
Jam makan pagi
"Oh sayang"
Mommy Darrel langsung memeluk cucunya dengan perasaan bahagia, rasanya tidak bertemu dia dalam beberapa Minggu ini membuat dia kehilangan separuh nafasnya.
Gea merupakan satu-satunya cucu perempuan di dalam keluarga mereka, jadi bagi Grandma nya Gea seolah-olah adalah tuan putri di istana Oxtone, jelas tidak ada saingan lain yang bisa menyingkirkan posisi Gea, karena itu tidak dipungkiri kehadiran Gea memberikan satu warna yang luar biasa di dalam kehidupan wanita tua itu dan juga suaminya.
Mereka memperlakukan dia bagaikan tuan putri, apapun keinginan perempuan tersebut selalu akan dipenuhi Dan dikabulkan oleh mereka, jadi tidak heran Alisa merasa dia mendapatkan satu kunci untuk kebahagiaannya sendiri, di mana apapun yang dia inginkan selalu akan dia dapatkan melalui Gea.
Karena itu Alisa sama sekali tidak pernah menyia-nyiakan Gea, sejak dulu hingga sekarang dia selalu memperlakukan gadis kecilnya itu dengan cara yang sangat istimewa.
Meskipun pada dasarnya kelahiran Gea merupakan kelahiran palsu yang diciptakan, namun dia tidak pernah berlaku buruk kepada perempuan kecil tersebut sejak dia bayi hingga dewasa, mungkin karena dia adalah umpan dan juga satu-satunya kunci kebahagiaannya maka tidak heran dia melakukan hal tersebut dan memperlakukan dia juga secara istimewa.
Oleh sebab itu dia benar-benar merasa jika perempuan itu adalah ibu biologis nya.
"Apakah liburan kalian lancar?"
Grandma nya bertanya dengan cepat sembari melepaskan pelukannya dari Gea, dia mencium pipi kiri dan kanan perempuan tersebut kemudian membawa gaya agar segera duduk di sampingnya.
"Tentu saja grandma, bahkan liburan kami sangat menyenangkan, daddy bahkan membelikan aku berbagai macam barang untuk ku"
Iya bicara dengan begitu antusias dia bercerita tentang liburannya dan juga berbagai macam oleh-oleh yang dibelikan Darrel untuk dirinya.
"Meskipun daddy punya pekerjaan di luar, Daddy menyediakan seorang pelayan khusus untuk melayaniku selama di penthouse"
Lanjut Gea lagi sembari menatap dalam bola mata grandma-nya.
Mendengar cerita cucunya jelas saja membuat wanita tua itu melebarkan senyuman bahagianya, dia memanggut-manggut kepalanya tanda senang.
Wanita itu pikir putranya sudah cukup banyak berubah, dulu Darrel sangat tidak memperhatikan dia, bahkan seringkali terjadi perdebatan antara Darrel dan suaminya soal cara mengasuh Gea dengan baik dan benar.
Darrel lebih banyak menyerahkan pengasuhan Gea pada sang pelayan atau baby sister, bahkan Darrel enggan untuk ikut campur dalam urusan sekolahnya.
Seringkali suaminya marah besar jika Darrel tidak memperhatikan dia dan mengabaikannya, meskipun sebenarnya mereka tahu Darrel seperti itu karena Darrel tidak pernah menginginkan pernikahannya dengan Alisa.
Namun tekanan yang diberikan oleh suaminya membuat Darrel mau tidak mau menikahi perempuan tersebut, apalagi ada satu tragedi malam panas yang membuat Darrel benar-benar halus mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Alisa.
Dan kehamilan perempuan itu tidak bisa lagi ditunda, meskipun mereka begitu antusias menunggu bayi Darrel dan Alisa lahir, tidak terhadap Darrel yang tidak pernah ingin mengakui anak tersebut, laki-laki itu bersih keras berkata ada kesalahan dalam semuanya, namun Darrel tidak pernah menjelaskan lebih maksud dari kata-katanya hingga hari ini, Hingga membuat banyak orang bertanya-tanya apa yang dimaksud oleh Darrel.
"Grandma cukup senang mendengar nya, kamu tahu sayang? kami di rumah cukup takut jika daddy mu tidak memperlakukanmu dengan baik"
Wanita tua tersebut bicara sembari melirik ke arah Darrel, dia menatap putranya yang kiri duduk depan di sisi kanan Gea.
Laki-laki itu sama sekali tidak ingin menoleh ke arah mereka semua, lebih memilih mengambil piring dan sendok yang ada di hadapannya dan mulai mengambil makanan apapun yang dia inginkan untuk mengisi perutnya di pagi hari ini.
"Come mom, aku bukanlah daddy yang jahat untuk putriku, tapi aku hanya belum ada waktu untuk melewati kebersamaan selama ini"
__ADS_1
Ucap Darrel cepat kemudian dia mulai melahap makanan yang ada di hadapannya.
"Yeah kau yang tidak biasa memperhatikan putrimu tiba-tiba memberikan perhatian yang banyak jelas saja membuat orang panik, tapi aku bersyukur kau sadar dengan cepat, kau tahu anak-anak adalah investasi penting untuk para orang tuanya, jangan pernah menyia-nyiakan mereka karena mereka suatu saat akan menjadi satu kebahagiaan sendiri untukmu gimana mereka akan menggantikan tugasmu untuk mengurus banyak hal dan membuatmu duduk manis di rumah"
Deddy Darrel bicara dengan cepat, dia duduk tepat di samping istrinya sembari menggeser kursinya.
