilnya Disana.
Dengan gerakan cepat dia langsung turun dari mobil nya, kemudian melangkah masuk kedalam rumah tersebut tanpa berfikir dua tiga kali.
Seorang Perempuan berusia sekitar 40'an terlihat menatap laki-laki tersebut sambil mengerutkan keningnya, dia yang baru selesai membersihkan kaca jendela tampak terdiam melihat kehadiran Gerald yang begitu tiba-tiba.
Dia fikir tidak biasanya laki-laki tersebut datang kesana, apa lagi mengingat bagaimana buruk nya hubungan Gerald dimasa lalu dengan sang pemilik rumah.
Sudah sangat lama laki-laki tersebut tidak berkunjung atau memberikan salam nya, seingatnya mungkin terakhir kali laki-laki itu kesana sekitar lebih dari 7 tahun yang lalu.
Jika kedatangan nya kali ini baik Perempuan tersebut cukup berlega hati, tapi jika kedatangan nya kembali seperti kemarahan nya beberapa tahun yang lalu, perempuan tersebut fikir ini jelas tidak baik-baik saja.
"Gerald?'
Dia langsung berusaha mengejar langkah Gerald yang terlihat masuk kedalam dengan gerakan terburu-buru, bisa dia lihat laki-laki tersebut menggenggam erat sesuatu di tangan kanan nya.
"Dimana dia?"
Ketika suara tanya Gerald tidak terdengar baik-baik saja, seketika membuat perempuan tersebut menelan Saliva nya.
__ADS_1
"Jangan seperti ini lagi, aku mohon"
Ucap Perempuan tersebut dengan suara sedikit memohon.