
Darrel sesekali melirik ke arah Gea yang terlelap di dalam tidurnya sejak tadi, mereka telah berpacu dengan waktu untuk kembali ke Paris, sekarang berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke tempat tujuan mereka, Darrel tidak mungkin menunda lagi waktu pulang mereka mengingat ada banyak hal yang mendesak nya saat ini, selain harus mengejar kesibukan di perusahaan dimana dia tidak mungkin berlama-lama pergi ke luar kota, janji dengan laki-laki tua Oxtone membuat dia mau tidak mau kembali hari ini dan memastikan Gea telah sampai di mansion malam ini dan bisa pergi ke sekolah besok pagi.
Perjalanan panjang menguras tenaga dan waktu bukan persoalan besar untuk Darrel, selama bersama Gea hal seperti itu tidak menjadi Masalah untuk nya.
Satu tangan laki-laki tersebut terkadang mengelus lembut rambut dan wajah putri nya yang terlelap sejak tadi, seulas senyuman mahal ditampilkan oleh Darrel untuk putri nya.
Kau beruntung mendapatkan senyuman langkah ku baby.
Batin Darrel sembari melirik kearah Gea.
Percayalah jantung nya terlalu berpacu keras saat berhadapan dengan putri nya sendiri, apakah dia seorang pedofilia? Darrel rasa tidak, banyak orang dewasa yang menyukai gadis muda, dia bukan pecinta anak-anak, tapi dia begitu berhasrat saat melihat Gea dan tidak pada gadis muda lainnya.
Darrel menarik pelan nafasnya, dia memilih untuk mengambil rokoknya kemudian mulai menyalakan rokok tersebut secara perlahan, dia mencoba membuka kaca mobilnya sedikit dan memastikan Gea tidak sepenuhnya terkena asap rokok.
Setelah menyuruh api dari bagian pamatik yang memang telah di setting tersendiri di mibil milik nya, laki-laki tersebut mulai menyesap rokoknya secara perlahan, dia menghisap rokoknya sedikit demi sedikit sembari terus berpacu waktu untuk sampai ke tujuannya hari ini juga.
__ADS_1
Pemikiran Darrel melanglang buana cukup jauh, dia memikirkan banyak hal saat ini dimana ada banyak beban yang menghantam kepalanya.
Sebenarnya dari sekian banyak beban yang sedang menekan nya saat ini, ada beban besar didalam hatinya yang menghantuinya sejak kemarin, ketika Leonel berkata Gea adalah putri kandung silsila bukan Marina.
Bagaimana mungkin?!.
Dia pikir apakah penyelidikan yang dilakukan oleh orang-orang nya salah? Bagaimana bisa dia melewatkan sesuatu saat ini.
Jika Gea putri silsila, maka yang menjadi pertanyaan besar nya adalah Apa yang sebenarnya terjadi pada 17 tahun silam?!.
Silsila, Marina dan Alisa.
Jika ingat peristiwa malam itu, rasanya dia begitu marah dan jijik dengan keadaan.
Darrel ingat dalam laporan DNA yang dia lakukan, Gea jelas bukan putri nya, tapi sekarang bagaimana bisa Gea adalah putri dari mantan kekasihnya Juga mantan tunangan nya.
__ADS_1
Malam itu dia ingat dia tidur dengan Silsila, jika di hitung pada tanggal kejadian itu artinya Silsila benar-benar hamil anak nya, lalu perempuan tersebut berkata dia sama sekali tidak hamil dan memilih berpisah dengan cara yang kejam.
Pertanyaan nya adalah, jika Silsila benar hamil dan membohongi nya soal kelahiran Gea maka siapa laki-laki yang meniduri Silsila? Karena tes DNA Gea tidak merujuk jika dia adalah ayah kandung nya.
Dan malam itu pertanyaan Darrel adala siapa yang tidur dengan diri nya?!.
Alisa jelas bukan, dia yakin Alisa menipu nya mentah-mentah dan perempuan tersebut tidak pernah melewati malam pertama dengan nya dan sama sekali tidak hamil anak nya.
Siapa? Apa mungkin itu Marina?!.
Lalu bagaimana cara laki-laki tersebut menyusun puzzle acak tersebut saat ini.
Jika memang malam itu dia tidur dengan salah satu dari ketiga gadis tersebut, maka dimana anak yang menjadi darah daging nya sesuai dengan laporan dokter yang diterimanya dimasa lalu.
Artinya dia seharusnya memiliki anak seusia Gea saat ini dan pertanyaan besar lainnya dimana anak itu? Anak laki-laki atau kah Seorang anak Perempuan?!.
__ADS_1
Darrel kembali menghisap rokoknya dengan perasaan yang cukup gelisah, laki-laki tersebut mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu.
*****