Mereka mulai menikmati makan pagi bersama di mana terkadang terdengar suara obrolan di antara mereka.
Sesekali terdengar laki-laki tua tersebut menanyakan soal perusahaan dan juga proyek-proyek dijalankan oleh putranya tersebut hingga tanpa pernah mereka sadari di bawah sana tangan Darrel dengan nakal bergerilya dan bergerak kesana kemari.
Gea yang awalnya mengobrol dengan kedua orang di hadapannya tersebut sambil melahap makanannya seketika langsung mengerutkan keningnya dan menoleh ke arah Daddy.
Dad?!.
Dia melotot kesal, perempuan itu pikir kenapa tangan daddy nya nakal sekali?! Laki-laki tersebut menjelajahi paha kirinya dimana dia menggunakan rok pendek dan bersiap untuk berangkat ke sekolah pagi ini.
Dia memejamkan sejenak matanya, rona wajah Gea seketika memerah.
"Sayang kamu demam?"
Tiba-tiba Grandma nya bertanya sedikit khawatir melihat ekspresi Gea yang berubah tiba-tiba.
"No Grandma, aku pikir aku menggigit cabai"
Oh god.
Seketika Gea menggigit bibir bawahnya, dia mencoba menghentikan makan nya lantas secepat kilat meraih gelas minuman nya Sembari dibawah sana dia mencoba merapatkan kedua pahanya.
"Minumlah dengan perlahan sayang"
Grandpa nya mencoba mengingat kan, laki-laki tua tersebut melahap makanannya kemudian bertanya pada Darrel.
"Aku dengar ada ajakan kerja sama baru pada perusahaan dari salah satu perusahaan besar di Itali?"
Tanya nya cepat kearah Darrel.
Tangan laki-laki itu masih dengan nakal memaksa Gea agar membuka kedua pahanya.
"Yeah Daddy bisa mendengar nya sendiri"
Jawab laki-laki tersebut cepat.
Gea mencoba menahan nafasnya, dia pikir daddy nya sudah gila, tiba-tiba milik nya menjadi basah.
Meskipun dia mencoba menahan pahanya bahkan menurunkan satu tangan nya untuk menghentikan gerakan daddy nya, alih-alih bisa melakukan hal tersebut laki-laki itu malah semakin nakal menjelajahi miliknya.
Seketika satu gelanyar panas menghantam Diri nya, dia merinding dan merasa dibawah sana berke dut-ke.dut nakal.
__ADS_1
"Dad.."
Gea bicara sedikit meninggikan suaranya ketika jemari kiri laki-laki tersebut seketika mencoba menyeruak masuk di balik da.laman nya.
Bayangkan bagaimana rasa Gea saat ini, dia pikir dia butuh pele.pasan karena kenakalan daddy nya.
"Ada apa sayang?"
Grandpa dan grandma nya bertanya secara bersamaan, tidak tercermin sedikitpun kecurigaan di balik wajah kedua orang tua tersebut, padahal saat ini gea merasa dia akan mati saat ini juga karena rasa yang diberikan oleh Darrel.
Laki-laki itu benar-benar membuat miliknya menjadi basah padahal jelas-jelas dia akan berangkat ke sekolah sebentar lagi, dia pikir bagaimana bisa Darrel menjadi begitu nakal dan me.sum pada saat ada kedua orang tua tersebut yang ada di hadapan mereka.
Bayangkan bagaimana jika mereka ketahuan?!.
Bisa dipastikan grandpanya akan murka dan memukul daddy nya begitu saja hingga babak belur.
"Ahhh aku..."
Gea jelas gugup untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh grandpa dan Grandma nya.
"Dia marah karena memintaku untuk mengantarnya ke sekolah"
Darrel buru-buru bicara sembari menatap pada kedua orang tuanya, memastikan diri jika Gea memintanya untuk mengantarnya.
Gea jelas mengerutkan keningnya saat mendengar apa yang diucapkan oleh daddy nya, dia ingin protes dan berkata bukan seperti itu namun tiba-tiba satu jari laki-laki tersebut menyeruak masuk ke inti nya.
Gea seketika mengencangkan pegangan nya di sisi meja.
"Dad... bisakah kita pergi ke sekolah sekarang?"
Dia berusaha mengontrol kata-katanya, meyakinkan diri agar desahannya tidak keluar dari mulutnya atas tindakan Daddy nya yang melampaui batasan dan sangat nakal, dia pikir jika mereka tidak segera pergi dari sini bisa dipastikan dirinya akan berbuat gila dan membuat dia mende.sah di atas meja.
Mereka benar-benar akan dibunuh oleh kedua orang tua di hadapan mereka tersebut, bayangkan bagaimana perasaan Grandma dan Grandpa nya saat tahu cucu mereka dan putra mereka memiliki affair dan sudah melewati sesi percin.taan panas selama di Swiss.
Bayangan apa yang akan Grandpa dan grandma nya lakukan pada Gea saat tahu Gea kehilangan kepera.wanan nya di tangan daddy nya sendiri.
Oh sungguh terlak nat.
Batin Gea didalam hati nya.
"Tentu saja, daddy akan langsung mengantar mu sebelum daddy pergi ke perusahaan"
Darrel bicara dengan bahagia, senyum demon keluar dari balik bibir nya dan jari nya dengan cepat keluar dari inti putri nya.
Daddy kau benar-benar gila.
Batin Gea sembari mencoba menahan tingkat has.rat nya yang masih meninggi sejak tadi.
__ADS_1