
Keesokan harinya
Kamar utama Darrel.
"Anak itu sudah kembali? Di mana cucu ku?"
"Apakah Gea baik-baik saja? Tidak sakit atau demam?"
"Apa Darrel memperlakukan dia dengan baik saat pulang?"
"Mereka belum bangun?"
Samar-samar Darrel mendengar suara-suara gaduh dan berisik dari arah luar kamar, meskipun dia mensetting kamarnya kedap suara dari dalam, namun Darrel sengaja meletakkan alat perekam suara dari luar agar dia bisa mendengar percakapan demi percakapan dari arah luar sana jika seandainya dia berada di dalam kamar.
Dia pikir itu adalah suara daddy dan mommy nya, seketika laki-laki tersebut mengerutkan keningnya masih dalam keadaan mata terpejam, dengan perasaan enggan laki-laki tersebut mencoba beringsut dari posisi tidurnya, rasa lelah masih menghantam dirinya dimana bisa dia rasakan beberapa bagian tubuhnya terasa remuk redam karena efek membawa mobil dalam perjalanan jauh.
Laki-laki tersebut pikir sepertinya dia butuh seseorang untuk memberikan pijatan di tubuhnya saat ini.
Sejenak dia berusaha untuk beringsut dari tempat tidurnya, tapi Darrel mencoba menatap ke sisi kanannya sesaat, seketika senyuman tipis mengembang di bibirnya saat dia melihat putrinya masih terlelap di dalam tidurnya.
Dengan gerakan perlahan laki-laki tersebut mendekati wajahnya ke wajah Gea, lantas dia menautkan bibirnya ke bibir perempuan tersebut dengan gerakan yang begitu lembut, seolah-olah bibir Gea menjadi candu tersendiri untuk dirinya.
Bisa dia rasakan Gea menggeliat pelan dari dalam tidurnya, perempuan tersebut sejenak mencoba untuk membuka bola matanya sembari dia menggerakkan kedua kakinya secara perlahan dan dengan refleks tanpa sengaja lututnya menabrak bagian Junior Darrel.
__ADS_1
Hal tersebut sontak membuat Darrel mengerlingkan bola matanya nakal.
"Kamu membangunkan nya lagi'
Bisik Darrel pelan.
"Dad?"
Suara Gea terdengar serak khas bangun tidur, dia tidak mengerti maksud dari daddy nya sebab dia benar-benar lelap dari tidur nya dan terjaga karena ada sesuatu yang menjelajahi bibirnya, hanya bisa menggeliat kemudian mencoba melebarkan senyumannya.
"Apakah kita sudah sampai?"
Dia bertanya polos, mengerjapkan bola mata nya untuk beberapa waktu kemudian perempuan itu mencoba menenggelamkan kembali dirinya dalam tidur,masuk kedalam dekapan daddy nya dengan Begitu manja.
Lagi Darrel berbisik lembut, mencium puncak kepala putrinya sejenak kemudian dia beranjak dari sana.
Berhubung orang tuanya sudah ada di depan, dia tidak berani untuk terlalu lama bermesraan dengan Gea, resiko besarnya adalah dia takut jika juniornya bangun di pagi hari dan meminta lebih, mereka tidak mungkin bercinta ketika kedua orang tuanya berada di dalam mansion nya.
Bayangkan bagaimana kekacauan akan terjadi jika hal itu Darrel lakukan saat ini, bukannya dia belum ingin dan belum siap mengumumkan kepemilikannya pada Gea, tapi dia pikir sebentar lagi waktunya akan tiba sebab ada sesuatu yang harus dia selesaikan terlebih dahulu agar jalan mereka bersama akan jauh lebih mudah.
Yah dia harus menyelesaikan sesuatu sedikit saja, dia ingin Alisa merasakan bagaimana rasanya tenggelam dalam kebohongan, dia ingin lihat bagaimana ekspresi daddy nya soal menantu kesayangan nya itu saat tahu dengan banyak kecurangan yang dibuat Alisa.
Gea menatap polos tubuh daddy nya yang kini bergerak menjauhi dirinya, saya laki-laki itu berkata soal di bawah sana takut meminta lebih di pagi hari, seketika membuat perempuan itu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Pergilah membersihkan diri, Daddy akan pergi membersihkan diri di kamar mandi yang berbeda, ada grandma dan Grandpa di luar sana, mereka menunggu kita untuk menyantap makan pagi bersama"
Ucap Darrel kemudian sembari mengedipkan sebelah bola matanya.
Seketika mendengar ucapan Darrel soal grandma dan grandpanya langsung membuat Gea membulatkan bola matanya dengan Indah.
"Ya?"
Dia langsung terkejut dan buru-buru mencoba bangun dari tidurnya.
"Baiklah"
Persis seperti seekor kucing persia perempuan itu langsung menurut, bergerak dengan cepat menyambar handuk mendominasi berwarna putih menuju ke arah kamar mandi.
Oh sh.it.
Darrel mencoba menahan gejolak di dirinya saat melihat gerakan putrinya tersebut.
Kenapa kau selalu bisa membuat Ju.nior ku terbangun dalam tidur panjangnya, baby?!.
Batin Darrel resah.
Laki-laki tersebut buru-buru meleset ke sisi kirinya mencari pintu penghubung menuju ke ruang yang berbeda, di mana ruangan tersebut merupakan ruangan yang biasa dijadikannya ruang kerja, ada sebuah kamar mandi khusus di dalam sana, laki-laki itu memilih untuk membersihkan dirinya di sana, karena dia pikir dia tidak mungkin pergi membersihkan dirinya bersama dia di dalam satu kamar mandi bersama bisa kedua orang tuanya ada di sana.
__ADS_1